Ad Placeholder Image

Symphysis Pubis: Fungsi, Nyeri & Cara Mengatasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   25 Februari 2026

Symphysis Pubis: Fungsi, Nyeri & Cara Mengatasi

Symphysis Pubis: Fungsi, Nyeri & Cara MengatasiSymphysis Pubis: Fungsi, Nyeri & Cara Mengatasi

Simfisis pubis adalah sendi yang terletak di bagian depan panggul, menghubungkan tulang kemaluan kiri dan kanan. Sendi ini memiliki peran penting dalam menstabilkan panggul dan memungkinkan sedikit gerakan saat berjalan atau beraktivitas. Gangguan pada simfisis pubis dapat menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan, terutama selama kehamilan.

Apa Itu Simfisis Pubis?

Simfisis pubis adalah sendi tulang rawan yang menghubungkan dua tulang pubis di bagian depan panggul. Sendi ini terdiri dari tulang rawan hialin pada setiap permukaan tulang pubis dan cakram fibrokartilago di antara keduanya. Ligamen kuat, seperti ligamen pubis superior dan inferior, memperkuat sendi ini.

Fungsi utama simfisis pubis adalah memberikan stabilitas pada panggul, menahan beban tubuh bagian atas, dan memungkinkan sedikit gerakan. Fleksibilitas ini penting untuk aktivitas sehari-hari dan sangat penting selama kehamilan.

Fungsi Simfisis Pubis

Simfisis pubis memiliki beberapa fungsi penting dalam tubuh, antara lain:

  • Menstabilkan panggul dengan menghubungkan tulang kemaluan kiri dan kanan.
  • Menyerap tekanan dan guncangan saat bergerak, seperti berjalan atau berlari.
  • Memungkinkan sedikit gerakan pada panggul, yang penting untuk fleksibilitas.
  • Mendukung perubahan panggul selama kehamilan dan persalinan.

Peran Simfisis Pubis Saat Kehamilan

Selama kehamilan, tubuh menghasilkan hormon relaksin yang membuat ligamen dan sendi di seluruh tubuh menjadi lebih lentur, termasuk simfisis pubis. Peningkatan fleksibilitas ini membantu panggul untuk meregang dan mengakomodasi pertumbuhan bayi serta memfasilitasi proses persalinan.

Namun, peningkatan fleksibilitas ini juga dapat menyebabkan ketidakstabilan pada sendi simfisis pubis, yang menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan. Kondisi ini dikenal sebagai Disfungsi Simfisis Pubis (SPD).

Disfungsi Simfisis Pubis (SPD)

Disfungsi Simfisis Pubis (SPD), juga dikenal sebagai nyeri panggul terkait kehamilan, adalah kondisi yang menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan pada area panggul. Kondisi ini sering terjadi selama kehamilan, tetapi juga dapat terjadi setelah melahirkan atau akibat cedera.

Gejala SPD

Gejala SPD bervariasi dari ringan hingga berat dan dapat meliputi:

  • Nyeri di area panggul depan
  • Nyeri yang menjalar ke selangkangan, paha dalam, atau punggung bawah
  • Nyeri yang memburuk saat berjalan, naik tangga, atau berguling di tempat tidur
  • Sensasi “klik” atau “berderak” di area panggul
  • Kesulitan berjalan atau berdiri dalam waktu lama

Penyebab SPD

Penyebab pasti SPD belum sepenuhnya dipahami, tetapi beberapa faktor risiko meliputi:

  • Perubahan hormon selama kehamilan
  • Riwayat cedera panggul
  • Posisi bayi yang tidak optimal
  • Kelebihan berat badan
  • Kehamilan ganda

Penanganan Simfisis Pubis

Penanganan SPD bertujuan untuk mengurangi nyeri, meningkatkan stabilitas panggul, dan meningkatkan fungsi. Beberapa pilihan penanganan meliputi:

  • Fisioterapi: Latihan untuk memperkuat otot-otot panggul dan punggung, serta teknik untuk memperbaiki postur dan mekanika tubuh.
  • Penggunaan sabuk penyangga panggul: Sabuk ini membantu menstabilkan panggul dan mengurangi tekanan pada simfisis pubis.
  • Obat pereda nyeri: Obat-obatan seperti parasetamol atau ibuprofen dapat membantu mengurangi nyeri.
  • Istirahat yang cukup: Hindari aktivitas yang memperburuk nyeri dan berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat.

Pencegahan Simfisis Pubis

Meskipun tidak selalu mungkin untuk mencegah SPD, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko:

  • Menjaga berat badan yang sehat sebelum dan selama kehamilan.
  • Melakukan latihan untuk memperkuat otot-otot panggul dan punggung.
  • Mempertahankan postur tubuh yang baik saat duduk, berdiri, dan bergerak.
  • Menghindari aktivitas yang memberikan tekanan berlebihan pada panggul.

Jika mengalami nyeri panggul selama kehamilan, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis. Diagnosis dan penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan kualitas hidup.

Jika Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan terkait simfisis pubis, segera konsultasikan dengan dokter di Halodoc. Jangan tunda untuk mendapatkan penanganan yang tepat.