Ad Placeholder Image

SpO2: Kenali Kadar Oksigen dalam Darah dan Fungsinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Februari 2026

SpO2: Kadar Oksigen dalam Darah, Pentingkah?

SpO2: Kenali Kadar Oksigen dalam Darah dan FungsinyaSpO2: Kenali Kadar Oksigen dalam Darah dan Fungsinya

Saturasi oksigen perifer atau SpO2 adalah ukuran penting untuk mengetahui seberapa baik oksigen dialirkan ke seluruh tubuh. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

Apa Itu SpO2?

SpO2 (Saturasi Oksigen Perifer) adalah persentase oksigen dalam darah. Secara sederhana, SpO2 menunjukkan seberapa banyak oksigen yang dibawa oleh sel darah merah dari paru-paru ke seluruh tubuh. Pengukuran ini menjadi indikator penting dalam menilai fungsi pernapasan dan kardiovaskular seseorang.

Alat yang digunakan untuk mengukur SpO2 disebut pulse oximeter (oksimeter nadi). Alat ini umumnya dipasang di jari tangan atau kaki, bahkan ada yang terintegrasi di smartwatch. Oksimeter nadi bekerja dengan memancarkan cahaya melalui kulit dan mengukur berapa banyak cahaya yang diserap oleh darah. Perbedaan penyerapan cahaya inilah yang digunakan untuk menghitung persentase oksigen dalam darah.

Berapa Nilai Normal SpO2?

Nilai SpO2 normal berada di antara 95% hingga 100%. Artinya, sebagian besar sel darah merah membawa oksigen yang cukup. Namun, nilai normal ini dapat sedikit berbeda tergantung pada kondisi kesehatan dan usia seseorang.

Jika hasil pengukuran SpO2 menunjukkan angka di bawah 95%, kondisi ini disebut hipoksemia. Hipoksemia ringan berada di kisaran 90-94% dan memerlukan perhatian medis, terutama jika disertai gejala seperti sesak napas, nyeri dada, atau kebingungan. Nilai SpO2 di bawah 90% dianggap sebagai hipoksemia berat dan memerlukan penanganan medis segera.

Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi SpO2?

Beberapa faktor dapat memengaruhi hasil pengukuran SpO2, antara lain:

  • Ketinggian tempat: Kadar oksigen di udara lebih rendah pada ketinggian yang lebih tinggi, sehingga dapat menurunkan SpO2.
  • Posisi tubuh: Berbaring dapat sedikit menurunkan SpO2 dibandingkan dengan posisi duduk atau berdiri.
  • Aktivitas fisik: Olahraga berat dapat meningkatkan kebutuhan oksigen tubuh dan memengaruhi SpO2.
  • Suhu tubuh: Suhu tubuh yang ekstrem (terlalu panas atau terlalu dingin) dapat memengaruhi aliran darah dan hasil pengukuran SpO2.
  • Kondisi medis: Penyakit paru-paru (PPOK, asma, pneumonia), penyakit jantung, dan anemia dapat menyebabkan penurunan SpO2.

Kapan Sebaiknya Memeriksa SpO2?

Pemeriksaan SpO2 penting dilakukan pada kondisi-kondisi berikut:

  • Memiliki penyakit pernapasan kronis seperti PPOK atau asma.
  • Mengalami gejala gangguan pernapasan seperti sesak napas, batuk, atau mengi.
  • Memiliki penyakit jantung.
  • Menderita anemia.
  • Setelah terpapar asap atau polusi udara.
  • Selama atau setelah aktivitas fisik yang berat.
  • Saat mendaki gunung atau berada di tempat yang tinggi.
  • Memantau kondisi pasien COVID-19.

Bagaimana Cara Meningkatkan SpO2?

Jika hasil pengukuran SpO2 rendah, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkannya, di antaranya:

  • Duduk tegak atau berdiri untuk membantu paru-paru mengembang dengan lebih baik.
  • Lakukan latihan pernapasan dalam untuk meningkatkan efisiensi pertukaran oksigen.
  • Pastikan ventilasi udara di ruangan baik.
  • Hindari paparan asap rokok dan polusi udara.
  • Jika memiliki penyakit pernapasan, ikuti rencana pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter.

Penting untuk diingat bahwa SpO2 hanyalah salah satu parameter dalam menilai kesehatan. Jika memiliki kekhawatiran tentang kadar oksigen dalam darah, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan terkait dengan kadar oksigen dalam darah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc. Penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut.