Stroke Mata: Gejala, Penyebab, & Cara Mencegah!

DAFTAR ISI
- Apa itu Stroke Mata?
- Gejala Stroke Mata yang Harus Diwaspadai
- Penyebab dan Faktor Risiko
- Jenis-Jenis Stroke Mata
- Kapan Harus ke Dokter?
- Langkah Penanganan dan Pengobatan
- Studi Terkait
- FAQ
Stroke mata atau oklusi vaskular retina adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah ke retina—jaringan peka cahaya di bagian belakang mata—terganggu. Sama seperti stroke pada otak, kondisi ini disebabkan oleh adanya sumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah. Tanpa aliran darah yang cukup, sel-sel saraf di retina bisa mati dalam hitungan jam, yang mengakibatkan kehilangan penglihatan permanen.
Kondisi ini sering kali muncul secara tiba-tiba tanpa rasa sakit, sehingga banyak orang cenderung mengabaikannya atau menganggapnya sebagai gangguan penglihatan biasa. Padahal, stroke mata merupakan indikator serius adanya masalah pada sistem kardiovaskular seseorang. Penanganan yang cepat sangat krusial untuk menyelamatkan penglihatan dan mencegah komplikasi yang lebih luas.
Penting bagi kamu untuk mengenali tanda-tanda awal dan faktor risiko yang menyertainya. Karena tidak ada obat bebas yang bisa menyembuhkan penyumbatan pembuluh darah mata secara mandiri, penanganan medis profesional adalah satu-satunya jalan keluar. Jika kamu mengalami penurunan penglihatan mendadak, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan medis yang tepat.
Nah, mau tahu apa saja gejala, penyebab, dan langkah penanganan yang tepat untuk stroke mata? Berikut ulasannya!
Apa itu Stroke Mata?
Retina manusia memerlukan suplai oksigen dan nutrisi yang konstan melalui pembuluh darah arteri dan vena. Stroke mata terjadi ketika salah satu dari pembuluh darah ini tersumbat oleh plak kolesterol atau bekuan darah (emboli). Ketika sumbatan terjadi pada arteri, oksigen tidak dapat mencapai retina. Sebaliknya, jika sumbatan terjadi pada vena, darah tidak dapat mengalir keluar, menyebabkan tekanan meningkat, perdarahan, dan pembengkakan di dalam mata.
Gejala Stroke Mata yang Harus Diwaspadai
Berbeda dengan glaukoma akut yang sering disertai nyeri hebat, stroke mata biasanya bersifat painless atau tanpa rasa sakit. Berikut adalah gejala utama yang perlu kamu perhatikan:
- Kehilangan Penglihatan Mendadak: Ini bisa berupa hilangnya penglihatan pada sebagian atau seluruh area pandang di satu mata saja.
- Pandangan Buram yang Memburuk: Pandangan terasa seperti tertutup kabut atau tirai secara perlahan atau tiba-tiba.
- Munculnya Floaters: Adanya bintik-bintik kecil atau garis-garis yang melayang di depan pandangan, yang disebabkan oleh perdarahan kecil di vitreous.
- Distorsi Penglihatan: Garis lurus mungkin tampak bergelombang atau objek terlihat lebih kecil dari aslinya.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab utama dari kondisi ini adalah aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah. Namun, beberapa faktor kesehatan tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke mata, antara lain:
- Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Tekanan darah yang tidak terkontrol merusak dinding pembuluh darah halus di mata.
- Kolesterol Tinggi: Penumpukan plak di arteri karotis dapat terlepas dan menyumbat pembuluh darah di retina.
- Diabetes Mellitus: Kadar gula darah tinggi merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk mata.
- Penyakit Jantung: Gangguan katup jantung atau fibrilasi atrium dapat melepaskan bekuan darah ke sirkulasi sistemik.
- Kebiasaan Merokok: Merokok mempersempit pembuluh darah dan memicu penggumpalan darah.
Jenis-Jenis Stroke Mata
Secara medis, stroke mata diklasifikasikan berdasarkan lokasi pembuluh darah yang tersumbat:
- Oklusi Arteri Retina Sentral (CRAO): Jenis yang paling serius, di mana arteri utama yang membawa darah ke retina tersumbat sepenuhnya. Ini setara dengan stroke iskemik pada otak.
- Oklusi Vena Retina Sentral (CRVO): Terjadi ketika vena utama yang mengalirkan darah keluar dari retina tersumbat, menyebabkan bendungan darah dan pembengkakan.
- Oklusi Cabang Arteri/Vena (BRAO/BRVO): Hanya sebagian kecil area retina yang terdampak karena sumbatan terjadi pada cabang pembuluh darah yang lebih kecil.
Tips Pencegahan Stroke Mata
- Rutin melakukan pengecekan tekanan darah dan kadar kolesterol.
- Berhenti merokok untuk menjaga elastisitas pembuluh darah.
- Lakukan pemeriksaan mata rutin setiap 1-2 tahun, terutama bagi lansia atau penyandang diabetes.
Kapan Harus ke Dokter?
Stroke mata adalah keadaan darurat. Jika kamu kehilangan penglihatan secara tiba-tiba, meskipun hanya berlangsung beberapa detik (kondisi yang disebut amaurosis fugax), jangan menunggu hingga besok. Semakin lama retina kekurangan oksigen, semakin kecil peluang untuk mengembalikan penglihatan.
Dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan funduskopi untuk melihat kondisi retina secara langsung. Jika terdiagnosis stroke mata, kamu mungkin memerlukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk merujuk kamu ke rumah sakit dengan fasilitas laser atau injeksi intravitreal.
Langkah Penanganan dan Pengobatan
Pengobatan stroke mata bertujuan untuk mengurangi kerusakan retina dan mencegah kehilangan penglihatan lebih lanjut. Beberapa tindakan yang mungkin dilakukan oleh dokter meliputi:
1. Injeksi Obat ke Dalam Mata
Untuk kasus oklusi vena, dokter sering memberikan suntikan anti-VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor) atau steroid untuk mengurangi pembengkakan di makula dan mencegah pertumbuhan pembuluh darah baru yang abnormal.
2. Terapi Laser (Fotokoagulasi)
Laser digunakan untuk menutup pembuluh darah yang bocor atau menghancurkan jaringan retina yang rusak guna mencegah komplikasi seperti glaukoma neovaskular.
3. Menurunkan Tekanan Intraokular
Dalam kasus akut, dokter mungkin memberikan obat tetes mata atau melakukan prosedur untuk menurunkan tekanan di dalam bola mata agar aliran darah arteri dapat kembali masuk.
Studi Mengenai Stroke Mata
The American Journal of Ophthalmology menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa pasien yang mengalami stroke mata memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke otak iskemik dalam waktu satu tahun setelah kejadian pertama. Hal ini menunjukkan bahwa mata benar-benar “jendela” bagi kesehatan pembuluh darah sistemik.
Studi tersebut menekankan pentingnya evaluasi kardiovaskular menyeluruh bagi setiap pasien stroke mata guna mengidentifikasi sumber emboli dari jantung atau arteri karotis.
Ingatlah bahwa stroke mata tidak bisa diobati dengan obat tetes mata biasa atau kompres air hangat. Jika kamu berisiko, pastikan kamu selalu mengontrol penyakit penyerta seperti hipertensi. Kamu juga bisa beli obat online di Halodoc untuk menebus resep vitamin mata atau obat hipertensi rutin yang diberikan oleh dokter guna menjaga kesehatan pembuluh darahmu.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan pada mata atau gejala yang tidak biasa, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Retinal Vein Occlusion.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Eye Stroke: Symptoms, Causes, and Treatment.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. What is an Eye Stroke?.
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2026. Central Retinal Artery Occlusion.
FAQ
1. Apakah stroke mata bisa sembuh sendiri?
Tidak. Stroke mata memerlukan intervensi medis segera. Tanpa penanganan, risiko kehilangan penglihatan permanen sangat tinggi dan kondisi ini bisa menjadi tanda peringatan stroke otak di masa depan.
2. Apakah stroke mata bisa menyerang kedua mata sekaligus?
Biasanya stroke mata hanya terjadi pada satu mata secara tiba-tiba. Namun, karena faktor risikonya sistemik (seperti hipertensi), mata yang satunya juga memiliki risiko di masa depan jika kesehatan tidak dijaga.
3. Berapa lama waktu penanganan yang ideal untuk stroke mata?
Sangat ideal jika pasien mendapatkan penanganan dalam kurun waktu kurang dari 4-6 jam setelah gejala muncul, terutama untuk jenis oklusi arteri guna meminimalkan kerusakan saraf permanen.
4. Apakah suplemen vitamin mata bisa mencegah stroke mata?
Suplemen vitamin mata membantu menjaga kesehatan jaringan retina, namun pencegahan utama stroke mata adalah dengan mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.



