Surrogate Mother Artinya: Ibu Pengganti dan Jenisnya

Surrogate Mother Artinya: Definisi Lengkap dan Jenis-Jenisnya
Proses menjadi orang tua adalah impian banyak pasangan. Namun, beberapa pasangan mungkin menghadapi tantangan medis yang menghambat kehamilan. Dalam kondisi tersebut, salah satu solusi yang mungkin dipertimbangkan adalah surrogate mother. Istilah surrogate mother artinya ibu pengganti, yaitu seorang wanita yang mengandung dan melahirkan bayi untuk pasangan lain yang tidak dapat memiliki anak secara biologis.
Layanan ini sering pula disebut sebagai “sewa rahim” karena melibatkan perjanjian di mana seorang wanita secara sukarela menawarkan rahimnya untuk proses kehamilan. Konsep ini telah berkembang seiring kemajuan teknologi medis, menawarkan harapan baru bagi pasangan yang membutuhkan.
Definisi Surrogate Mother Artinya
Surrogate mother artinya ibu pengganti, atau wanita yang setuju untuk membawa kehamilan hingga melahirkan bayi bagi orang tua biologis yang dituju. Keterlibatan ibu pengganti umumnya terjadi ketika calon ibu tidak dapat mengandung anak sendiri karena berbagai alasan medis.
Alasan ini bisa meliputi masalah pada rahim, kondisi kesehatan yang membuat kehamilan berisiko tinggi, atau bahkan ketidakmampuan untuk hamil setelah berbagai upaya medis. Proses ini melibatkan perjanjian formal yang mengikat semua pihak terkait.
Jenis-jenis Surrogate Mother (Surrogacy)
Terdapat dua jenis utama surrogacy atau praktik ibu pengganti yang dikenal dalam dunia medis. Pemahaman mengenai perbedaan keduanya sangat penting karena berkaitan dengan aspek genetik dan hukum.
Surrogacy Gestasional
Jenis surrogacy ini merupakan yang paling umum dilakukan saat ini. Dalam surrogacy gestasional, embrio dibuat melalui metode IVF (In Vitro Fertilization) atau yang lebih dikenal sebagai bayi tabung. Embrio ini biasanya menggunakan sel telur dan sperma dari calon orang tua yang dituju.
Apabila diperlukan, sel telur atau sperma donor juga dapat digunakan. Embrio yang telah terbentuk kemudian ditanamkan ke dalam rahim ibu pengganti. Dalam kasus ini, ibu pengganti tidak memiliki hubungan genetik dengan bayi yang dikandungnya.
Bayi secara genetik adalah milik pasangan calon orang tua (atau donor). Ibu pengganti hanya berperan sebagai “inkubator” yang menyediakan lingkungan rahim untuk pertumbuhan dan perkembangan embrio.
Surrogacy Tradisional
Pada surrogacy tradisional, ibu pengganti juga merupakan donor sel telur. Ini berarti, ibu pengganti diinseminasi secara buatan menggunakan sperma dari calon ayah (atau donor sperma).
Dalam metode ini, ibu pengganti memiliki hubungan biologis atau genetik dengan bayi yang dikandungnya. Karena potensi komplikasi hukum dan emosional yang tinggi terkait hubungan genetik ini, metode surrogacy tradisional sudah sangat jarang digunakan.
Banyak negara dan klinik medis lebih memilih surrogacy gestasional karena meminimalkan masalah kepemilikan genetik dan hak asuh di kemudian hari.
Mengapa Seseorang Memilih Surrogate Mother?
Keputusan untuk menggunakan layanan surrogate mother sering kali merupakan pilihan terakhir setelah berbagai upaya lain tidak berhasil. Beberapa kondisi medis yang membuat pasangan mempertimbangkan opsi ini antara lain:
- Wanita yang tidak memiliki rahim atau rahimnya harus diangkat karena alasan medis.
- Wanita yang memiliki kondisi medis serius, seperti penyakit jantung parah, hipertensi pulmonal, atau gangguan autoimun tertentu, yang membuat kehamilan sangat berisiko bagi kesehatan dirinya dan bayi.
- Wanita yang mengalami keguguran berulang atau kegagalan implantasi embrio IVF yang berulang.
- Pria lajang atau pasangan sesama jenis yang ingin memiliki anak biologis.
Pertimbangan Penting Mengenai Surrogate Mother
Proses surrogacy melibatkan banyak aspek yang kompleks, tidak hanya medis tetapi juga hukum, etika, dan emosional. Oleh karena itu, persiapan dan pemahaman yang mendalam sangat diperlukan.
- Aspek Hukum: Peraturan mengenai surrogacy sangat bervariasi di setiap negara. Penting untuk memahami undang-undang yang berlaku untuk melindungi hak semua pihak, termasuk ibu pengganti, calon orang tua, dan anak.
- Aspek Medis: Seluruh proses harus diawasi oleh tim medis yang profesional, mulai dari skrining kesehatan ibu pengganti hingga prosedur IVF dan pemantauan kehamilan.
- Aspek Emosional: Semua pihak yang terlibat, termasuk ibu pengganti dan calon orang tua, perlu mendapatkan dukungan psikologis yang memadai untuk menghadapi tantangan emosional yang mungkin timbul.
Kesimpulan
Surrogate mother artinya ibu pengganti, sebuah solusi medis kompleks yang menawarkan harapan bagi banyak pasangan yang tidak dapat hamil secara alami. Dengan adanya jenis surrogacy gestasional dan tradisional, pilihan ini memberikan kesempatan untuk membentuk keluarga.
Mengingat kompleksitas medis, hukum, dan etika yang melekat pada proses ini, sangat penting untuk mencari informasi akurat dan mendapatkan bimbingan dari profesional. Untuk pemahaman lebih lanjut mengenai prosedur medis ini dan potensi risikonya, disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis di bidang fertilitas atau hukum terkait di Halodoc.



