Synkinesis: Gerak Wajah Aneh? Pahami dan Atasi

Synkinesis Adalah: Memahami Gerakan Wajah Tak Disengaja dan Penanganannya
Synkinesis adalah kondisi neurologis yang ditandai dengan gerakan wajah tidak disengaja atau tidak diinginkan. Gerakan ini terjadi bersamaan dengan gerakan wajah yang disengaja. Fenomena ini seringkali muncul sebagai akibat dari proses regenerasi saraf wajah yang keliru setelah mengalami cedera, seperti Bell’s Palsy.
Akibatnya, otot-otot di satu sisi wajah dapat berkontraksi secara spontan saat seseorang mencoba menggerakkan sisi wajah yang lainnya. Ini sering diibaratkan sebagai “kabel ulang” saraf yang menyebabkan gerakan simultan tidak normal.
Apa Itu Synkinesis?
Secara sederhana, synkinesis adalah respons saraf yang salah arah. Misalnya, saat seseorang dengan synkinesis mencoba tersenyum, matanya bisa secara tidak sengaja ikut menutup atau berkedip. Contoh lain adalah saat mengunyah makanan, air mata bisa keluar dari mata di sisi wajah yang terpengaruh.
Kondisi ini terjadi ketika serabut-serabut saraf yang rusak mencoba tumbuh kembali dan tersambung ke otot yang salah. Bukannya hanya mengaktifkan satu otot spesifik, sinyal saraf justru menyebar ke beberapa otot wajah secara bersamaan. Hal ini mengakibatkan gerakan yang tidak terkoordinasi dan tidak terkontrol.
Penyebab Synkinesis
Penyebab utama synkinesis adalah cedera atau kerusakan pada saraf wajah. Saraf wajah, yang dikenal juga sebagai saraf kranial VII, bertanggung jawab untuk mengontrol semua otot ekspresi wajah.
Kerusakan saraf ini dapat terjadi karena beberapa kondisi, meliputi:
- Bell’s Palsy: Ini adalah penyebab paling umum. Setelah kelumpuhan wajah akibat Bell’s Palsy, saraf seringkali tidak pulih sempurna dan mengalami regenerasi yang salah.
- Trauma atau Cedera Kepala: Kecelakaan yang menyebabkan kerusakan langsung pada saraf wajah.
- Operasi Wajah atau Leher: Prosedur bedah tertentu yang secara tidak sengaja melukai saraf wajah.
- Infeksi atau Peradangan: Kondisi seperti infeksi virus yang memengaruhi saraf wajah.
- Tumor: Pertumbuhan massa di dekat saraf wajah yang dapat menekan atau merusaknya.
Ketika saraf wajah rusak, proses penyembuhan dan pertumbuhan kembali saraf dapat menghasilkan koneksi yang tidak tepat. Sinyal yang seharusnya menuju satu otot, malah menyebar ke otot lain, memicu synkinesis.
Gejala Synkinesis
Gejala synkinesis bervariasi pada setiap individu, tergantung pada saraf mana yang mengalami regenerasi yang salah. Namun, beberapa gejala umum yang sering terjadi meliputi:
- Mata menutup atau berkedip secara tidak sengaja saat tersenyum atau berbicara.
- Pipi bergerak atau terangkat saat mencoba menutup mata.
- Alis terangkat saat mencoba mengerutkan dahi.
- Mulut tertarik ke satu sisi saat mata berkedip.
- Adanya air mata yang keluar dari mata (krokodile tears) saat makan atau mengunyah, ini disebut juga sindrom Frey.
- Perasaan tegang atau kencang di salah satu sisi wajah.
Gerakan-gerakan ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan memengaruhi kualitas hidup seseorang. Gejala biasanya muncul beberapa bulan setelah cedera saraf wajah awal.
Penanganan Synkinesis
Meskipun synkinesis bisa mengganggu, terdapat beberapa pilihan penanganan yang efektif untuk membantu mengelola kondisi ini. Tujuan utama penanganan adalah mengurangi gerakan yang tidak diinginkan dan meningkatkan fungsi wajah.
- Terapi Fisik atau Fisioterapi: Melibatkan latihan spesifik untuk melatih ulang otot-otot wajah dan saraf. Terapis akan membimbing pasien untuk mengisolasi gerakan wajah, meningkatkan koordinasi, dan mengurangi pola synkinesis.
- Injeksi Botox (Botulinum Toxin): Botox bekerja dengan melemahkan sementara otot-otot yang terlalu aktif atau berkontraksi secara tidak sengaja. Injeksi ini dapat membantu mengurangi gerakan synkinesis dan membuat wajah terlihat lebih simetris. Efeknya bersifat sementara dan perlu diulang secara berkala.
- Pembedahan: Dalam kasus yang lebih parah atau tidak merespons penanganan lain, opsi bedah dapat dipertimbangkan. Prosedur bedah dapat berupa:
- Neurolysis Selektif: Memutus sebagian serabut saraf yang salah menyambung.
- Transfer Saraf: Memindahkan saraf yang sehat untuk mengambil alih fungsi saraf yang rusak.
Keputusan untuk menjalani operasi akan didasarkan pada tingkat keparahan synkinesis dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Penanganan synkinesis harus dilakukan oleh dokter spesialis saraf atau rehabilitasi medik. Mereka akan menentukan pendekatan terbaik berdasarkan kondisi pasien.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Seseorang disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika mulai mengalami gerakan wajah yang tidak disengaja atau tidak terkontrol, terutama setelah riwayat kelumpuhan wajah atau cedera saraf. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mengelola synkinesis secara efektif.
Dokter dapat melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan penyebab synkinesis dan merekomendasikan rencana penanganan yang paling sesuai.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai synkinesis atau keluhan kesehatan lainnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter ahli di Halodoc siap memberikan saran medis yang akurat dan terpercaya.



