Ad Placeholder Image

Stetoskop: Mengenal Bagian-Bagiannya dan Fungsinya

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Februari 2026

Stetoskop umumnya terdiri dari head piece, tubing dan ear piece.

Stetoskop: Mengenal Bagian-Bagiannya dan FungsinyaStetoskop: Mengenal Bagian-Bagiannya dan Fungsinya

DAFTAR ISI

  1. Apa Itu Stetoskop?
  2. Fungsi Stetoskop
  3. Bagian-Bagian Stetoskop
  4. Jenis-Jenis Stetoskop
  5. Tips Memilih Stetoskop
  6. Harga Stetoskop di Indonesia
  7. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Harga Stetoskop

Stetoskop adalah sebuah alat medis untuk mendengarkan suara di dalam tubuh yang dihasilkan organ-organ vital. Alat ini sudah dikenal luas bahkan menjadi simbol profesi kedokteran.

Dengan mendengarkan suara-suara organ, dokter bisa melakukan diagnosis yang lebih akurat. Mari ketahui lebih dalam fungsi dan bagian-bagian dari stetoskop berikut ini. 

Apa Itu Stetoskop?

Stetoskop adalah alat medis yang dirancang untuk mendengarkan suara-suara biologis di dalam tubuh. Suara ini contohnya detak jantung, suara napas, maupun suara dari organ lainnya. 

Nah, setoskop modern umumnya terdiri dari dua bagian utama, yakni bagian yang ditempatkan pada tubuh pasien (head piece) dan bagian yang dipegang oleh dokter (tubing dan ear pieces). 

Ada dua jenis stetoskop yang paling umum, yaitu analog dan digital. Namun, ada juga stetoskop spesialis yang dirancang untuk penggunaan tertentu, seperti stetoskop pediatrik untuk anak-anak.

Fungsi Stetoskop

Fungsi utama stetoskop adalah untuk mendengarkan suara-suara di dalam tubuh yang dapat membantu dalam proses diagnosis medis.

Berikut adalah beberapa fungsi lain yang perlu kamu ketahui:

1. Mendengarkan detak jantung

Dokter dapat mendengar masing-masing detak jantung, mendeteksi irama jantung yang tidak normal, serta mengidentifikasi suara tambahan yang mungkin menunjukkan adanya masalah kardiovaskular dengan alat ini.

Melansir dari studi yang dipublikasikan dalam Biomedical Engineering Online, auskultasi jantung, yang didefinisikan sebagai mendengarkan dan menginterpretasikan bunyi jantung, telah menjadi metode yang sangat penting untuk diagnosis dini penyakit jantung dengan menangkap bunyi jantung yang abnormal.

2. Memeriksa suara napas

Stetoskop memungkinkan dokter untuk mendengarkan suara pernapasan dari pasien, seperti suara wheezing atau crackles, yang dapat menunjukkan masalah pada paru-paru atau saluran pernapasan.

3. Mendengarkan suara perut

Suara dari usus juga dapat didengarkan melalui stetoskop. Hal ini bisa membantu dokter mengevaluasi kesehatan pencernaan dan mendeteksi adanya obstruksi atau masalah lain.

4. Mendeteksi suara lain

Selain fungsi di atas, stetoskop juga bisa digunakan untuk mendengar suara lain yang mungkin mengindikasikan kondisi medis tertentu, seperti suara abnormal dari pembuluh darah.

Selain stetoskop, ketahui informasi lain seputar Pengetahuan Umum – Arti, Topik, Manfaat & Cara Memperluas Wawasan berikut ini.

Bagian-Bagian Stetoskop

Stetoskop terdiri dari beberapa bagian yang punya fungsi tersendiri. Berikut adalah bagian-bagian utama dari stetoskop:

Bagian-Bagian Stetoskop

1. Head Piece

Bagian ini terletak di ujung stetoskop yang diletakkan di tubuh pasien. Head piece biasanya terdiri dari dua bagian, yaitu diafragma dan bell. 

Diafragma berfungsi untuk mendengarkan suara frekuensi tinggi, sedangkan bell menangkap suara frekuensi rendah.

2. Tubing

Bagian ini terhubung antara head piece dan ear pieces. Tubing berfungsi untuk mentransmisikan suara dari kepala stetoskop ke telinga dokter.

Panjang dan ketebalan tubing dapat mempengaruhi kualitas suara yang ditangkap.

3. Ear Pieces

Seperti namanya, bagian ini dimasukkan ke telinga dokter. Ear pieces dirancang agar nyaman dipakai dan dapat membuat seal yang baik untuk mendengarkan suara dengan jelas. 

Desain ear pieces sering kali ergonomis untuk mengurangi ketidaknyamanan saat digunakan dalam waktu lama.

Jika mengalami gejala medis, Ini Rekomendasi Dokter Umum di Halodoc yang Bisa Dihubungi.

4. Klip 

Tidak semua stetoskop memiliki klip. Jika ada, bagian ini berfungsi untuk menahan stetoskop di saku dokter saat tidak digunakan, sehingga memudahkan akses dan menjaga alat tetap bersih.

5. Pipa penghubung 

Beberapa model stetoskop memiliki pipa penghubung yang dapat membantu dalam menggunakan alat pada pasien dengan keperluan khusus, seperti pasien yang lebih besar atau memiliki hambatan fisik.

Jenis-Jenis Stetoskop

Stetoskop dapat dikategorikan berdasarkan desain dan fungsinya:

  • Stetoskop akustik (manual): Jenis yang paling umum, bekerja dengan menyalurkan suara melalui tabung berisi udara. Model kepala ganda memiliki diafragma dan bell.
  • Stetoskop elektronik: Menggunakan elektronik untuk memperkuat suara tubuh. Berguna di lingkungan bising atau untuk mendeteksi suara halus. Beberapa model dapat terhubung dengan headphone.
  • Stetoskop khusus: Dirancang untuk spesialisasi tertentu, seperti stetoskop pediatrik dengan chest piece yang lebih kecil, atau stetoskop kardiologi untuk isolasi suara jantung yang optimal.

Tips Memilih Stetoskop

Memilih stetoskop yang tepat memerlukan pertimbangan beberapa faktor:

  • Kualitas akustik: Pilih stetoskop dengan kualitas akustik yang baik untuk memastikan suara terdengar jelas.
  • Kenyamanan: Pastikan earpiece nyaman digunakan dalam waktu lama.
  • Spesialisasi: Pilih stetoskop yang sesuai dengan bidang spesialisasi kamu (misalnya, kardiologi atau pediatri).
  • Anggaran: Sesuaikan pilihan dengan anggaran yang tersedia.

Harga Stetoskop di Indonesia

Pertanyaan “Harga stetoskop berapa?” sering muncul, terutama bagi pelajar medis atau tenaga kesehatan yang ingin memiliki alat diagnostik pribadi.

Harga stetoskop di pasaran Indonesia sangat bervariasi, dipengaruhi oleh merek, jenis, material, dan fitur teknologi yang ditawarkan. Konsumen dapat menemukan pilihan mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

Secara umum, stetoskop dasar dan terjangkau dapat ditemukan dalam kisaran Rp 35.000 hingga Rp 80.000.

Sementara itu, stetoskop dengan profil tinggi dan kualitas profesional dapat berkisar antara Rp 800.000 hingga lebih dari Rp 2.000.000, bahkan mencapai Rp 5.000.000+ tergantung model dan fitur.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Harga Stetoskop

Beberapa elemen kunci yang menentukan harga stetoskop meliputi:

  • Merek: Merek ternama seperti 3M Littmann, MDF Instruments, atau Riester umumnya memiliki harga lebih tinggi karena reputasi, kualitas material, dan riset pengembangan yang dilakukan.
  • Material: Stetoskop yang terbuat dari stainless steel berkualitas tinggi akan lebih mahal dibandingkan dengan yang terbuat dari aluminium atau material ringan lainnya. Stainless steel menawarkan konduktivitas suara yang lebih baik dan daya tahan.
  • Jenis stetoskop: Stetoskop elektronik dengan teknologi amplifikasi suara dan fitur perekaman akan jauh lebih mahal daripada stetoskop akustik standar.
  • Fitur tambahan: Beberapa stetoskop dilengkapi dengan fitur canggih seperti diafragma yang dapat disetel (tunable diaphragm), teknologi peredam bising, atau kemampuan konektivitas digital, yang semuanya menambah nilai dan harga.
  • Garansi dan layanan purna jual: Merek premium seringkali menyertakan garansi yang lebih panjang dan ketersediaan suku cadang, yang juga menjadi pertimbangan dalam harga.

Itulah penjelasan mengenai bagian-bagian stetoskop dan fungsinya. Jika punya pertanyaan seputar kesehatan, hubungi dokter di Halodoc saja.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. What Does Your Doctor Listen for With a Stethoscope?; Auscultation: Definition, Purpose & Procedure. 
American Lung Association. Diakses pada 2024. How Did We Get the Stethoscope?
Hospital Store. Diakses pada 2024. Stethoscope: Definition, Parts, Types, Uses.
Biomedical Engineering Online. Diakses pada 2024. The electronic stethoscope.