Ad Placeholder Image

Sleep Regression: Kapan Terjadi & Cara Mengatasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Februari 2026

Sleep Regression: Kapan Terjadi & Cara Mengatasi?

Sleep Regression: Kapan Terjadi & Cara MengatasiSleep Regression: Kapan Terjadi & Cara Mengatasi

Apa Itu Sleep Regression?

“`
Sleep regression adalah kondisi ketika bayi atau balita yang sebelumnya memiliki pola tidur teratur, tiba-tiba mengalami gangguan tidur. Gangguan ini bisa berupa sering terbangun di malam hari, sulit tidur kembali, atau menolak tidur siang. Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan merupakan bagian normal dari perkembangan anak.

“`html

Usia Terjadinya Sleep Regression

“`
Sleep regression umumnya terjadi pada usia-usia tertentu, yaitu sekitar 4 bulan, 6 bulan, 8 bulan, 10 bulan, 12 bulan, 18 bulan, dan 2 tahun (24 bulan). Pada usia-usia ini, bayi dan balita mengalami perkembangan pesat dalam kemampuan motorik, kognitif, dan sosialnya.

“`html

Tanda dan Gejala Sleep Regression

“`
Berikut adalah beberapa tanda dan gejala umum dari sleep regression:

  • Sering terbangun di malam hari, padahal sebelumnya tidur nyenyak.
  • Sulit untuk tertidur kembali setelah terbangun.
  • Menolak atau melewatkan tidur siang.
  • Lebih rewel dan mudah menangis.
  • Perubahan nafsu makan.

“`html

Penyebab Sleep Regression

“`
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan sleep regression pada bayi dan balita, di antaranya:

* **Perkembangan Motorik dan Kognitif:** Bayi yang sedang belajar berguling, merangkak, duduk, atau berdiri mungkin akan lebih sering terbangun di malam hari untuk mempraktikkan keterampilan barunya. Perkembangan otak yang pesat juga dapat memengaruhi pola tidur.
* **Perubahan Struktur Tidur:** Pada usia sekitar 4 bulan, pola tidur bayi mulai berubah menjadi lebih mirip dengan orang dewasa, dengan siklus tidur yang lebih pendek dan fase tidur yang lebih ringan.
* **Tumbuh Gigi (Teething):** Rasa tidak nyaman akibat tumbuh gigi dapat mengganggu tidur bayi.
* **Perubahan Rutinitas:** Perubahan dalam rutinitas sehari-hari, seperti mulai masuk sekolah, bepergian, atau sakit, dapat memengaruhi pola tidur anak.

“`html

Cara Mengatasi Sleep Regression

“`
Meskipun sleep regression bisa membuat orang tua merasa lelah dan frustrasi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu bayi atau balita kembali tidur nyenyak:

* **Konsisten dengan Rutinitas Tidur:** Pertahankan rutinitas tidur yang konsisten setiap malam, seperti mandi air hangat, membacakan buku, atau menyanyikan lagu pengantar tidur. Rutinitas ini akan membantu bayi atau balita merasa rileks dan siap untuk tidur.
* **Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman:** Pastikan kamar tidur bayi gelap, tenang, dan memiliki suhu yang sejuk. Gunakan lampu tidur redup jika diperlukan.
* **Ajarkan Bayi untuk Tidur Sendiri:** Letakkan bayi di tempat tidurnya saat ia sudah mengantuk tetapi masih terjaga. Ini akan membantunya belajar untuk tertidur sendiri tanpa bantuan orang tua.
* **Bersabar dan Konsisten:** Ingatlah bahwa sleep regression adalah fase sementara. Tetaplah sabar dan konsisten dengan rutinitas tidur, dan berikan kenyamanan ekstra jika bayi atau balita membutuhkannya.

“`html

Kapan Harus ke Dokter?

“`
Sleep regression umumnya akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun, jika gangguan tidur berlangsung lebih dari 4 minggu atau disertai dengan gejala lain seperti demam, batuk, atau pilek, segera konsultasikan dengan dokter anak di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Download Halodoc sekarang juga!