Ad Placeholder Image

Suntik DPT 1 di Bagian Mana? Paha Bayi atau Lengan Anak?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Suntik DPT 1 di Bagian Mana? Lokasi Ideal & Aman

Suntik DPT 1 di Bagian Mana? Paha Bayi atau Lengan Anak?Suntik DPT 1 di Bagian Mana? Paha Bayi atau Lengan Anak?

DAFTAR ISI


Imunisasi merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama pada anak-anak. Salah satu jenis imunisasi wajib yang menjadi perhatian orang tua di Indonesia adalah DPT, yang memberikan perlindungan terhadap tiga penyakit berbahaya sekaligus: Difteri, Pertusis (batuk rejan), dan Tetanus. Ketiga penyakit ini memiliki risiko komplikasi yang fatal jika tidak dicegah sejak dini melalui program vaksinasi yang tepat waktu.

Pemberian vaksin DPT tidak cukup hanya dilakukan pada masa bayi (imunisasi dasar). Diperlukan dosis tambahan atau yang dikenal sebagai DPT lanjutan (booster) untuk memastikan tingkat antibodi dalam tubuh anak tetap optimal seiring pertumbuhannya. Namun, banyak orang tua yang sering merasa bingung atau khawatir mengenai prosedur teknisnya, termasuk pertanyaan mendasar mengenai “DPT lanjutan disuntik dimana?” atau apakah lokasinya sama dengan suntikan saat bayi.

Memahami lokasi penyuntikan dan prosedur yang benar sangat penting untuk mengurangi rasa nyeri pada anak serta memastikan penyerapan vaksin yang maksimal oleh otot. Secara medis, lokasi penyuntikan ditentukan berdasarkan massa otot yang paling berkembang pada usia tertentu guna meminimalkan risiko cedera saraf atau pembuluh darah.

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai lokasi penyuntikan DPT lanjutan, jadwal pemberiannya, hingga cara menangani gejala pasca-imunisasi di rumah. Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini agar kamu lebih siap dalam mendukung tumbuh kembang si kecil yang sehat.

Mengenal Imunisasi DPT Lanjutan

Imunisasi DPT lanjutan adalah dosis penguat yang diberikan setelah rangkaian imunisasi dasar DPT selesai. Di Indonesia, jadwal imunisasi dasar untuk DPT biasanya diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan (bersamaan dengan Hepatitis B dan HiB dalam bentuk vaksin pentavalen). Namun, kekebalan yang terbentuk dari dosis dasar ini dapat menurun seiring waktu.

Oleh karena itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan RI menetapkan jadwal DPT lanjutan sebagai berikut:

  • Dosis ke-4: Diberikan pada usia 18 bulan.
  • Dosis ke-5: Diberikan pada usia 5-7 tahun (biasanya saat masuk sekolah dasar melalui program BIAS).
  • Dosis ke-6: Diberikan pada usia 10-12 tahun (sebagai vaksin Td atau Tdap).

Pemberian dosis booster ini sangat krusial karena kasus difteri dan pertusis masih sering ditemukan di beberapa wilayah. Dengan memberikan imunisasi lengkap, kita tidak hanya melindungi anak sendiri tetapi juga menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) yang melindungi lingkungan sekitar.

Lokasi Suntikan DPT Lanjutan: Di Mana Seharusnya?

Pertanyaan mengenai lokasi penyuntikan sering kali muncul karena adanya perbedaan antara bayi dan anak yang lebih besar. Berikut adalah penjelasan medis mengenai di mana DPT lanjutan disuntik:

1. Area Paha (Anterolateral Thigh)

Untuk anak usia 18 bulan yang menerima dosis ke-4, lokasi penyuntikan yang paling disarankan adalah otot paha bagian luar (anterolateral). Mengapa paha? Pada usia ini, otot paha merupakan area dengan massa otot terbesar dan paling tebal dibandingkan lengan atas. Penyuntikan dilakukan secara intramuskular (masuk ke dalam jaringan otot) untuk memastikan vaksin terserap dengan baik ke aliran darah.

2. Area Lengan Atas (Otot Deltoid)

Untuk anak yang sudah lebih besar, seperti saat dosis ke-5 (usia 5-7 tahun) atau dosis ke-6, penyuntikan biasanya dipindahkan ke otot deltoid di lengan atas. Pada usia sekolah, massa otot lengan atas sudah cukup berkembang untuk menerima suntikan intramuskular dengan aman. Lokasi ini juga lebih praktis karena anak lebih mudah diposisikan saat disuntik di sekolah atau puskesmas.

3. Mengapa Tidak di Bokong?

Secara medis, penyuntikan vaksin pada area bokong (gluteal) sudah tidak direkomendasikan lagi untuk anak-anak maupun dewasa. Hal ini dikarenakan adanya risiko mengenai saraf iskiadikus (sciatic nerve) yang dapat menyebabkan gangguan gerak, serta adanya lapisan lemak yang tebal di area tersebut yang bisa menghambat penyerapan vaksin secara optimal.

Tips Menyiapkan Anak Sebelum Suntik
  1. Gunakan pakaian yang longgar agar area paha atau lengan mudah diakses.
  2. Berikan pelukan atau pegang tangan anak untuk memberikan rasa tenang.
  3. Jangan membohongi anak dengan mengatakan “tidak sakit”, lebih baik katakan “rasanya seperti digigit semut sebentar saja”.

Efek Samping Setelah Suntik DPT

Wajar jika anak mengalami reaksi tertentu setelah menerima vaksin DPT lanjutan. Kondisi ini sering disebut sebagai KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Beberapa reaksi yang umum terjadi antara lain:

  • Nyeri dan kemerahan: Lokasi suntikan mungkin sedikit bengkak atau keras selama 1-2 hari.
  • Demam: Suhu tubuh naik sebagai tanda sistem imun sedang merespons vaksin.
  • Rewel atau lemas: Anak mungkin merasa tidak nyaman atau mengantuk lebih sering.

Untuk meredakan nyeri atau demam ringan pasca suntik, orang tua bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Pastikan dosis yang diberikan sesuai dengan berat badan dan usia anak atau sesuai anjuran tenaga medis.

Jika si kecil mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, bengkak yang semakin meluas, atau reaksi alergi yang parah setelah imunisasi, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Studi Mengenai Keamanan Lokasi Suntikan

PubMed menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penyuntikan intramuskular pada otot anterolateral paha terbukti mengurangi risiko reaksi lokal yang berat pada anak di bawah usia 2 tahun dibandingkan penyuntikan di area lain.

Temuan ini mendukung protokol kesehatan global bahwa pemilihan lokasi suntik harus disesuaikan dengan anatomi tubuh anak untuk meminimalkan komplikasi pasca-vaksinal. Selain itu, penggunaan jarum dengan panjang yang sesuai memastikan vaksin benar-benar mencapai jaringan otot dan bukan hanya di bawah kulit (subkutan), yang dapat memicu pembentukan granuloma atau benjolan keras yang lama hilang.

Pastikan jadwal imunisasi anak kamu tercatat dengan baik di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) agar tidak ada dosis yang terlewatkan. Jika kamu ragu mengenai status imunisasi anak, segera tanyakan kepada dokter spesialis anak.

Kamu juga bisa mendapatkan berbagai produk kesehatan pendukung pertumbuhan anak dengan praktis di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, manfaatkan layanan konsultasi dokter di Halodoc untuk mendapatkan informasi akurat mengenai jadwal vaksinasi internasional maupun nasional.

Referensi:
IDAI. Diakses pada 2026. Jadwal Imunisasi Anak IDAI Tahun 2023.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Profil Kesehatan Indonesia: Program Imunisasi Nasional.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Diphtheria, Tetanus, and Pertussis (DTP) Vaccination Position Paper.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Vaccine Administration: Intramuscular (IM) Injection Sites.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Childhood Vaccines: Tough Questions, Straight Answers.

FAQ

1. Apakah DPT lanjutan disuntik di lokasi yang sama dengan dosis pertama?

Tidak selalu. Jika dosis pertama diberikan di paha saat masih bayi, DPT lanjutan pada usia sekolah (5 tahun ke atas) biasanya diberikan di lengan atas karena massa otot lengan sudah lebih kuat.

2. Bolehkah anak mandi setelah suntik DPT?

Boleh saja. Mandi dengan air hangat bahkan dapat membantu merilekskan tubuh anak dan menjaga kebersihan area bekas suntikan, asalkan tidak digosok terlalu keras pada area yang nyeri.

3. Bagaimana jika jadwal DPT lanjutan terlambat?

Jika terlambat, segeralah melakukan vaksinasi kejar (catch-up immunization). Tidak perlu mengulang dari awal, namun konsultasikan dengan dokter untuk mengatur ulang jadwal dosis berikutnya agar tetap terlindungi.

4. Mengapa muncul benjolan keras di bekas suntikan?

Benjolan kecil atau indurasi adalah reaksi jaringan otot terhadap komponen vaksin. Biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu dan tidak berbahaya selama tidak disertai nanah atau nyeri hebat.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung mengenai jadwal imunisasi anak, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.