
Skrofuloderma: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan TBC Kulit
Skrofuloderma: Gejala, Penyebab, Pengobatan & Pencegahan

Skrofuloderma: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan
Skrofuloderma adalah manifestasi tuberkulosis (TBC) pada kulit yang tergolong langka. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Skrofuloderma ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening yang kemudian pecah, membentuk luka bernanah (ulkus). Kondisi ini umumnya terjadi di area leher atau ketiak dan lebih sering menyerang individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pengobatan skrofuloderma serupa dengan TBC paru, yaitu menggunakan Obat Antituberkulosis (OAT) selama minimal 6 bulan.
Apa Itu Skrofuloderma?
Skrofuloderma merupakan infeksi TBC yang menyerang kulit, biasanya sebagai akibat penyebaran dari organ lain yang terinfeksi, seperti kelenjar getah bening atau tulang. Kondisi ini berbeda dengan TBC kulit primer yang terjadi akibat inokulasi langsung bakteri ke kulit.
Gejala Skrofuloderma
Gejala utama skrofuloderma meliputi:
- Benjolan lunak di bawah kulit, seringkali di leher, ketiak, atau pangkal paha.
- Pembengkakan benjolan yang disertai kemerahan, yang kemudian pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus).
- Luka (ulkus) dengan tepi berwarna merah kebiruan dan dinding bergaung.
Pada beberapa kasus, skrofuloderma juga dapat disertai dengan gejala TBC umum, seperti:
- Demam
- Batuk
- Keringat malam
- Penurunan berat badan
Penyebab Skrofuloderma
Skrofuloderma disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyebar dari organ dalam yang terinfeksi (seperti kelenjar getah bening atau tulang) ke kulit di atasnya. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, lebih rentan terhadap kondisi ini.
Diagnosis Skrofuloderma
Diagnosis skrofuloderma ditegakkan oleh dokter kulit melalui pemeriksaan klinis dan biopsi. Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari luka untuk diperiksa di laboratorium dan memastikan keberadaan bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Pengobatan Skrofuloderma
Pengobatan skrofuloderma menggunakan standar pengobatan TBC dengan Obat Antituberkulosis (OAT). Pengobatan biasanya berlangsung selama 6 bulan atau lebih. Jenis OAT yang umum digunakan meliputi:
- Rifampisin (R)
- Isoniazid (H)
- Pirazinamid (Z)
- Etambutol (E)
Penting untuk mematuhi jadwal dan dosis obat yang diresepkan oleh dokter untuk mencegah resistensi bakteri.
Pencegahan Skrofuloderma
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:
- Vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-Guérin) dapat membantu mencegah penyebaran infeksi TBC.
- Menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan berolahraga secara teratur.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Anda menemukan benjolan di bawah kulit yang mencurigakan, terutama jika disertai dengan gejala lain seperti demam, batuk, atau penurunan berat badan, segera konsultasikan dengan dokter. Diagnosis dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Dokter spesialis kulit (dermatolog) adalah ahli yang tepat untuk menangani kondisi ini.
Skrofuloderma memerlukan penanganan medis yang tepat dan kepatuhan terhadap pengobatan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai kesehatan kulit Anda. Dengan penanganan yang tepat, skrofuloderma dapat disembuhkan dan komplikasi dapat dicegah.


