Ad Placeholder Image

Skleritis: Mata Merah Nyeri, Kenali dan Atasi Segera!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   03 Maret 2026

Skleritis: Bukan Mata Merah Biasa! Ini Faktanya

Skleritis: Mata Merah Nyeri, Kenali dan Atasi Segera!Skleritis: Mata Merah Nyeri, Kenali dan Atasi Segera!

Skleritis adalah peradangan serius pada sklera, atau bagian putih mata, yang dapat menyebabkan nyeri hebat, kemerahan intens pada mata, dan penurunan ketajaman penglihatan. Kondisi ini seringkali menjadi indikasi adanya penyakit autoimun yang mendasari, seperti rheumatoid arthritis. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat dengan kortikosteroid atau imunosupresan sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti kerusakan permanen pada mata atau bahkan kebutaan. Skleritis berbeda dengan episkleritis, peradangan yang lebih ringan dan jarang mengancam penglihatan.

Apa Itu Skleritis?

Skleritis adalah kondisi medis serius yang melibatkan peradangan pada sklera. Sklera merupakan lapisan terluar, kuat, dan berwarna putih yang membentuk sebagian besar dinding bola mata. Peradangan ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang parah dan terus-menerus.

Kondisi ini tidak hanya menimbulkan gejala lokal pada mata, tetapi juga seringkali berkaitan dengan gangguan kesehatan sistemik. Sekitar setengah dari kasus skleritis terkait dengan penyakit autoimun. Oleh karena itu, skleritis bisa menjadi tanda peringatan adanya masalah kesehatan yang lebih luas dalam tubuh.

Gejala Utama Skleritis yang Perlu Diwaspadai

Mengenali gejala skleritis sejak dini sangat krusial untuk penanganan yang cepat dan efektif. Gejala-gejala ini cenderung lebih parah dibandingkan peradangan mata lainnya.

Berikut adalah beberapa gejala utama skleritis yang memerlukan perhatian medis segera:

  • Nyeri Mata Hebat: Rasa nyeri seringkali tajam, menetap, dan memburuk saat mata digerakkan. Nyeri ini bahkan bisa menjalar ke area dahi, rahang, atau wajah.
  • Mata Merah Intens: Kemerahan pada mata terlihat sangat jelas dan intens, terkadang disertai warna keunguan. Kemerahan ini bisa menyebar di seluruh bagian putih mata (difus) atau hanya pada area tertentu (sektoral).
  • Sensitivitas terhadap Cahaya (Fotofobia): Penderita akan merasa sangat tidak nyaman dan nyeri saat terpapar cahaya terang.
  • Mata Berair: Produksi air mata bisa meningkat sebagai respons terhadap iritasi dan peradangan.
  • Penurunan Ketajaman Penglihatan atau Pandangan Kabur: Peradangan dapat mempengaruhi struktur mata, mengakibatkan pandangan menjadi buram atau kemampuan melihat menurun.

Penyebab dan Faktor Risiko Skleritis

Skleritis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, namun sebagian besar kasus memiliki kaitan dengan kondisi medis lain. Memahami penyebab dan faktor risiko dapat membantu dalam diagnosis dan penanganan yang tepat.

Beberapa penyebab dan faktor risiko utama skleritis meliputi:

  • Penyakit Autoimun: Ini adalah penyebab paling umum, menyumbang sekitar 50% kasus. Kondisi autoimun seperti Rheumatoid Arthritis, Granulomatosis dengan Poliangiitis, dan Lupus dapat memicu peradangan pada sklera.
  • Infeksi: Skleritis juga bisa dipicu oleh infeksi. Ini termasuk infeksi virus (misalnya Herpes Zoster), bakteri, atau jamur yang menyerang mata.
  • Faktor Lain: Riwayat operasi mata sebelumnya, cedera mata, atau penyakit inflamasi lainnya di tubuh juga dapat meningkatkan risiko terjadinya skleritis.
  • Demografi: Skleritis lebih sering terdiagnosis pada wanita. Umumnya, kondisi ini menyerang individu yang berusia antara 30 hingga 60 tahun.

Bagaimana Skleritis Didiagnosis?

Diagnosis skleritis memerlukan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter mata. Akurasi diagnosis sangat penting karena kondisi ini dapat memiliki dampak serius pada penglihatan.

Proses diagnosis biasanya meliputi:

  • Pemeriksaan Slit-Lamp: Dokter mata akan menggunakan mikroskop khusus yang disebut slit-lamp untuk melihat bagian depan mata dengan detail. Alat ini membantu menilai tingkat dan kedalaman peradangan.
  • Pencitraan Tambahan: Untuk kasus yang lebih kompleks atau untuk menilai kedalaman peradangan yang tidak terlihat dari luar, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan pencitraan. Ini bisa berupa USG (ultrasonografi) atau CT Scan (computed tomography).
  • Tes Darah: Jika dicurigai ada kaitan dengan penyakit autoimun, tes darah mungkin dilakukan. Tes ini bertujuan untuk mencari penanda inflamasi atau autoantibodi yang berhubungan dengan kondisi sistemik.

Pilihan Pengobatan untuk Skleritis

Pengobatan skleritis harus segera dilakukan untuk mencegah komplikasi serius. Pilihan terapi disesuaikan dengan tingkat keparahan peradangan dan penyebab yang mendasarinya.

Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan yang umum digunakan:

  • Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS): Untuk kasus skleritis yang tergolong ringan, OAINS oral dapat diresepkan. Obat ini membantu mengurangi nyeri dan peradangan.
  • Kortikosteroid: Ini adalah obat utama untuk skleritis, terutama pada kasus sedang hingga berat. Kortikosteroid dapat diberikan dalam bentuk tetes mata, suntikan di sekitar mata, atau obat minum (oral) seperti prednison.
  • Imunosupresan: Jika skleritis bersifat nekrotik (menyebabkan kerusakan jaringan) atau berkaitan erat dengan penyakit sistemik yang berat, obat imunosupresan mungkin diperlukan. Obat ini bekerja dengan menekan sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif.
  • Operasi: Pada kasus yang sangat parah di mana terjadi penipisan sklera yang signifikan atau kerusakan struktural, tindakan operasi mungkin dibutuhkan. Tujuan operasi adalah untuk memperbaiki kerusakan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Perbedaan Skleritis dan Episkleritis: Jangan Keliru!

Meskipun terdengar serupa, skleritis dan episkleritis adalah dua kondisi yang berbeda dengan tingkat keparahan yang jauh berbeda. Penting untuk dapat membedakan keduanya untuk penanganan yang tepat.

Berikut adalah perbedaan kunci antara skleritis dan episkleritis:

  • Lapisan yang Terkena: Episkleritis adalah peradangan pada episkera, lapisan tipis yang berada di atas sklera. Sementara itu, skleritis melibatkan peradangan pada sklera itu sendiri, yaitu bagian putih mata yang lebih dalam dan tebal.
  • Tingkat Nyeri: Episkleritis umumnya menyebabkan nyeri ringan atau rasa tidak nyaman pada mata. Sebaliknya, skleritis ditandai dengan nyeri mata yang hebat, persisten, dan seringkali menjalar.
  • Warna Kemerahan: Kemerahan pada episkleritis biasanya terlihat lebih terang dan terlokalisasi. Pada skleritis, kemerahan cenderung lebih intens, dalam, dan kadang tampak keunguan.
  • Ancaman Penglihatan: Episkleritis jarang sekali mengancam penglihatan dan sering sembuh dengan sendirinya atau dengan pengobatan ringan. Skleritis adalah kondisi serius yang, jika tidak ditangani dengan baik, berisiko tinggi menyebabkan penurunan penglihatan permanen atau bahkan kebutaan.

**Kesimpulan & Rekomendasi Medis Praktis di Halodoc**
Skleritis adalah kondisi mata serius yang memerlukan perhatian medis segera. Gejalanya yang khas seperti nyeri hebat dan mata merah intens tidak boleh diabaikan. Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter mata untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Melalui Halodoc, dapat dengan mudah melakukan konsultasi dengan dokter mata berpengalaman. Fitur chat dokter, panggilan video, atau janji temu di rumah sakit tersedia untuk memudahkan akses kesehatan. Pemeriksaan dini dan pengobatan yang sesuai sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan menjaga kesehatan penglihatan.