Ad Placeholder Image

Spina: Arti, Jenis, dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Februari 2026

Spina: Arti, Jenis, dan Pengaruhnya pada Kesehatan!

Spina: Arti, Jenis, dan Pengaruhnya Bagi KesehatanSpina: Arti, Jenis, dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan

Berikut adalah artikel tentang Spina:

Spina: Definisi, Jenis, Penyebab, dan Penanganannya

Spina adalah istilah yang memiliki beberapa makna tergantung konteksnya. Dalam bidang medis, “spina” paling sering merujuk pada spina bifida, yaitu kelainan bawaan pada tulang belakang. Selain itu, “spina” juga bisa merujuk pada duri tumbuhan atau mata uang virtual dalam game online. Artikel ini akan membahas spina bifida secara mendalam.

Apa Itu Spina Bifida?

Spina bifida adalah cacat lahir yang terjadi ketika tulang belakang dan sumsum tulang belakang tidak menutup sepenuhnya selama kehamilan. Kondisi ini termasuk dalam kelompok kelainan yang disebut cacat tabung saraf. Tingkat keparahan spina bifida bervariasi, dari yang ringan tanpa gejala hingga yang berat menyebabkan disabilitas signifikan.

Jenis-Jenis Spina Bifida

Terdapat beberapa jenis spina bifida, antara lain:

  • Spina Bifida Occulta: Ini adalah jenis yang paling ringan. Biasanya tidak ada celah yang terlihat pada punggung bayi, tetapi mungkin ada tanda seperti rambut atau tanda lahir di area tersebut. Spina bifida occulta seringkali tidak menimbulkan gejala dan mungkin tidak terdeteksi sampai dewasa.
  • Meningokel: Pada meningokel, selaput pelindung di sekitar sumsum tulang belakang (meninges) keluar melalui celah di tulang belakang. Meninges ini membentuk kantung berisi cairan yang terlihat di punggung bayi. Biasanya, sumsum tulang belakang tidak terlibat dan dapat berkembang secara normal.
  • Mielomeningokel: Ini adalah jenis spina bifida yang paling parah. Sumsum tulang belakang keluar melalui celah di tulang belakang dan membentuk kantung di punggung bayi. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah neurologis, termasuk kelemahan atau kelumpuhan kaki, masalah usus dan kandung kemih, serta hidrosefalus (penumpukan cairan di otak).

Gejala Spina Bifida

Gejala spina bifida bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kelainan tersebut. Beberapa gejala yang mungkin timbul meliputi:

  • Pada Spina Bifida Occulta: Seringkali tidak ada gejala.
  • Pada Meningokel: Kantung berisi cairan di punggung.
  • Pada Mielomeningokel:
    • Kantung berisi cairan dan jaringan saraf di punggung.
    • Kelemahan atau kelumpuhan pada kaki.
    • Masalah usus dan kandung kemih.
    • Hidrosefalus.
    • Deformitas tulang belakang, seperti skoliosis.

Penyebab Spina Bifida

Penyebab pasti spina bifida belum diketahui, tetapi kombinasi faktor genetik dan lingkungan diduga berperan. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya spina bifida meliputi:

  • Kekurangan Asam Folat: Kekurangan asam folat selama kehamilan dapat meningkatkan risiko spina bifida.
  • Riwayat Keluarga: Memiliki riwayat keluarga dengan spina bifida atau cacat tabung saraf lainnya dapat meningkatkan risiko.
  • Diabetes: Ibu yang menderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan spina bifida.
  • Obesitas: Obesitas pada ibu juga dikaitkan dengan peningkatan risiko spina bifida.
  • Obat-obatan Tertentu: Beberapa obat-obatan, seperti obat anti-kejang tertentu, dapat meningkatkan risiko spina bifida jika dikonsumsi selama kehamilan.

Pengobatan Spina Bifida

Pengobatan spina bifida tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisi tersebut.

  • Spina Bifida Occulta: Biasanya tidak memerlukan pengobatan.
  • Meningokel: Biasanya memerlukan operasi untuk menutup celah di tulang belakang dan mengembalikan meninges ke posisi yang benar.
  • Mielomeningokel: Memerlukan penanganan komprehensif yang melibatkan berbagai spesialis. Operasi dilakukan untuk menutup celah di tulang belakang dan melindungi sumsum tulang belakang. Terapi fisik dan okupasi dapat membantu meningkatkan kekuatan dan mobilitas.

Bayi dengan mielomeningokel seringkali memerlukan perawatan seumur hidup untuk mengatasi komplikasi seperti masalah usus dan kandung kemih, hidrosefalus, dan masalah ortopedi.

Pencegahan Spina Bifida

Wanita yang berencana hamil dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen asam folat setiap hari, setidaknya satu bulan sebelum konsepsi dan selama trimester pertama kehamilan. Asam folat membantu mencegah cacat tabung saraf, termasuk spina bifida. Selain itu, penting untuk menjaga berat badan yang sehat, mengelola diabetes (jika ada), dan menghindari obat-obatan yang dapat meningkatkan risiko spina bifida.

Rekomendasi Medis di Halodoc

Jika memiliki kekhawatiran tentang spina bifida atau faktor risiko yang terkait, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc. Dokter dapat memberikan informasi lebih lanjut, melakukan pemeriksaan yang diperlukan, dan memberikan rekomendasi yang sesuai. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu meningkatkan kualitas hidup anak dengan spina bifida.