Ad Placeholder Image

Spurling Test: Begini Cara Deteksi Saraf Terjepit Leher

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 April 2026

Spurling Test: Cara Dokter Deteksi Saraf Terjepit Leher

Spurling Test: Begini Cara Deteksi Saraf Terjepit LeherSpurling Test: Begini Cara Deteksi Saraf Terjepit Leher

Apa Itu Spurling Test? Mengenali Saraf Terjepit di Leher

Spurling test adalah pemeriksaan fisik provokatif yang umum dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis kondisi radikulopati servikal. Radikulopati servikal, atau lebih dikenal sebagai saraf terjepit di leher, terjadi ketika akar saraf di tulang belakang leher mengalami kompresi. Tes ini membantu dokter memastikan apakah nyeri yang dialami pasien berasal dari masalah kompresi saraf. Selain dikenal dengan nama Spurling’s maneuver, tes ini juga sering disebut sebagai cervical compression test atau foraminal compression test.

Tujuan Melakukan Spurling Test

Tujuan utama dari Spurling test adalah untuk menilai apakah keluhan nyeri leher yang dirasakan disebabkan oleh kompresi akar saraf di tulang belakang servikal. Dengan kata lain, tes ini membantu membedakan nyeri leher biasa dari nyeri yang disebabkan oleh saraf terjepit. Identifikasi dini penting untuk menentukan rencana penanganan yang tepat bagi pasien. Pemeriksaan ini merupakan langkah awal dalam mengevaluasi kondisi leher dan potensi masalah saraf.

Prosedur Pelaksanaan Spurling Test

Prosedur Spurling test melibatkan serangkaian gerakan leher yang dirancang untuk memprovokasi gejala jika ada kompresi saraf. Pemeriksa akan memiringkan kepala pasien ke sisi yang sakit, yang disebut juga lateral fleksi. Selanjutnya, kepala pasien akan diekstensi atau dirotasi ke arah yang sama. Terakhir, pemeriksa akan memberikan tekanan ringan ke bawah secara aksial pada kepala pasien. Seluruh tahapan ini dilakukan secara hati-hati untuk mengamati reaksi dan keluhan nyeri yang muncul.

Interpretasi Hasil Spurling Test

Hasil Spurling test dianggap positif jika tindakan tersebut menyebabkan atau memperburuk nyeri, kesemutan, atau mati rasa yang menjalar ke lengan atau tangan pasien. Sensasi menjalar ini dikenal sebagai nyeri radikuler, yang mengindikasikan adanya kompresi pada akar saraf. Tes ini memiliki spesifisitas yang tinggi, sekitar 93%, artinya jika hasilnya positif, kemungkinan besar pasien memang mengalami radikulopati servikal. Namun, sensitivitasnya rendah, sekitar 30%, sehingga hasil negatif tidak sepenuhnya menyingkirkan kemungkinan saraf terjepit.

Kapan Spurling Test Dilakukan?

Spurling test dilakukan ketika seseorang mengeluhkan nyeri leher yang disertai dengan gejala menjalar ke lengan atau tangan. Gejala tersebut bisa berupa kesemutan, mati rasa, atau kelemahan otot. Kondisi ini sering kali dicurigai sebagai saraf terjepit atau radikulopati servikal. Dokter akan mempertimbangkan tes ini sebagai bagian dari pemeriksaan fisik awal untuk membantu mempersempit diagnosis. Pertimbangan untuk melakukan tes ini didasarkan pada riwayat medis dan gejala klinis pasien.

Pemeriksaan Lanjutan Setelah Spurling Test

Jika hasil Spurling test positif dan kuat mengindikasikan adanya kompresi akar saraf, dokter kemungkinan akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang lebih lanjut. Salah satu pemeriksaan yang sering dirujuk adalah pencitraan resonansi magnetik (MRI). MRI dapat memberikan gambaran detail tentang struktur tulang belakang, jaringan lunak, dan akar saraf. Hasil MRI dapat mengonfirmasi diagnosis radikulopati servikal serta mengidentifikasi penyebab pasti kompresi saraf, seperti hernia diskus atau penyempitan foramen.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Spurling test adalah alat diagnostik penting untuk membantu dokter mengidentifikasi radikulopati servikal, atau saraf terjepit di leher. Meskipun memiliki spesifisitas tinggi, tes ini perlu dikombinasikan dengan pemeriksaan fisik menyeluruh dan, jika perlu, pemeriksaan penunjang seperti MRI. Bagi individu yang mengalami nyeri leher disertai gejala menjalar ke lengan atau tangan, sangat penting untuk tidak mengabaikannya. Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana penanganan yang tepat. Melalui platform Halodoc, masyarakat dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter spesialis secara *online* atau membuat janji temu di fasilitas kesehatan terdekat, serta memperoleh informasi kesehatan terpercaya.