Ad Placeholder Image

Susah BAB Bikin Berat Badan Naik, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 April 2026

Tidak BAB Bikin Gemuk? Ini Faktanya!

Susah BAB Bikin Berat Badan Naik, Mitos atau Fakta?Susah BAB Bikin Berat Badan Naik, Mitos atau Fakta?

Apakah Tidak BAB Bisa Menambah Berat Badan? Memahami Hubungan Sembelit dan Angka Timbangan

Banyak orang mengalami kekhawatiran ketika angka timbangan naik, terutama jika kondisi tersebut bertepatan dengan kesulitan buang air besar (BAB) atau sembelit. Sembelit adalah kondisi ketika seseorang mengalami frekuensi BAB yang lebih jarang dari biasanya, biasanya kurang dari tiga kali seminggu, dengan feses yang keras atau sulit dikeluarkan. Pertanyaan umum yang muncul adalah apakah kondisi tidak BAB ini benar-benar bisa menambah berat badan. Artikel ini akan membahas hubungan antara sembelit dan perubahan berat badan, membedakan antara kenaikan berat badan semu dan yang sesungguhnya.

Secara umum, tidak BAB atau sembelit memang dapat menyebabkan peningkatan berat badan sementara. Peningkatan ini berkisar antara beberapa ratus gram hingga 1-2 kilogram. Kenaikan berat badan ini bukan disebabkan oleh penambahan lemak tubuh, melainkan akumulasi feses, air, dan gas yang tertahan di dalam usus. Setelah proses BAB terjadi, berat badan biasanya akan kembali seperti semula. Ini adalah berat kotoran yang belum dikeluarkan, bukan penambahan massa tubuh permanen.

Kenaikan Berat Badan Semu Akibat Sembelit

Ketika tubuh tidak melakukan buang air besar secara teratur, sisa-sisa makanan yang telah dicerna dan limbah metabolisme akan menumpuk di usus besar. Penumpukan ini, bersama dengan air dan gas yang terbentuk selama proses pencernaan, berkontribusi pada peningkatan berat badan yang tercatat di timbangan. Kondisi ini disebut sebagai kenaikan berat badan semu karena tidak merefleksikan peningkatan jaringan lemak atau otot. Angka timbangan yang naik ini hanyalah efek dari beban internal yang belum dikeluarkan dari sistem pencernaan.

Faktor Penyebab Sembelit dan Potensi Kenaikan Berat Badan Nyata

Meskipun sembelit itu sendiri hanya menyebabkan kenaikan berat badan sementara, faktor-faktor yang sering memicu sembelit dalam jangka panjang justru bisa berkontribusi pada kenaikan berat badan yang sesungguhnya. Beberapa faktor tersebut meliputi:

  • Kurang Asupan Serat: Serat makanan sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dan memfasilitasi pergerakan usus yang lancar. Pola makan rendah serat seringkali tinggi kalori dari lemak atau gula olahan, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan.
  • Kurang Minum Air: Dehidrasi adalah penyebab umum sembelit. Kekurangan cairan membuat feses menjadi kering dan keras, sulit untuk dikeluarkan. Kebiasaan minum air yang tidak cukup juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh.
  • Kurang Aktivitas Fisik: Gaya hidup sedentari atau kurang gerak dapat memperlambat pergerakan usus, menyebabkan sembelit. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik secara umum berkorelasi dengan pembakaran kalori yang lebih rendah, yang berpotensi menyebabkan penumpukan lemak tubuh jika asupan kalori tidak disesuaikan.

Jika kebiasaan-kebiasaan buruk ini terus dilakukan, mereka tidak hanya memperburuk sembelit tetapi juga dapat memicu kenaikan berat badan yang sesungguhnya dalam jangka panjang karena penumpukan lemak tubuh.

Dampak Sembelit pada Perut

Penumpukan feses dan gas di usus akibat sembelit dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut. Kondisi ini sering kali menyebabkan perut terasa kembung, begah, bahkan terkadang disertai nyeri ringan. Perut mungkin terlihat lebih buncit atau membesar sementara karena tekanan dari dalam. Efek ini bersifat sementara dan akan mereda setelah buang air besar.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis

Sebagian besar kasus sembelit dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup. Namun, seseorang perlu mempertimbangkan untuk mencari saran medis jika mengalami:

  • Sembelit yang berlangsung lebih dari beberapa minggu.
  • Nyeri perut parah atau kram.
  • Adanya darah dalam feses.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Kesulitan buang air besar yang sangat parah atau tidak dapat BAB sama sekali.

Ini mungkin menjadi tanda kondisi medis yang mendasari dan memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Pencegahan Sembelit dan Menjaga Berat Badan Sehat

Mencegah sembelit dan menjaga berat badan yang sehat seringkali melibatkan langkah-langkah gaya hidup yang serupa. Beberapa rekomendasi meliputi:

  • Meningkatkan Asupan Serat: Konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan secara teratur. Serat membantu melunakkan feses dan melancarkan pergerakan usus.
  • Cukupi Kebutuhan Cairan: Minumlah air putih yang cukup sepanjang hari, setidaknya 8 gelas atau sesuai kebutuhan tubuh. Hidrasi yang baik penting untuk konsistensi feses.
  • Rutin Berolahraga: Melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat merangsang kontraksi otot usus, membantu pergerakan feses. Olahraga juga membantu membakar kalori dan menjaga berat badan ideal.
  • Jangan Menunda BAB: Segera pergi ke toilet ketika ada dorongan untuk BAB. Menunda dapat menyebabkan feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan.
  • Kelola Stres: Stres dapat memengaruhi sistem pencernaan. Latihan relaksasi atau aktivitas yang disukai dapat membantu mengelola stres.

Dengan menerapkan kebiasaan sehat ini, dapat meminimalkan risiko sembelit dan mendukung pengelolaan berat badan yang optimal.

Kesimpulan

Tidak BAB atau sembelit memang dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang bersifat sementara karena penumpukan feses, air, dan gas. Penting untuk memahami bahwa ini bukan penambahan lemak tubuh. Namun, faktor-faktor penyebab sembelit seperti kurang serat, kurang minum, dan kurang aktivitas fisik, jika terjadi secara jangka panjang, dapat memicu kenaikan berat badan yang sesungguhnya. Halodoc merekomendasikan untuk menerapkan gaya hidup sehat yang mencakup asupan serat yang cukup, hidrasi optimal, dan olahraga teratur untuk mencegah sembelit serta menjaga berat badan tetap stabil dan sehat. Jika mengalami sembelit kronis atau disertai gejala mengkhawatirkan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk penanganan yang tepat.