• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Suka Isap Jempol Buat Anak Jauh dari Alergi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Suka Isap Jempol Buat Anak Jauh dari Alergi

Suka Isap Jempol Buat Anak Jauh dari Alergi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 28 Oktober 2017
Suka Isap Jempol Buat Anak Jauh dari AlergiSuka Isap Jempol Buat Anak Jauh dari Alergi

Halodoc, Jakarta – Menghisap jempol bisa dikatakan merupakan kebiasaan yang seringkali dilakukan anak-anak. Namun, kebiasaan ini justru membuat orang tua jadi was was dan khawatir kuman akan masuk ke tubuh si kecil  dan mengganggu kesehatannya. Namun tahukah kalau ternyata kebiasaan menghisap jempol pada anak-anak itu punya manfaat sendiri, lho.

Dilansir dari situs Health, diketahui bahwa penelitian di jurnal Pediatrics menyebutkan jika kebiasaan menghisap jempol bermanfaat bagi kesehatan anak. Bagi anak berusia di atas 2 tahun yang suka menghisap jempol atau mengigit kuku ternyata terlindungi dari alergi ketika usianya beranjak dewasa.

Seorang peneliti senior Dr. Robert Hancox, dari University of Otago di Dunedin, Selandia Baru memberikan pernyataan jika kebiasaan ini meski dapat menurunkan risiko alergi namun ternyata bisa berdampak negatif, juga. Menghisap jempol dapat mengubah struktur gigi anak dan meski dapat menurunkan risiko anak jadi alergi namun juga bisa meningkatkan risiko cacingan.

Hancox pun memiliki hipotesis soal kaitan menghisap jempol dan efeknya yang bisa melindungi diri dari alergi. Teorinya adalah ketika anak sudah kedapatan kena paparan bakteri dan mikroba pada usia dini, sistem kekebalan tubuhnya akan bekerja aktif untuk melawan infeksi. Hal ini kemudian bisa berdampak melindungi tubuh dari alergi.

Dampak positif dari menghisap jempol ini diketahui dari penelitian yang dilakukan pada 1.000 anak di Selandia Baru. Berdasarkan laporan dari orang tua, ditemukan bahwa 31 anak cukup sering menghisap jempol dan menggigit kuku di usia 5-11 tahun memiliki risiko 1/3 kali lebih kecil untuk dapat terkena alergi dibandingkan anak sebayanya ketika mereka masuk usia 13 tahun. Diketahui juga dari penelitian bahwa kondisi ini bertahan hingga anak masuk usia 32 tahun.

Dokter anak Dr. Mika Hiramatsu, memberikan penjelasan mengapa kebiasaan menghisap jempol ini justru bisa menurunkan risiko si kecil terkena alergi. Anak-anak yang menjalin sosialiasi dengan sekitarnya, misalnya bersekolah, tinggal dengan hewan peliharaan atau area peternakan, hingga memiliki risiko lebih besar terpapar kuman. Namun justru inilah nilai tambahnya, anak jadi memiliki sistem imun yang lebih baik dan sudah “terlatih” sehingga tidak rentan terhadap alergi.

Berhenti Menghisap Jempol
Meskipun bisa menurunkan risiko alergi bukan berarti kebiasaan ini boleh dibiarkan terus menerus. Tentu akan ada saat ketika kebiasaan menghisap jempol pada anak-anak sebaiknya dihentikan. Tapi pasti tidak mudah karena sudah menjadi kebiasaan si kecil sejak lama.

Triknya adalah orang tua mesti memberikan alternatif “kunyahan” untuk si kecil. Biasanya kebiasaan ini menghisap jempol ini terjadi pada anak yang masih minum susu dari botol. Untuk sementara, berikan dot pada di si kecil atau beri makanan sehingga mulut si kecil sibuk mengunyah. Cara lainnya adalah dengan memberikan pengertian pada si kecil agar mengurangi kebiasaannya tersebut hingga perlahan-lahan ia akan bisa menghilangkannya.

Memantau perkembangan kesehatan si kecil itu tidak sulit, orang tua hanya mesti jeli memperhatikan perubahan yang terjadi pada si kecil. Jika muncul masalah pada kesehatannya, sebaiknya segera bicarakan dengan dokter.

Kini tersedia aplikasi Halodoc yang dapat membantu orang tua untuk menghubungi dokter. Dengan Halodoc, orang tua dapat mendapatkan rekomendasi rumah sakit yang tepat untuk si kecil. Dokter Halodoc dapat dihubungi melalui Voice/Video Call dan Chat. Selain itu, kebutuhan vitamin dan suplemen anak juga bisa dibeli di Halodoc. Pesanan akan diantar dalam satu jam ke alamat tujuan. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.