Ad Placeholder Image

Skleritis: Radang Mata Mengancam, Waspadai Gejalanya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 April 2026

Skleritis: Penyakit Radang Mata Putih, Gejala dan Bahaya

Skleritis: Radang Mata Mengancam, Waspadai GejalanyaSkleritis: Radang Mata Mengancam, Waspadai Gejalanya

Skleritis Adalah: Memahami Peradangan Serius pada Mata

Skleritis adalah kondisi peradangan serius yang menyerang sklera, yaitu lapisan putih keras yang membentuk bagian luar bola mata. Peradangan ini dapat menimbulkan nyeri hebat, kemerahan, dan pembengkakan pada mata. Jika tidak segera ditangani secara tepat, skleritis berpotensi menyebabkan kerusakan penglihatan permanen, bahkan kebutaan.

Kondisi ini seringkali berhubungan dengan penyakit autoimun sistemik seperti rheumatoid arthritis atau lupus. Selain itu, infeksi atau cedera mata juga dapat menjadi pemicu skleritis. Pemahaman tentang gejala, penyebab, dan penanganan skleritis sangat penting untuk melindungi kesehatan mata.

Skleritis Adalah Apa?

Skleritis adalah peradangan yang terjadi pada sklera, lapisan terluar mata yang berwarna putih. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung dan memberikan bentuk pada bola mata. Ketika sklera mengalami peradangan, struktur dan fungsi mata bisa terganggu secara signifikan.

Kondisi ini dibagi menjadi dua jenis utama berdasarkan lokasinya. Skleritis anterior terjadi di bagian depan mata dan lebih sering ditemukan. Sementara itu, skleritis posterior menyerang bagian belakang mata dan seringkali lebih sulit didiagnosis karena gejalanya yang kurang jelas di permukaan mata.

Gejala Skleritis yang Perlu Diwaspadai

Gejala skleritis bervariasi tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Namun, ada beberapa tanda umum yang mengindikasikan adanya peradangan pada sklera.

  • Nyeri Mata Mendalam: Rasa nyeri yang menusuk atau terasa sakit di dalam mata, terutama saat mata digerakkan. Nyeri ini bisa menyebar ke bagian wajah lainnya.
  • Kemerahan Parah pada Mata: Bagian putih mata (sklera) akan tampak sangat merah dan meradang. Kemerahan ini berbeda dengan mata merah biasa karena bersifat lebih intens dan terlokalisasi.
  • Pembengkakan Mata: Mata yang terkena skleritis mungkin terlihat bengkak. Pada skleritis anterior, dapat ditemukan pembengkakan atau benjolan kecil pada sklera.
  • Penurunan Penglihatan: Penglihatan bisa menjadi kabur, ganda, atau bahkan muncul kilatan cahaya. Gejala ini lebih umum terjadi pada skleritis posterior yang memengaruhi bagian belakang mata.

Segera periksakan diri ke dokter mata jika mengalami gejala-gejala tersebut. Deteksi dini dan penanganan yang cepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius.

Penyebab Skleritis

Berbagai faktor dapat memicu timbulnya skleritis. Mengenali penyebabnya membantu dokter dalam menentukan strategi penanganan yang paling tepat.

  • Penyakit Autoimun: Ini adalah penyebab paling umum. Kondisi seperti rheumatoid arthritis, lupus, skleroderma, dan granulomatosis dengan polyangiitis sering dikaitkan dengan skleritis. Sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri, termasuk sklera.
  • Infeksi: Beberapa jenis infeksi dapat memicu peradangan pada sklera. Infeksi bakteri, jamur, virus (misalnya herpes zoster), atau penyakit Lyme bisa menjadi pemicu skleritis.
  • Cedera Mata: Trauma langsung pada mata atau riwayat operasi mata sebelumnya dapat meningkatkan risiko skleritis. Cedera ini bisa merusak jaringan sklera dan memicu respons peradangan.
  • Obat-obatan Tertentu: Dalam kasus yang jarang, beberapa jenis obat-obatan dapat menyebabkan skleritis sebagai efek samping. Penting untuk memberitahu dokter tentang semua obat yang sedang dikonsumsi.

Penanganan Skleritis yang Efektif

Penanganan skleritis bertujuan untuk mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan mencegah kerusakan mata lebih lanjut. Pendekatan pengobatan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan kondisi.

  • Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID): Untuk kasus skleritis ringan, NSAID oral seperti ibuprofen dapat digunakan untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
  • Kortikosteroid: Obat ini sangat efektif dalam menekan peradangan. Kortikosteroid dapat diberikan secara oral, melalui suntikan di sekitar mata, atau dalam bentuk tetes mata.
  • Imunosupresan: Jika skleritis terkait dengan penyakit autoimun yang parah atau tidak merespons kortikosteroid, dokter mungkin meresepkan obat imunosupresan. Obat ini bekerja dengan menekan sistem kekebalan tubuh yang overaktif.
  • Antibiotik atau Antivirus: Apabila skleritis disebabkan oleh infeksi, antibiotik atau antivirus akan diberikan sesuai jenis infeksinya. Pengobatan infeksi sangat penting untuk menghentikan peradangan.
  • Pembedahan: Dalam kasus yang sangat jarang atau jika ada komplikasi serius seperti perforasi sklera, pembedahan mungkin diperlukan. Prosedur ini dilakukan untuk mencegah kehilangan penglihatan yang permanen.

Seluruh penanganan skleritis harus di bawah pengawasan ketat dokter mata. Kepatuhan terhadap regimen pengobatan sangat penting untuk mencapai hasil terbaik.

Pentingnya Diagnosis dan Penanganan Skleritis yang Cepat

Karena skleritis memiliki potensi untuk menyebabkan kerusakan mata yang parah dan bahkan kebutaan, diagnosis serta penanganan yang cepat oleh dokter mata adalah hal yang mutlak. Penundaan pengobatan dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang.

Pencegahan skleritis secara spesifik sulit dilakukan, terutama jika terkait dengan penyakit autoimun. Namun, pengelolaan penyakit autoimun yang mendasari secara efektif dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan. Lindungi mata dari cedera dan segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala mata yang mencurigakan.

Pertanyaan Umum Seputar Skleritis

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan mengenai kondisi peradangan sklera ini:

  • Apa perbedaan antara skleritis anterior dan posterior? Skleritis anterior terjadi di bagian depan mata, mudah terlihat dengan kemerahan dan nyeri. Skleritis posterior terjadi di bagian belakang mata, seringkali tanpa kemerahan yang jelas namun dapat menyebabkan gangguan penglihatan serius.
  • Apakah skleritis bisa sembuh total? Skleritis bisa dikelola dan gejalanya mereda dengan penanganan yang tepat. Namun, kekambuhan mungkin terjadi, terutama jika penyebabnya adalah penyakit autoimun yang mendasari. Penanganan jangka panjang seringkali diperlukan.
  • Kapan harus ke dokter jika curiga skleritis? Segera cari pertolongan medis jika mengalami nyeri mata yang parah, kemerahan intens, pembengkakan, atau perubahan penglihatan. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi.

Kesimpulan

Skleritis adalah kondisi mata serius yang memerlukan perhatian medis segera. Memahami skleritis adalah langkah awal untuk melindungi penglihatan. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, potensi kerusakan mata yang diakibatkannya dapat diminimalkan.

Jika mengalami gejala skleritis, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter mata. Melalui aplikasi Halodoc, dapat mencari dan membuat janji dengan dokter spesialis mata terpercaya. Dapatkan informasi lebih lanjut dan bantuan medis profesional untuk menjaga kesehatan mata.