• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sudah Lebaran, Ini Pentingnya Periksa Gigi Setelah Puasa
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sudah Lebaran, Ini Pentingnya Periksa Gigi Setelah Puasa

Sudah Lebaran, Ini Pentingnya Periksa Gigi Setelah Puasa

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 19 Juni 2018
Sudah Lebaran, Ini Pentingnya Periksa Gigi Setelah PuasaSudah Lebaran, Ini Pentingnya Periksa Gigi Setelah Puasa

Halodoc, Jakarta – Selama berpuasa, mulut tidak bekerja untuk mengunyah makanan. Tidak mengherankan jika bakteri dan kuman akan berkembang biak dan menyebabkan bau mulut menjadi tidak sedap, terutama pada lidah bagian tengah dan belakang. Inilah mengapa kamu tetap perlu memeriksakan gigi secara rutin, bahkan setelah kamu selesai menjalankan ibadah puasa.

Menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride saja tidak cukup. Kamu tetap harus rutin berkumur dengan obat kumur untuk mencegah bakteri bersarang di mulut dan menyebabkan segudang masalah kesehatan mulut. Sementara itu, waktu untuk periksa gigi setelah puasa bisa kamu lakukan tepat setelah hari lebaran. Biasanya, perawatan gigi yang sering dilakukan paskalebaran adalah membersihkan karang gigi, membenarkan behel, hingga menambal gigi yang berlubang.

Mengapa Harus Memeriksakan Kesehatan Gigi?

Laiknya tubuh, gigi juga memiliki fungsi penting terhadap kelancaran proses pencernaan. Oleh karena itulah, kesehatannya perlu kamu jaga dan kamu perhatikan dengan baik. Ketika berpuasa, tidak jarang kamu akan malas menggosok gigi. Alasannya sederhana, karena tidak adanya makanan yang masuk ke mulut akan membuat kamu beranggapan bahwa mulut kamu tetap bersih. Padahal, tidak demikian.

Bau mulut menjadi masalah utama yang paling sering dialami ketika berpuasa. Tidak hanya karena mulut yang tidak terisi, bau mulut ini juga bisa disebabkan karena kondisi gigi yang berlubang. Sisa makanan yang menyangkut pada lubang akan mengalami pembusukan dan membuat bau mulut menjadi tidak sedap. Setelah berpuasa, mulut akan kembali bekerja rutin untuk mengunyah makanan. Ini artinya, kamu harus sesegera mungkin mengecek kesehatan gigi.

Baca juga: 4 Tips Merawat Kawat Gigi

Frekuensi Pemeriksaan Gigi

Umumnya, waktu untuk periksa gigi adalah setiap enam bulan sekali. Meski begitu, waktu kontrol ini tentu tidak sama terhadap setiap orang. Terlebih jika kamu mengalami gangguan gigi, pastinya kamu harus langsung pergi ke dokter gigi. Beberapa orang dengan masalah gigi sensitif biasanya melakukan pemeriksaan rutin setiap tiga bulan sekali.

Lalu, apakah orang berusia lanjut juga masih perlu melakukan pengecekan gigi secara berkala? Tentu saja! Penuaan tak hanya ditunjukkan dengan munculnya uban dan keriput, tetapi juga berdampak pada kesehatan rongga mulut dan gigi. Hal ini ditandai dengan gigi yang mudah berlubang, sering goyang, hingga lepasnya gigi atau ompong. Belum lagi jika orang lansia tersebut harus mengonsumsi obat-obatan yang menimbulkan dampak terhadap kesehatan gigi.

Pemeriksaan Gigi Secara Reguler, Apa Saja yang Diperiksa?

Saat kamu memeriksakan kondisi kesehatan gigi secara rutin, hal pertama yang akan dilakukan oleh dokter gigi adalah memastikan apakah kondisi gigi kamu sehat. Sehat yang dimaksud berarti tanpa lubang, tidak goyang, dan tidak mengalami infeksi. Setelah itu, dokter akan mengecek apakah terdapat plak dan karang gigi di rongga mulut kamu. Baik plak maupun karang gigi adalah pemicu utama terjadinya infeksi pada mulut.

Baca juga: Kapan Gigi Mulai Ompong?

Nah, itu tadi sedikit informasi mengenai pentingnya memeriksakan gigi setelah berpuasa sekaligus waktu untuk periksa gigi yang dianjurkan. Kalau kamu memiliki permasalahan gigi yang mengganggu, kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Fitur live chat akan langsung menghubungkan kamu dengan dokter-dokter berpengalaman sesuai dengan bidangnya.

Tak hanya itu, kamu juga bisa memesan obat atau vitamin serta melakukan cek lab rutin tanpa harus keluar rumah dengan layanan Apotek Antar dan Cek Lab. Namun, kamu bisa memanfaatkan semua fitur ini kalau kamu download aplikasi Halodoc di ponsel kamu.