Ad Placeholder Image

Spondyloarthritis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Maret 2026

Spondyloarthritis: Radang Sendi Tulang Belakang Kronis

Spondyloarthritis: Gejala, Penyebab, dan Cara MengatasinyaSpondyloarthritis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Spondyloarthritis?

Spondyloarthritis adalah sekelompok penyakit radang sendi kronis yang utamanya menyerang tulang belakang dan sendi sakroiliaka, yaitu sendi di bagian panggul. Kondisi ini seringkali menyebabkan nyeri punggung kronis dan kekakuan yang signifikan. Peradangan tidak hanya terbatas pada area tersebut, namun juga bisa memengaruhi sendi-sendi di bagian tubuh lain (sendi perifer).

Selain itu, peradangan juga dapat terjadi pada area perlekatan tendon atau ligamen ke tulang, yang dikenal sebagai entesitis. Beberapa penderita spondyloarthritis juga mengalami gejala pada kulit, seperti psoriasis, mata, atau bahkan usus. Hubungan genetik, terutama dengan gen HLA-B27, sering ditemukan pada individu dengan spondyloarthritis.

Gejala Spondyloarthritis yang Perlu Diwaspadai

Mengenali gejala awal spondyloarthritis sangat penting untuk diagnosis dini. Gejala utama yang sering muncul adalah nyeri punggung bawah atau bokong. Nyeri ini memiliki karakteristik inflamasi, artinya akan membaik dengan aktivitas fisik dan cenderung memburuk saat beristirahat.

Kekakuan pada pagi hari yang berlangsung lebih dari 30 menit juga menjadi indikator kuat. Selain itu, penderita sering merasakan kelelahan yang signifikan, bahkan tanpa aktivitas berat. Gejala-gejala ini umumnya mulai muncul pada usia muda, yaitu di bawah 45 tahun.

Jenis-jenis Spondyloarthritis

Spondyloarthritis memiliki beberapa sub-jenis yang berbeda, namun memiliki karakteristik umum yang serupa. Memahami jenis-jenis ini membantu dalam diagnosis dan penanganan yang lebih spesifik. Berikut adalah beberapa jenis utamanya:

  • Spondiloartritis Aksial (axSpA): Jenis ini secara khusus menyerang tulang belakang dan sendi sakroiliaka. Spondiloartritis aksial dibagi lagi menjadi:
    • Ankylosing Spondylitis (AS): Peradangan terlihat jelas pada pemeriksaan rontgen, sering kali menyebabkan kerusakan tulang yang progresif.
    • Non-radiographic axial SpA (nr-axSpA): Peradangan tidak terlihat pada rontgen, namun dapat dideteksi melalui pemeriksaan MRI yang lebih sensitif.
  • Artritis Psoriatik: Jenis ini berkaitan erat dengan psoriasis, yaitu penyakit kulit autoimun yang menyebabkan bercak merah bersisik. Penderita artritis psoriatik dapat mengalami peradangan sendi bersamaan dengan masalah kulit.
  • Artritis Reaktif: Kondisi ini muncul sebagai reaksi terhadap infeksi di bagian tubuh lain, seperti infeksi saluran kemih atau pencernaan. Radang sendi terjadi beberapa minggu setelah infeksi awal dan seringkali bersifat sementara.
  • Artritis Enteropatik: Spondiloartritis jenis ini berkaitan dengan penyakit radang usus (IBD), seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif. Peradangan sendi terjadi bersamaan dengan gejala pencernaan dan dapat memburuk saat kondisi usus meradang.

Penyebab dan Faktor Risiko Spondyloarthritis

Penyebab pasti spondyloarthritis belum sepenuhnya dipahami, namun faktor genetik memainkan peran penting. Kehadiran gen HLA-B27 sangat sering dikaitkan dengan risiko pengembangan kondisi ini. Meskipun demikian, tidak semua individu dengan gen HLA-B27 akan mengalami spondyloarthritis.

Selain faktor genetik, ada kemungkinan kombinasi faktor lingkungan atau pemicu tertentu dapat memicu timbulnya penyakit pada individu yang rentan. Kondisi ini juga umumnya menyerang orang-orang muda di bawah usia 45 tahun. Pada kasus yang parah, spondyloarthritis dapat menyebabkan penyatuan tulang belakang, sehingga membatasi gerakan dan kelenturan secara signifikan.

Diagnosis dan Pengobatan Spondyloarthritis

Diagnosis spondyloarthritis memerlukan pemeriksaan oleh dokter reumatologi, seorang spesialis dalam penyakit sendi dan jaringan ikat. Dokter akan melakukan evaluasi berdasarkan gejala yang dialami, riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti tes darah dan pencitraan (rontgen atau MRI). Penanganan yang tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

Tujuan utama pengobatan adalah mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan menjaga fungsi sendi. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS): Obat-obatan seperti ibuprofen atau naproxen sering menjadi lini pertama untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Penggunaannya harus sesuai anjuran dokter untuk menghindari efek samping.
  • Terapi Biologis: Untuk kasus yang lebih parah atau tidak merespons OAINS, terapi biologis seperti inhibitor TNF dapat direkomendasikan. Obat ini bekerja menargetkan protein spesifik dalam sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan peradangan, sehingga efektif dalam mengendalikan penyakit.
  • Latihan Fisik dan Fisioterapi: Olahraga rutin yang disesuaikan, terutama yang berfokus pada peregangan dan penguatan otot, sangat penting untuk menjaga fleksibilitas tulang belakang dan sendi lainnya. Fisioterapi dapat membantu mengembangkan program latihan yang tepat dan aman.

Pencegahan Komplikasi Spondyloarthritis

Meskipun spondyloarthritis tidak dapat dicegah secara total karena faktor genetik yang kuat, pencegahan komplikasi jangka panjang sangat mungkin dilakukan. Kunci utamanya adalah diagnosis dini dan penanganan yang konsisten. Dengan mengelola peradangan secara efektif, risiko kerusakan sendi permanen, terutama penyatuan tulang belakang, dapat diminimalkan.

Gaya hidup sehat, termasuk olahraga teratur yang sesuai dan menghindari kebiasaan yang dapat memperparah peradangan, juga berperan penting. Kepatuhan terhadap rencana pengobatan yang diresepkan oleh dokter reumatologi adalah langkah paling krusial untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah kondisi memburuk.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika mengalami nyeri punggung bawah kronis yang membaik dengan aktivitas namun memburuk saat istirahat, terutama disertai kekakuan pagi hari lebih dari 30 menit, konsultasi medis sangat dianjurkan. Munculnya gejala lain seperti nyeri sendi perifer, masalah kulit psoriasis, peradangan mata, atau masalah pencernaan juga menjadi tanda untuk segera mencari bantuan profesional.

Diagnosis dan penanganan oleh dokter reumatologi sedini mungkin akan memberikan hasil terbaik. Halodoc menyediakan akses mudah untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis guna mendapatkan penanganan yang tepat dan akurat terkait spondyloarthritis. Jangan tunda untuk mendapatkan evaluasi medis demi kesehatan sendi dan kualitas hidup yang lebih baik.