Mata Plus: Sulit Baca Dekat? Ini Solusinya!

Mata plus, atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai hipermetropi, adalah kondisi gangguan penglihatan yang umum terjadi. Penderitanya kesulitan untuk melihat objek yang berada pada jarak dekat dengan jelas, seperti saat membaca buku atau menggunakan ponsel. Namun, objek yang terletak jauh justru terlihat dengan tajam dan jernih.
Kondisi ini sering disebut juga sebagai rabun dekat. Penyebabnya adalah cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat di retina, melainkan di belakangnya. Hal ini bisa terjadi karena bola mata yang terlalu pendek atau kornea mata yang terlalu datar. Penanganan untuk mata plus umumnya meliputi penggunaan kacamata dengan lensa positif, lensa kontak, atau prosedur bedah refraktif seperti LASIK.
Apa Itu Mata Plus (Hipermetropi)?
Mata plus, atau hipermetropi, merupakan sebuah kelainan refraksi pada mata. Dalam kondisi ini, cahaya yang masuk ke mata dari objek dekat tidak difokuskan secara akurat pada retina.
Retina adalah lapisan peka cahaya di bagian belakang mata yang mengubah cahaya menjadi sinyal listrik untuk dikirim ke otak. Pada mata plus, fokus cahaya justru jatuh di belakang retina, menyebabkan gambar tampak buram atau kabur.
Dua penyebab utama kondisi ini adalah bentuk bola mata yang terlalu pendek dari depan ke belakang. Atau, kornea yang terlalu datar. Kornea adalah bagian bening di depan mata yang membantu memfokuskan cahaya. Kedua faktor ini mengurangi kekuatan fokus mata.
Gejala-Gejala Mata Plus
Penderita mata plus umumnya mengalami beberapa gejala yang mengindikasikan gangguan penglihatan ini. Mengenali gejala-gejala ini dapat membantu deteksi dini dan penanganan yang tepat.
- Penglihatan dekat kabur: Kesulitan membaca tulisan pada buku, layar ponsel, atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan fokus dekat. Objek pada jarak dekat terlihat tidak jelas atau berbayang.
- Mata cepat lelah: Mata terasa cepat lelah setelah melakukan aktivitas yang melibatkan fokus dekat. Ini terjadi karena mata harus bekerja ekstra untuk mencoba memfokuskan objek.
- Sakit kepala: Terutama setelah periode panjang fokus dekat, seperti membaca atau bekerja di depan komputer. Usaha konstan untuk menyesuaikan fokus dapat memicu sakit kepala.
- Mata tegang atau pegal: Penderita mungkin merasakan ketegangan atau pegal pada mata. Ini adalah hasil dari otot-otot mata yang terus-menerus berkontraksi untuk mengakomodasi penglihatan.
Penyebab Umum Mata Plus
Mata plus dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang memengaruhi struktur dan fungsi mata. Sebagian besar penyebabnya berkaitan dengan anatomi mata.
Penyebab paling umum adalah bola mata yang terlalu pendek. Ini berarti jarak antara kornea dan retina lebih pendek dari seharusnya. Akibatnya, titik fokus cahaya jatuh di belakang retina.
Selain itu, kornea yang terlalu datar juga bisa menjadi penyebab. Kornea yang datar memiliki daya lengkung yang kurang, sehingga tidak dapat membiaskan cahaya secara optimal ke titik fokus yang tepat. Faktor genetik juga memainkan peran penting. Riwayat keluarga dengan mata plus meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.
Pada beberapa kasus, lensa mata yang tidak mampu mengubah bentuknya dengan baik juga dapat berkontribusi. Ini sering terjadi seiring bertambahnya usia, yang dikenal sebagai presbiopi, meskipun berbeda dengan hipermetropi.
Pilihan Pengobatan untuk Mata Plus
Ada beberapa metode yang tersedia untuk mengatasi kondisi mata plus, disesuaikan dengan tingkat keparahan dan preferensi individu. Tujuan utama pengobatan adalah membantu mata memfokuskan cahaya tepat di retina.
Penggunaan kacamata dengan lensa positif merupakan solusi paling umum dan sederhana. Lensa positif membantu membiaskan cahaya agar jatuh tepat pada retina. Hal ini memungkinkan penglihatan dekat menjadi lebih jelas.
Lensa kontak adalah alternatif lain bagi mereka yang tidak ingin memakai kacamata. Lensa kontak diletakkan langsung pada permukaan mata dan berfungsi serupa dengan lensa kacamata. Tersedia berbagai jenis lensa kontak yang dapat direkomendasikan dokter.
Untuk solusi jangka panjang, prosedur bedah refraktif seperti LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) bisa menjadi pilihan. LASIK mengubah bentuk kornea menggunakan laser sehingga cahaya dapat difokuskan dengan benar di retina. Prosedur ini dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kebutuhan akan kacamata atau lensa kontak.
Pencegahan dan Perawatan Mata Sehat
Meskipun mata plus seringkali berkaitan dengan faktor genetik dan struktural yang sulit dicegah, menjaga kesehatan mata secara keseluruhan tetap penting. Praktik ini dapat membantu mengurangi ketegangan mata dan menjaga penglihatan tetap optimal.
Melakukan pemeriksaan mata rutin sangat dianjurkan. Ini memungkinkan deteksi dini masalah penglihatan dan penyesuaian resep kacamata atau lensa kontak jika diperlukan. Pemeriksaan mata secara berkala juga penting untuk memantau kesehatan mata secara umum.
Mengatur pencahayaan yang cukup saat membaca atau bekerja dekat dapat mengurangi kelelahan mata. Hindari membaca di tempat yang terlalu gelap atau terlalu terang. Mengambil jeda singkat setiap 20 menit saat melakukan aktivitas dekat dapat membantu mata beristirahat.
Mengonsumsi makanan kaya nutrisi penting untuk mata, seperti vitamin A, C, E, dan seng, juga direkomendasikan. Sumber makanan tersebut meliputi sayuran hijau, buah-buahan, ikan berlemak, dan kacang-kacangan. Melindungi mata dari sinar UV dengan memakai kacamata hitam saat berada di luar ruangan juga termasuk langkah perawatan penting.
Pertanyaan Umum tentang Mata Plus
Apa perbedaan mata plus dan mata minus?
Mata plus (hipermetropi) membuat seseorang kesulitan melihat objek dekat, tetapi objek jauh terlihat jelas. Mata minus (miopi) justru sebaliknya, kesulitan melihat objek jauh, tetapi objek dekat terlihat jelas.
Apakah mata plus bisa sembuh total?
Mata plus secara alami tidak dapat sembuh total. Namun, kondisinya dapat dikoreksi secara efektif dengan kacamata, lensa kontak, atau prosedur bedah refraktif seperti LASIK.
Bisakah mata plus memburuk seiring waktu?
Mata plus bisa saja memburuk, terutama seiring bertambahnya usia. Hal ini berkaitan dengan perubahan alami pada lensa mata. Pemeriksaan rutin dapat memantau perkembangannya.
Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc
Mata plus, atau hipermetropi, adalah kondisi umum yang dapat memengaruhi kualitas hidup jika tidak ditangani dengan baik. Mengenali gejala dan memahami penyebabnya adalah langkah awal yang penting.
Apabila mengalami gejala mata plus seperti penglihatan dekat yang kabur, mata cepat lelah, atau sakit kepala setelah fokus dekat, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata. Dokter dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mendiagnosis kondisi dan merekomendasikan penanganan yang paling sesuai.
Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata melalui aplikasi Halodoc. Tersedia layanan chat dengan dokter profesional yang siap membantu kapan saja dan di mana saja.



