Ad Placeholder Image

Suduken: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi Nyeri Saat Olahraga

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 Februari 2026

Suduken: Nyeri Saat Lari? Ini Penyebab & Cara Atasinya!

Suduken: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi Nyeri Saat OlahragaSuduken: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi Nyeri Saat Olahraga

Sakit Perut Saat Olahraga? Kenali Suduken dan Cara Mengatasinya

Suduken adalah istilah yang mungkin sering Anda dengar, terutama jika Anda aktif berolahraga. Kondisi ini merujuk pada nyeri tajam yang muncul tiba-tiba di perut saat beraktivitas fisik. Meskipun umum terjadi dan tidak berbahaya, suduken bisa sangat mengganggu. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang suduken, mulai dari gejala, penyebab, cara mengatasi, hingga pencegahannya.

Apa Itu Suduken?

Suduken, atau yang dikenal juga dengan istilah *side stitch*, adalah rasa nyeri tajam yang muncul secara mendadak pada bagian samping atau atas perut. Sensasinya sering digambarkan seperti ditusuk-tusuk. Nyeri ini umumnya terjadi saat melakukan aktivitas fisik, seperti berlari atau olahraga lainnya. Suduken disebabkan oleh kram pada otot diafragma. Kondisi ini sangat umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya.

Gejala Suduken yang Perlu Diketahui

Gejala utama suduken adalah nyeri tajam yang terlokalisasi di sisi perut atau bagian atas perut. Nyeri ini bisa terasa menusuk dan semakin parah saat menarik napas dalam. Pada beberapa kasus, nyeri dapat menjalar hingga ke bahu. Berikut adalah beberapa gejala suduken yang perlu Anda ketahui:

  • Nyeri tajam di sisi atau bagian atas perut
  • Nyeri terasa seperti ditusuk
  • Nyeri semakin parah saat menarik napas dalam
  • Nyeri dapat menjalar ke bahu

Penyebab Umum Suduken

Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya suduken. Salah satu penyebab paling umum adalah makan atau minum terlalu banyak sebelum berolahraga. Kurangnya pemanasan, napas yang tidak teratur saat berolahraga, dan guncangan pada perut saat berlari juga dapat memicu suduken. Secara medis, suduken dapat disebabkan oleh kejang atau kram pada otot diafragma akibat kekurangan oksigen, iritasi pada membran peritoneum, atau adanya gas di dalam usus.

  • Makan atau minum terlalu banyak sebelum olahraga
  • Kurang pemanasan
  • Napas tidak teratur saat berolahraga
  • Guncangan pada perut saat berlari
  • Kejang atau kram otot diafragma
  • Iritasi membran peritoneum
  • Gas dalam usus

Cara Mengatasi Suduken dengan Cepat

Jika Anda mengalami suduken saat berolahraga, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk meredakan nyeri. Pertama, segera berhenti beraktivitas atau berlari. Cobalah mengatur napas dengan menarik napas dalam dan lambat. Bungkukkan badan ke depan untuk mengurangi tekanan pada diafragma. Pijat lembut area yang terasa sakit.

Tips Ampuh Mencegah Suduken

Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya suduken saat berolahraga. Beri jeda waktu 2-4 jam setelah makan sebelum melakukan olahraga berat. Lakukan pemanasan yang cukup sebelum memulai olahraga. Hindari minum terlalu banyak air atau minuman manis secara langsung sebelum atau selama berolahraga.

  • Beri jeda 2-4 jam setelah makan sebelum olahraga berat
  • Lakukan pemanasan yang cukup
  • Hindari minum terlalu banyak sebelum dan selama olahraga

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun suduken umumnya tidak berbahaya, ada kondisi tertentu yang memerlukan perhatian medis. Jika nyeri suduken sangat parah, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti demam, mual, atau muntah, segera konsultasikan dengan dokter.

Suduken memang kondisi yang umum terjadi saat berolahraga, tetapi dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, Anda dapat mengurangi risiko terkena suduken dan tetap aktif. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang suduken atau masalah kesehatan lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc.