Ad Placeholder Image

Syndrome Edward: Pahami Gejala dan Penyebab Trisomi 18

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   14 April 2026

Syndrome Edward: Pahami Gejala dan Fakta Kelainan Langka.

Syndrome Edward: Pahami Gejala dan Penyebab Trisomi 18Syndrome Edward: Pahami Gejala dan Penyebab Trisomi 18

Mengenal Sindrom Edward (Trisomi 18): Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Sindrom Edward, atau dikenal juga sebagai trisomi 18, adalah kelainan genetik langka yang disebabkan oleh adanya kelebihan kromosom 18. Kondisi ini mengakibatkan gangguan tumbuh kembang yang berat, kelainan pada berbagai organ tubuh seperti jantung dan ginjal, struktur wajah yang khas, serta disabilitas intelektual yang signifikan. Umumnya, sindrom ini sering berakibat fatal selama kehamilan atau menyebabkan kematian bayi tak lama setelah lahir. Gejala khas yang sering ditemukan meliputi tangan mengepal dengan jari-jari yang tumpang tindih, berat badan lahir rendah, dan ukuran kepala yang kecil (mikrosefali).

Apa Itu Sindrom Edward?

Sindrom Edward adalah kondisi genetik serius yang terjadi ketika seseorang memiliki salinan tambahan dari kromosom 18. Normalnya, manusia memiliki dua salinan dari setiap kromosom, tetapi pada penderita sindrom Edward, terdapat tiga salinan kromosom 18. Kelebihan materi genetik ini mengganggu perkembangan normal tubuh dan otak, menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang parah sejak dalam kandungan. Kelainan ini pertama kali dijelaskan oleh John Hilton Edwards pada tahun 1960.

Gejala Khas Sindrom Edward

Bayi yang lahir dengan sindrom Edward menunjukkan serangkaian gejala fisik yang khas dan seringkali mudah dikenali. Gejala-gejala ini bervariasi dalam tingkat keparahannya, namun beberapa di antaranya sangat umum ditemukan.

  • Tangan mengepal dengan jari-jari tumpang tindih secara khas.
  • Berat badan lahir sangat rendah, tidak sesuai dengan usia kehamilan.
  • Ukuran kepala yang lebih kecil dari normal (mikrosefali).
  • Rahang dan mulut kecil, serta telinga yang letaknya rendah atau berbentuk tidak biasa.
  • Kelainan jantung bawaan yang serius, seperti defek septum ventrikel atau atrium.
  • Masalah ginjal, termasuk kista atau kelainan bentuk ginjal.
  • Kelainan pada sistem pencernaan, seperti hernia umbilikalis atau omfalokel.
  • Kaki rocker-bottom, yaitu kaki yang bagian telapaknya melengkung ke luar menyerupai dasar kursi goyang.
  • Disabilitas intelektual yang parah dan keterlambatan perkembangan motorik.
  • Kesulitan menyusu dan menelan, yang dapat menyebabkan masalah gizi.
  • Masalah pernapasan yang sering dan rentan terhadap infeksi.

Penyebab Sindrom Edward

Penyebab utama sindrom Edward adalah kelainan pada kromosom nomor 18. Kondisi ini terjadi karena adanya tiga salinan kromosom 18, bukan dua salinan seperti yang seharusnya. Kelebihan kromosom ini bisa terjadi dalam beberapa bentuk.

  • **Trisomi 18 Lengkap:** Ini adalah penyebab paling umum, di mana setiap sel dalam tubuh memiliki tiga salinan kromosom 18. Kondisi ini biasanya terjadi secara acak saat pembentukan sel telur atau sperma, bukan diturunkan dari orang tua.
  • **Trisomi 18 Parsial:** Bagian dari kromosom 18 tambahan menempel pada kromosom lain. Kasus ini lebih jarang dan dapat diturunkan jika salah satu orang tua memiliki translokasi kromosom yang seimbang.
  • **Mosaik Trisomi 18:** Hanya beberapa sel tubuh yang memiliki salinan kromosom 18 tambahan. Tingkat keparahan gejala biasanya tergantung pada persentase sel yang terpengaruh.

Penyebab trisomi 18 umumnya bersifat acak dan tidak dapat dicegah. Salah satu faktor risiko yang diketahui adalah usia ibu saat hamil. Ibu yang hamil di usia yang lebih tua (di atas 35 tahun) memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi untuk memiliki bayi dengan kelainan kromosom, termasuk sindrom Edward. Namun, sindrom Edward dapat terjadi pada kehamilan di usia berapa pun.

Bagaimana Sindrom Edward Didiagnosis?

Diagnosis sindrom Edward dapat dilakukan baik selama kehamilan (prenatal) maupun setelah bayi lahir (postnatal).

  • **Diagnosis Prenatal:**
    • **Skrining:** Tes skrining seperti USG prenatal dapat menunjukkan tanda-tanda fisik yang mengindikasikan adanya kelainan, seperti ukuran bayi yang kecil, kelainan jantung, atau fitur wajah yang khas. Tes darah ibu hamil juga dapat mengidentifikasi peningkatan risiko.
    • **Diagnosis Definitif:** Untuk konfirmasi, dilakukan tes diagnostik seperti amniosentesis (pengambilan sampel cairan ketuban) atau chorionic villus sampling (CVS) (pengambilan sampel jaringan plasenta). Sampel ini kemudian dianalisis untuk melihat jumlah dan struktur kromosom (kariotipe).
  • **Diagnosis Postnatal:**
    • **Pemeriksaan Fisik:** Dokter dapat mencurigai sindrom Edward berdasarkan fitur fisik khas bayi setelah lahir.
    • **Analisis Kromosom (Kariotipe):** Diagnosis dikonfirmasi melalui tes genetik yang menganalisis kromosom dari sampel darah bayi.

Penanganan dan Prognosis Sindrom Edward

Saat ini, belum ada pengobatan untuk menyembuhkan sindrom Edward. Penanganan berfokus pada perawatan suportif untuk mengatasi gejala dan komplikasi yang muncul. Mengingat tingkat keparahan kondisi ini, tujuan utama penanganan adalah meningkatkan kualitas hidup bayi selama mungkin dan memberikan dukungan kepada keluarga.

Perawatan mungkin melibatkan tim medis multidisiplin, termasuk kardiolog (spesialis jantung), nefrolog (spesialis ginjal), ahli gizi, dan terapis. Intervensi bedah mungkin dipertimbangkan untuk beberapa kelainan, seperti masalah jantung, tetapi seringkali dibatasi oleh kondisi kesehatan bayi yang sangat rapuh.

Prognosis untuk bayi dengan sindrom Edward sangat buruk. Mayoritas bayi dengan sindrom Edward meninggal dalam kandungan atau dalam beberapa hari hingga minggu pertama setelah lahir. Hanya sebagian kecil yang bertahan hidup hingga tahun pertama, dan mereka yang bertahan akan memiliki disabilitas intelektual serta keterlambatan perkembangan yang parah. Keputusan perawatan, termasuk perawatan paliatif, menjadi sangat penting untuk keluarga.

Pencegahan dan Dukungan

Karena sindrom Edward sebagian besar terjadi secara acak dan tidak diturunkan, tidak ada cara spesifik untuk mencegahnya. Bagi pasangan yang memiliki riwayat sindrom Edward pada kehamilan sebelumnya atau memiliki faktor risiko lain, konseling genetik dapat membantu memahami risiko kehamilan di masa mendatang dan pilihan skrining atau diagnostik yang tersedia.

Dukungan emosional dan psikologis sangat krusial bagi keluarga yang menghadapi diagnosis sindrom Edward. Kelompok dukungan dan konseling dapat membantu orang tua dalam mengelola kesedihan, membuat keputusan perawatan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang ada.

Sindrom Edward adalah kondisi genetik serius dengan tantangan besar bagi bayi dan keluarganya. Pemahaman yang akurat tentang kondisi ini, diagnosis dini, serta dukungan medis dan emosional yang komprehensif sangat penting. Apabila memiliki pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan informasi mengenai skrining kehamilan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli genetik melalui Halodoc untuk mendapatkan panduan dan penanganan yang tepat.