Ad Placeholder Image

SNH ICD 10: Kode Infark Serebral (Stroke Iskemik)

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Februari 2026

SNH ICD 10: Kode Infark Serebral & Panduan Lengkap

SNH ICD 10: Kode Infark Serebral (Stroke Iskemik)SNH ICD 10: Kode Infark Serebral (Stroke Iskemik)

Stroke non-hemoragik (SNH) atau stroke iskemik terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat. Kondisi ini memerlukan diagnosis yang tepat, salah satunya dengan menggunakan kode ICD-10.

Apa Itu SNH ICD 10?

SNH ICD 10 adalah kode klasifikasi penyakit internasional (ICD-10) untuk stroke non-hemoragik atau stroke iskemik. ICD-10 merupakan sistem klasifikasi yang digunakan secara global untuk mendiagnosis dan mencatat kondisi kesehatan.

Pada kasus stroke iskemik, kode utama yang digunakan adalah I63 (Infark Serebral). Kode ini terbagi lagi menjadi beberapa subkategori yang lebih spesifik, tergantung pada penyebab dan lokasi infark (kerusakan jaringan otak akibat kekurangan suplai darah).

Kode yang sering digunakan untuk SNH yang tidak spesifik adalah I63.9 (Infark Serebral, tidak ditentukan). Kode ini menunjukkan adanya infark serebral, namun tanpa keterangan lebih lanjut mengenai penyebab atau lokasi spesifiknya.

Rincian Kode ICD-10 untuk Stroke Non-Hemoragik

Berikut adalah rincian kode ICD-10 untuk stroke non-hemoragik (iskemik) berdasarkan standar WHO:

  • I63.0-I63.9: Infark serebral (stroke iskemik/SNH).
  • I63.0: Infark serebral akibat trombosis arteri pra-serebral.
  • I63.1: Infark serebral akibat emboli arteri pra-serebral.
  • I63.3: Infark serebral akibat trombosis arteri serebral.
  • I63.4: Infark serebral akibat emboli arteri serebral.
  • I63.5: Infark serebral akibat emboli atau trombosis arteri serebral yang tidak ditentukan.
  • I63.9: Infark serebral, tidak spesifik (sering digunakan sebagai kode umum SNH).

Penting untuk membedakan SNH (I63) dari stroke hemoragik (perdarahan) yang menggunakan kode I61. Penggunaan kode I63* (termasuk subkategori) sebagai diagnosis utama sering digunakan untuk mengidentifikasi Acute Ischemic Stroke (AIS).

Catatan: ICD-10-CM (Clinical Modification) sering digunakan di berbagai fasilitas kesehatan.

Mengapa Kode ICD-10 Penting?

Kode ICD-10 memiliki beberapa fungsi penting dalam penanganan stroke, yaitu:

  • Standarisasi Diagnosis: Memastikan semua tenaga medis menggunakan bahasa yang sama dalam mendiagnosis stroke.
  • Pengumpulan Data: Memudahkan pengumpulan data statistik tentang kejadian stroke, yang berguna untuk penelitian dan perencanaan program kesehatan.
  • Klaim Asuransi: Diperlukan untuk pengajuan klaim asuransi kesehatan.
  • Manajemen Pasien: Membantu dalam manajemen pasien dan pengambilan keputusan klinis.

Gejala Stroke Non-Hemoragik

Gejala stroke non-hemoragik dapat bervariasi tergantung pada area otak yang terkena. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Kelemahan atau kelumpuhan pada wajah, lengan, atau kaki (biasanya pada satu sisi tubuh).
  • Kesulitan berbicara atau memahami perkataan.
  • Penglihatan kabur atau hilang.
  • Sakit kepala parah yang datang tiba-tiba.
  • Kehilangan keseimbangan atau koordinasi.

Jika seseorang menunjukkan gejala-gejala tersebut, segera cari pertolongan medis. Penanganan yang cepat dapat meminimalkan kerusakan otak dan meningkatkan peluang pemulihan.

Penyebab Stroke Non-Hemoragik

Stroke non-hemoragik disebabkan oleh penyumbatan aliran darah ke otak. Penyumbatan ini dapat disebabkan oleh:

  • Trombosis: Pembentukan gumpalan darah di dalam pembuluh darah otak.
  • Emboli: Gumpalan darah atau materi lain yang berasal dari bagian tubuh lain dan menyumbat pembuluh darah di otak.
  • Aterosklerosis: Penumpukan plak pada dinding pembuluh darah, yang dapat mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah.

Pengobatan Stroke Non-Hemoragik

Pengobatan stroke non-hemoragik bertujuan untuk memulihkan aliran darah ke otak secepat mungkin dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Obat-obatan trombolitik: Obat-obatan yang dapat melarutkan gumpalan darah (misalnya, alteplase). Obat ini harus diberikan dalam waktu singkat setelah gejala stroke muncul.
  • Prosedur endovaskular: Prosedur minimal invasif untuk mengangkat gumpalan darah dari pembuluh darah otak.
  • Obat-obatan antiplatelet atau antikoagulan: Obat-obatan untuk mencegah pembentukan gumpalan darah lebih lanjut.
  • Rehabilitasi: Terapi fisik, terapi okupasi, dan terapi wicara untuk membantu pasien memulihkan fungsi yang hilang akibat stroke.

Pencegahan Stroke Non-Hemoragik

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke non-hemoragik meliputi:

  • Mengontrol tekanan darah tinggi.
  • Menurunkan kadar kolesterol tinggi.
  • Berhenti merokok.
  • Mengelola diabetes.
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Menerapkan pola makan sehat.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala stroke, segera cari pertolongan medis. Waktu adalah faktor penting dalam penanganan stroke. Semakin cepat pengobatan diberikan, semakin besar peluang pemulihan.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter saraf di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Download Halodoc sekarang juga!