Ad Placeholder Image

SNH: Kenali Stroke Non Hemoragik, Penyebab dan Gejalanya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Februari 2026

SNH Adalah: Kenali Gejala & Penanganan Stroke Iskemik

SNH: Kenali Stroke Non Hemoragik, Penyebab dan GejalanyaSNH: Kenali Stroke Non Hemoragik, Penyebab dan Gejalanya

SNH Adalah: Memahami Lebih Dalam Tentang Stroke Non-Hemoragik

SNH adalah singkatan dari Stroke Non-Hemoragik, juga dikenal sebagai stroke iskemik. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat, menyebabkan sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Kekurangan suplai darah ini dapat menyebabkan kerusakan atau kematian sel-sel otak.

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling umum terjadi. Pemahaman yang baik tentang SNH sangat penting untuk pencegahan, pengenalan gejala, dan penanganan yang tepat.

Gejala Stroke Non-Hemoragik (SNH)

Gejala SNH muncul secara tiba-tiba dan bervariasi, tergantung pada area otak yang terkena. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh (wajah, lengan, atau kaki)
  • Wajah terlihat tidak simetris atau “mencong” saat tersenyum
  • Kesulitan berbicara atau memahami perkataan
  • Gangguan penglihatan (penglihatan ganda atau kehilangan penglihatan)
  • Pusing, kehilangan keseimbangan, atau koordinasi
  • Sakit kepala parah yang muncul tiba-tiba

Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala tersebut, meskipun hanya berlangsung sesaat. Ingatlah akronim SEGERA (Senyum tidak simetris, Gerak anggota tubuh melemah, Bicara pelo, dan segera ke Rumah Sakit).

Penyebab Stroke Non-Hemoragik

SNH disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Penyumbatan ini umumnya disebabkan oleh:

  • Trombosis: Pembentukan gumpalan darah di dalam pembuluh darah otak.
  • Embolisme: Gumpalan darah atau materi lain (seperti plak kolesterol) yang berasal dari bagian tubuh lain dan terbawa ke otak, menyumbat pembuluh darah di sana.
  • Aterosklerosis: Penumpukan plak kolesterol di dinding pembuluh darah, menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah.

Faktor Risiko Stroke Non-Hemoragik

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya SNH, antara lain:

  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Merokok
  • Obesitas
  • Gaya hidup kurang aktif
  • Riwayat keluarga dengan stroke
  • Usia lanjut
  • Penyakit jantung

Dengan mengidentifikasi dan mengelola faktor-faktor risiko ini, risiko terkena SNH dapat dikurangi.

Penanganan Stroke Non-Hemoragik

Penanganan SNH memerlukan tindakan medis darurat secepat mungkin. Semakin cepat penanganan diberikan, semakin besar peluang untuk meminimalkan kerusakan otak dan meningkatkan pemulihan. Beberapa metode penanganan meliputi:

  • Obat-obatan trombolitik: Obat yang dapat melarutkan gumpalan darah dan memulihkan aliran darah ke otak (efektif jika diberikan dalam waktu 3-4,5 jam setelah gejala muncul).
  • Trombektomi mekanik: Prosedur pengangkatan gumpalan darah secara mekanis dari pembuluh darah otak (dilakukan pada kasus tertentu).
  • Perawatan suportif: Pemberian oksigen, pengendalian tekanan darah, dan perawatan lain untuk menstabilkan kondisi pasien.

Setelah penanganan akut, rehabilitasi (seperti terapi fisik, terapi okupasi, dan terapi wicara) penting untuk membantu pasien memulihkan fungsi yang hilang.

Pencegahan Stroke Non-Hemoragik

Pencegahan SNH melibatkan perubahan gaya hidup dan pengelolaan kondisi medis yang mendasarinya:

  • Mengontrol tekanan darah
  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Mengelola diabetes
  • Berhenti merokok
  • Menjaga berat badan ideal
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur
  • Menerapkan pola makan sehat
  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter (jika diperlukan)

Diagnosis Stroke Non-Hemoragik

Diagnosis SNH biasanya melibatkan pemeriksaan fisik, evaluasi neurologis, dan pemeriksaan penunjang seperti:

  • CT scan kepala: Untuk melihat adanya perdarahan atau penyumbatan di otak.
  • MRI otak: Memberikan gambaran yang lebih detail tentang jaringan otak dan pembuluh darah.
  • Pemeriksaan pembuluh darah (seperti USG Doppler atau angiografi): Untuk mendeteksi penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah.

Kapan Harus ke Dokter?

SNH adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera. Jika mengalami gejala yang mengarah pada stroke, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk pemulihan yang optimal.

Jika memiliki faktor risiko stroke, konsultasikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan saran mengenai pencegahan dan pengelolaan kondisi medis yang mendasarinya.