• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Suka Mengambil Barang Orang Lain, Anak Perlu ke Psikolog?

Suka Mengambil Barang Orang Lain, Anak Perlu ke Psikolog?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Kleptomania, adalah sebuah kata yang mengacu pada tindakan mencuri. Berbeda dengan kasus pencurian pada umumnya, seseorang yang mengidap kleptomania biasanya mencuri karena hasrat mereka dan tidak disebabkan oleh kebutuhan semata. Orang yang mengidap kleptomania tidak mampu menahan keinginan untuk mengambil barang-barang akibat kondisi mental yang terganggu.

Baca Juga: Bisa Disembuhkan, Begini Cara Mengobati Kleptomania

Orang-orang dengan kelainan ini terpaksa mencuri barang-barang, umumnya benda-benda yang nilainya kecil atau tidak berharga sekali, seperti pulpen, klip kertas, pita, pensil, dan mainan-mainan kecil. Gangguan ini biasanya dimulai pada masa remaja dan dipandang sebagai kasus yang jarang terjadi pada anak-anak. Namun, gejala kleptomania mungkin dapat berkembang selama masa kanak-kanak. Lantas, apa pemicunya?

Penyebab Anak Mengidap Kleptomania

Sayangnya, sejauh ini tidak diketahui pasti penyebab anak-anak mengidap kleptomania. Gejala-gejala kleptomania pada anak mungkin bisa terlihat pada usia lima tahun. Masalah ini diduga dipicu oleh bahan kimia otak yang dikenal sebagai serotonin yang mengatur suasana hati dan emosi seseorang. Ada juga teori yang percaya bahwa gangguan ini terkait dengan gangguan obsesif kompulsif atau depresi.

Keinginan untuk mencuri berakar pada kompleks inferioritas. Seringkali, beberapa anak merasa kehilangan atau merasa perlu memamerkan apa yang bukan miliknya. Pada kasus lainnya, seorang anak punya hasrat tinggi untuk mencuri untuk memenuhi hasratnya saja. Oleh karena itu, penting untuk membedakan antara mencuri dan kleptomania dengan melihat dari gejalanya. 

Kleptomania pada anak kecil dapat membuat trauma bagi orang tua. Mengetahui gejalanya bisa membantu orangtua untuk memberikan penanganan yang tepat. Anak yang mengidap kleptomania biasanya mereka menjadi tegang dan bersemangat sebelum dan selama mencuri. Mereka kemudian merasa gembira setelah mencuri benda yang menarik perhatiannya. Selain itu, kleptomania tidak membutuhkan kaki tangan atau batuan orang lain. Alasannya, mereka mencari kepuasan melalui mencuri. 

Baca Juga: Anak yang Kesepian Cenderung jadi Kleptomania, Benarkah?

Apakah Anak yang Mengidap Kleptomania Perlu Dibawa ke Psikolog?

Orangtua perlu tahu jika ketika anak ketahuan mencuri sekali, bukan berarti bahwa anak itu mengidap kleptomania atau penjahat. Orangtua memberikan nasihat mengenai konsekuensi pencurian, keinginan untuk mencuri bisa menghilang. Jika tindakan mencuri berlanjut untuk jangka waktu yang lebih lama, maka masalahnya perlu ditangani secara medis sehingga anak perlu dibawa ke psikolog. Kalau ibu butuh mengunjungi psikolog bersama Si Kecil, kini ibu bisa membuat janji dengan psikolog terlebih dulu lewat aplikasi Halodoc.

Orangtua juga harus memahami bahwa kleptomania adalah gangguan mental dan bukan tindakan kriminal. Kecenderungan sering berasal dari masalah psikologis yang mendasarinya seperti stres, kecemasan, gangguan makan, penyalahgunaan zat, dan gangguan psikologis lainnya. Konseling adalah langkah pertama untuk mengatasi anak dengan kondisi seperti ini.

Tidak sedikit anak yang mengidap kleptomania dicap sebagai penjahat dan kehilangan teman serta kepercayaan orang-orang di sekitar mereka. Di sinilah peran orangtua dibutuhkan untuk selalu memberikan perhatian. Coba dan libatkan anak dalam beberapa aktivitas fisik karena dapat mengalihkan perhatiannya dari tindakan mencuri. 

Baca Juga: Begini Cara Menghadapi Teman yang Kleptomania

Terapi perilaku kognitif direkomendasikan saat merawat anak dengan kleptomania. Terkadang antidepresan juga diresepkan saat menangani gangguan ini. Prozac adalah antidepresan yang diresepkan selama perawatan. Orangtua juga tidak perlu tersinggung ketika sang guru menegur atau meminta anak Si Kecil untuk mengeluarkan barang-barang yang ada di kantongnya.

Hal ini mungkin sedikit memalukan bagi orangtua dan anak, namun sebenarnya dapat membantu orangtua mencari solusi untuk masalah ini dan merawat Si Kecil. Semakin muda anak, tentunya semakin mudah untuk mengatasi masalah tersebut.

Referensi :
PsycholoGenie. Diakses pada 2019. Kleptomania in Children.
Healthline. Diakses pada 2019. Stealing.