Ad Placeholder Image

Suntik Campak Berapa Kali Sih? Ini Jadwal Vaksinnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Suntik Campak Berapa Kali? Jadwal Dosis Anak dan Dewasa

Suntik Campak Berapa Kali Sih? Ini Jadwal Vaksinnya!Suntik Campak Berapa Kali Sih? Ini Jadwal Vaksinnya!

Suntik Campak Berapa Kali Perlu Dilakukan? Ini Jadwal Lengkapnya!

Imunisasi campak adalah salah satu langkah krusial untuk melindungi dari penyakit campak yang sangat menular. Pertanyaan umum seputar suntik campak berapa kali perlu dilakukan sering muncul di kalangan orang tua maupun orang dewasa. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak-anak umumnya membutuhkan tiga dosis imunisasi campak, sementara orang dewasa yang belum memiliki kekebalan mungkin memerlukan satu hingga dua dosis.

Memahami jadwal dan jenis vaksin yang tepat sangat penting untuk memastikan perlindungan optimal. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci rekomendasi suntik campak, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Apa Itu Campak dan Mengapa Imunisasi Penting?

Campak adalah penyakit infeksi virus yang sangat menular, disebabkan oleh virus RNA dari genus Morbillivirus. Penyakit ini ditandai dengan ruam merah di seluruh tubuh, demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia (radang paru-paru), ensefalitis (radang otak), hingga kematian.

Imunisasi adalah cara paling efektif untuk mencegah penularan campak. Vaksin campak bekerja dengan memperkenalkan versi virus yang dilemahkan ke dalam tubuh, sehingga sistem kekebalan dapat membentuk antibodi tanpa menyebabkan penyakit. Kekebalan yang terbentuk ini akan melindungi tubuh dari infeksi campak di kemudian hari.

Suntik Campak Berapa Kali untuk Anak-anak?

Jadwal imunisasi campak untuk anak-anak direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Secara umum, anak-anak akan mendapatkan tiga dosis imunisasi untuk perlindungan maksimal.

  • Dosis Pertama (MR): Diberikan pada usia 9 bulan. Vaksin MR (Measles-Rubella) melindungi dari campak dan rubella (campak Jerman).
  • Dosis Kedua (MR/MMR) – Booster: Diberikan pada usia 18 bulan. Dosis ini merupakan penguat (booster) untuk memastikan kekebalan yang kuat dan tahan lama. Vaksin yang diberikan bisa MR atau MMR (Measles-Mumps-Rubella), yang juga melindungi dari gondongan.
  • Dosis Ketiga (MR/MMR) – Booster: Diberikan saat anak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 1, yaitu sekitar usia 5-7 tahun. Dosis ketiga ini sangat penting untuk mempertahankan tingkat antibodi yang tinggi hingga dewasa.

Pemberian vaksin sesuai jadwal ini memastikan bahwa anak memiliki kekebalan optimal terhadap campak dan penyakit terkait lainnya.

Suntik Campak Berapa Kali untuk Orang Dewasa?

Bagi orang dewasa yang belum pernah imunisasi campak atau tidak yakin status imunisasinya, rekomendasi dosis dapat bervariasi tergantung pada risiko paparan. Imunisasi campak untuk orang dewasa umumnya menggunakan vaksin MMR (Measles-Mumps-Rubella) atau MR (Measles-Rubella).

  • Satu Dosis: Jika orang dewasa belum pernah imunisasi dan tidak memiliki riwayat campak, satu dosis MMR atau MR seringkali cukup untuk membentuk kekebalan.
  • Dua Dosis: Untuk orang dewasa yang berisiko tinggi terpapar campak (misalnya tenaga kesehatan, mahasiswa, atau akan bepergian ke daerah endemis), atau jika kekebalan dianggap belum optimal setelah dosis pertama, dianjurkan untuk menerima dosis kedua. Jeda waktu antara dosis pertama dan kedua adalah minimal 4 minggu.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan jumlah dosis yang paling sesuai berdasarkan riwayat kesehatan dan faktor risiko individu.

Jenis Vaksin Campak: MR vs. MMR

Dalam imunisasi campak, ada dua jenis vaksin utama yang sering digunakan:

  • Vaksin MR (Measles-Rubella): Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap campak dan rubella (campak Jerman). Rubella juga merupakan penyakit virus yang dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama jika menyerang ibu hamil.
  • Vaksin MMR (Measles-Mumps-Rubella): Vaksin ini memberikan perlindungan yang lebih luas, yaitu terhadap campak, gondongan (mumps), dan rubella. Gondongan adalah infeksi virus yang menyebabkan pembengkakan kelenjar ludah.

Pemilihan jenis vaksin akan disesuaikan dengan program imunisasi nasional dan rekomendasi dokter. Keduanya efektif dalam mencegah campak.

Efek Samping Setelah Suntik Campak

Sama seperti imunisasi lainnya, suntik campak dapat menimbulkan efek samping ringan yang umumnya tidak berbahaya dan akan mereda dalam beberapa hari.

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak di lokasi suntikan.
  • Demam ringan.
  • Ruam ringan yang tidak menular (muncul 7-10 hari setelah suntikan).

Efek samping serius sangat jarang terjadi. Apabila muncul reaksi alergi parah atau gejala mengkhawatirkan lainnya, segera cari bantuan medis.

Kapan Imunisasi Campak Sebaiknya Ditunda?

Ada beberapa kondisi di mana imunisasi campak sebaiknya ditunda atau tidak diberikan:

  • Sedang demam tinggi atau sakit parah.
  • Memiliki riwayat alergi parah terhadap komponen vaksin tertentu.
  • Sedang menjalani pengobatan yang menekan sistem kekebalan tubuh, seperti kemoterapi atau penggunaan steroid dosis tinggi.
  • Wanita hamil (khusus vaksin MR/MMR hidup).
  • Memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh yang parah.

Selalu informasikan riwayat kesehatan kepada dokter atau petugas medis sebelum imunisasi.

Kesimpulan

Imunisasi campak adalah investasi penting untuk kesehatan jangka panjang, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Memahami jadwal suntik campak berapa kali dan jenis vaksin yang tepat adalah kunci untuk mencapai kekebalan optimal.

Untuk memastikan semua dosis imunisasi campak terpenuhi sesuai jadwal, serta mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai imunisasi atau kondisi kesehatan lainnya, disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter. Aplikasi Halodoc memudahkan akses ke dokter tepercaya untuk saran medis yang akurat dan personal.