
Spondyloarthritis: Gejala, Jenis, dan Pengobatan Lengkap
Spondyloarthritis: Gejala, Jenis, & Pengobatan

Spondyloarthritis Adalah: Pengertian, Gejala, dan Penanganannya
Spondyloarthritis (spondyloartritis) adalah kelompok penyakit radang sendi kronis yang terutama menyerang tulang belakang dan sendi sakroiliaka (panggul). Kondisi ini menyebabkan nyeri punggung kronis dan kekakuan. Peradangan juga dapat memengaruhi sendi perifer, tendon/ligamen (entesitis), kulit (psoriasis), mata, atau usus. Sering kali, spondyloarthritis dikaitkan dengan gen HLA-B27.
Seseorang yang mengalami spondyloarthritis membutuhkan diagnosis dari dokter reumatologi untuk penanganan yang tepat. Tujuannya untuk menghindari komplikasi jangka panjang.
Gejala Spondyloarthritis yang Perlu Diwaspadai
Gejala utama spondyloarthritis meliputi:
- Nyeri punggung bawah atau bokong yang bersifat inflamasi (nyeri membaik dengan aktivitas, memburuk saat istirahat).
- Kaku di pagi hari selama lebih dari 30 menit.
- Kelelahan.
Gejala lain yang mungkin muncul meliputi:
- Nyeri dan bengkak pada sendi-sendi lain, seperti lutut, pergelangan kaki, atau jari-jari.
- Entesitis (peradangan pada tempat tendon dan ligamen menempel pada tulang).
- Peradangan mata (uveitis).
- Masalah pencernaan, seperti diare atau sakit perut.
- Ruam kulit (psoriasis).
Jenis-jenis Spondyloarthritis
Spondyloarthritis memiliki beberapa jenis utama, di antaranya:
- Spondiloartritis Aksial (axSpA): Jenis ini terutama memengaruhi tulang belakang dan sendi sakroiliaka. axSpA terbagi lagi menjadi:
- Ankylosing Spondylitis: Kerusakan sendi terlihat pada pemeriksaan Rontgen.
- Non-radiographic axial SpA: Kerusakan sendi terlihat pada pemeriksaan MRI, tetapi tidak pada Rontgen.
- Artritis Psoriatik: Terkait dengan penyakit kulit psoriasis.
- Artritis Reaktif: Radang sendi akibat infeksi di bagian tubuh lain.
- Artritis Enteropatik: Berkaitan dengan penyakit radang usus (IBD).
Penyebab dan Faktor Risiko Spondyloarthritis
Penyebab pasti spondyloarthritis belum diketahui sepenuhnya. Namun, faktor genetik berperan penting dalam perkembangan penyakit ini. Gen HLA-B27 sering dikaitkan dengan spondyloarthritis, meskipun tidak semua orang dengan gen ini akan mengembangkan penyakit tersebut.
Faktor risiko lain yang dapat meningkatkan risiko terkena spondyloarthritis meliputi:
- Usia muda (di bawah 45 tahun).
- Riwayat keluarga dengan spondyloarthritis.
- Infeksi tertentu.
Diagnosis Spondyloarthritis
Diagnosis spondyloarthritis melibatkan evaluasi medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan gejala yang dialami. Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan sendi, tulang belakang, dan mata. Pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan meliputi:
- Rontgen tulang belakang dan panggul.
- MRI tulang belakang dan panggul.
- Tes darah untuk memeriksa kadar inflamasi dan keberadaan gen HLA-B27.
Pilihan Pengobatan untuk Spondyloarthritis
Pengobatan spondyloarthritis bertujuan untuk mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan mencegah kerusakan sendi lebih lanjut. Pilihan pengobatan meliputi:
- Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk meredakan nyeri dan peradangan.
- Terapi biologis, seperti penghambat TNF atau penghambat IL-17, untuk mengurangi peradangan.
- Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dalam jangka pendek.
- Obat-obatan untuk mengatasi gejala lain, seperti psoriasis atau peradangan mata.
- Fisioterapi dan olahraga rutin untuk menjaga fleksibilitas tulang belakang dan memperkuat otot-otot di sekitarnya.
Pencegahan dan Manajemen Spondyloarthritis
Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah spondyloarthritis, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengelola kondisi ini dan mencegah komplikasi lebih lanjut:
- Berhenti merokok.
- Menjaga berat badan yang sehat.
- Berolahraga secara teratur.
- Makan makanan yang sehat dan seimbang.
- Menghindari stres.
- Memeriksakan diri ke dokter secara teratur.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala-gejala spondyloarthritis, terutama nyeri punggung bawah yang kronis dan kaku di pagi hari. Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mencegah kerusakan sendi lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup.
Rekomendasi dari Halodoc
Jika mengalami gejala spondyloarthritis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter reumatologi melalui aplikasi Halodoc. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, kualitas hidup dapat ditingkatkan dan komplikasi jangka panjang dapat dicegah. Download Halodoc sekarang untuk konsultasi yang lebih mudah dan nyaman!


