Penyebab Alis Rontok: Mulai dari Hormon Sampai Salah Cabut

DAFTAR ISI
- Memahami Siklus Pertumbuhan Alis
- Berbagai Penyebab Umum Alis Rontok
- Kondisi Medis yang Mendasari
- Hubungan Kekurangan Nutrisi dengan Alis
- Studi Terkait
- FAQ
Pernahkah kamu menyadari bahwa helai demi helai bulu alis mulai menipis atau rontok saat kamu sedang membersihkan wajah? Alis bukan sekadar pelengkap estetika wajah atau pembingkai mata, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung mata dari keringat dan kotoran. Ketika kerontokan terjadi secara berlebihan, hal ini tentu bisa menimbulkan kekhawatiran dan rasa kurang percaya diri.
Kondisi alis yang rontok, yang dalam istilah medis sering disebut sebagai madarosis, bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele hingga adanya indikasi masalah kesehatan yang lebih serius di dalam tubuh. Memahami alasan di balik kenapa alis rontok adalah langkah pertama yang sangat penting sebelum menentukan penanganan yang tepat.
Kerontokan alis sering kali tidak terjadi sendirian; terkadang ia disertai dengan gejala lain seperti kulit kemerahan, gatal, atau penipisan rambut di area kepala. Karena penyebabnya yang sangat variatif, sangat disarankan bagi kamu untuk tidak mendiagnosis diri sendiri tanpa informasi yang akurat secara medis.
Nah, jika kamu sedang bertanya-tanya mengenai penyebab kondisi ini, sangat penting untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Dengan mengetahui penyebab pastinya, kamu bisa mendapatkan perawatan yang paling efektif.
Mari kita bedah lebih dalam mengenai berbagai faktor yang memicu kerontokan pada alis dan bagaimana cara mengatasinya agar penampilanmu kembali prima!
Memahami Siklus Pertumbuhan Alis
Sama seperti rambut di kulit kepala, alis juga memiliki siklus pertumbuhan yang terdiri dari tiga fase utama: anagen (fase pertumbuhan), katagen (fase transisi), dan telogen (fase istirahat/kerontokan). Namun, siklus pada alis jauh lebih pendek dibandingkan rambut kepala. Fase anagen alis biasanya hanya berlangsung selama 30 hingga 45 hari, itulah sebabnya alis tidak tumbuh sepanjang rambut di kepala.
Secara alami, alis akan rontok satu per satu sebagai bagian dari pergantian sel. Namun, jika kerontokan terjadi dalam jumlah banyak secara tiba-tiba, berarti ada gangguan pada salah satu fase tersebut. Gangguan ini bisa memperpendek fase pertumbuhan atau memaksa folikel rambut masuk ke fase istirahat lebih cepat dari seharusnya.
Berbagai Penyebab Umum Alis Rontok
Mengetahui penyebab spesifik dapat membantu kamu menentukan apakah masalah ini bersifat sementara atau membutuhkan intervensi medis jangka panjang. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling sering ditemui:
1. Kebiasaan Mencabut Alis yang Berlebihan (Over-plucking)
Banyak dari kita yang ingin memiliki bentuk alis yang sempurna sehingga sering kali mencabut alis menggunakan pinset. Jika dilakukan secara berlebihan dan dalam jangka waktu lama, trauma mekanis pada folikel rambut ini dapat menyebabkan kerusakan permanen. Folikel yang rusak tidak akan lagi memproduksi rambut, sehingga alis terlihat bolong atau berhenti tumbuh.
2. Proses Penuaan Alami
Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh melambat dan produksi hormon tertentu mulai menurun. Hal ini berdampak pada folikel rambut yang menjadi lebih tipis dan rapuh. Kerontokan rambut akibat penuaan adalah hal yang wajar, namun bisa diperparah jika asupan nutrisi tidak terjaga dengan baik.
3. Stres Fisik dan Emosional
Stres yang berat dapat memicu kondisi yang disebut telogen effluvium. Dalam kondisi ini, stres mengirimkan sinyal ke tubuh untuk menghentikan fase pertumbuhan rambut dan langsung masuk ke fase rontok. Dampaknya tidak hanya terasa pada rambut kepala, tetapi juga pada alis dan bulu mata.
Tips Pencegahan Kerontokan Alis
- Hindari menggosok area alis terlalu keras saat mencuci muka atau menghapus makeup.
- Batasi penggunaan pensil alis yang terlalu keras atau mengandung bahan kimia yang mengiritasi.
- Konsumsi makanan kaya protein dan mikronutrien untuk mendukung kesehatan folikel.
Kondisi Medis yang Mendasari
Jika kerontokan terus berlanjut meski kamu sudah mengurangi stres dan menjaga kebersihan, mungkin ada kondisi medis yang perlu diwaspadai:
1. Masalah Tiroid
Hormon tiroid berperan besar dalam mengatur metabolisme sel, termasuk sel-sel pada folikel rambut. Baik hipotiroidisme (kekurangan hormon) maupun hipertiroidisme (kelebihan hormon) dapat menyebabkan rambut rontok. Salah satu tanda khas dari masalah tiroid adalah hilangnya sepertiga bagian luar dari alis.
2. Alopecia Areata
Ini adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut sendiri karena dianggap sebagai benda asing. Hal ini dapat menyebabkan kebotakan di area yang terlokalisasi, termasuk alis. Jika kamu melihat alis rontok dalam bentuk lingkaran yang rapi, ini bisa menjadi tandanya.
3. Dermatitis Atopi dan Seboroik
Kondisi kulit seperti eksim atau ketombe di area alis dapat menyebabkan peradangan. Rasa gatal yang hebat sering kali membuat seseorang menggaruk area alis secara tidak sadar, yang pada akhirnya mencabut akar rambut dan merusak kulit di sekitarnya.
Hubungan Kekurangan Nutrisi dengan Alis
Kesehatan alis sangat bergantung pada asupan vitamin dan mineral harianmu. Berikut adalah beberapa nutrisi kunci yang jika kadarnya rendah, dapat menyebabkan penipisan alis:
- Biotin (Vitamin B7): Berperan penting dalam produksi keratin, protein utama penyusun rambut.
- Zat Besi: Oksigen yang dibawa oleh sel darah merah dibutuhkan oleh folikel rambut untuk tumbuh. Kekurangan zat besi (anemia) sering kali menyebabkan rambut rontok.
- Vitamin E: Sebagai antioksidan yang melindungi folikel dari kerusakan radikal bebas.
- Zinc: Membantu dalam proses pertumbuhan dan perbaikan jaringan rambut.
Untuk mendukung kecukupan nutrisi ini, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah, terutama untuk pilihan suplemen vitamin rambut dan kesehatan kulit yang tersedia lengkap di sana.
Studi Mengenai Kesehatan Rambut dan Hormon
The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa ketidakseimbangan hormon tiroid secara langsung mengganggu siklus regenerasi keratinosit pada folikel rambut.
Studi tersebut menemukan bahwa pasien dengan hipotiroidisme memiliki fase telogen yang lebih lama, yang menjelaskan mengapa alis mereka tidak kunjung tumbuh kembali setelah rontok. Hal ini menekankan pentingnya pemeriksaan darah jika kerontokan alis disertai dengan kelelahan kronis atau perubahan berat badan.
FAQ
1. Apakah alis yang rontok bisa tumbuh kembali?
Ya, sebagian besar alis bisa tumbuh kembali jika penyebabnya adalah stres, kekurangan nutrisi, atau infeksi ringan yang sudah diobati. Namun, jika folikel sudah mati akibat luka parah atau trauma mekanis permanen, pertumbuhan kembali mungkin lebih sulit.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan alis untuk tumbuh?
Secara umum, dibutuhkan waktu sekitar 4 hingga 8 minggu untuk melihat pertumbuhan helai rambut baru setelah kerontokan, tergantung pada kesehatan folikel masing-masing individu.
3. Apakah penggunaan pensil alis setiap hari bisa menyebabkan rontok?
Bisa, terutama jika pensil alis terlalu keras sehingga menarik rambut saat diaplikasikan, atau jika produk tidak dibersihkan dengan benar sehingga menyumbat pori-pori di sekitar folikel.
4. Kapan saya harus khawatir dengan alis rontok?
Segeralah berkonsultasi jika kerontokan disertai dengan kulit yang bersisik, luka terbuka, rasa nyeri, atau jika bagian luar alis menghilang sepenuhnya secara tiba-tiba.
Menjaga kesehatan alis sama pentingnya dengan menjaga kesehatan bagian tubuh lainnya. Jika kamu merasakan adanya keanehan pada pola kerontokan alismu, jangan ragu untuk mencari bantuan medis agar mendapatkan penanganan yang tepat sasaran.
Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc untuk mendapatkan solusi yang lebih mendalam mengenai kondisi kesehatan kulit dan rambutmu.
Referensi:
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2026. Hair loss: Who gets and causes.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Hypothyroidism (underactive thyroid).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Madarosis: Causes and Treatment.
Healthline. Diakses pada 2026. Why Am I Losing My Eyebrows?.
Punya Masalah Alis Rontok tapi Bingung Penyebabnya? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan seperti alis yang sering rontok, tapi bingung mulai mencari tahu dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.



