Ad Placeholder Image

Tak Hanya Bergizi, Ini 5 Makanan yang Ampuh untuk Melancarkan BAB

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Sembelit adalah kondisi umum yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan untuk buang air besar (BAB). Ternyata, dengan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan makanan yang berserat tinggi dapat membantu untuk mengatasi sulit BAB.

Tak Hanya Bergizi, Ini 5 Makanan yang Ampuh untuk Melancarkan BABTak Hanya Bergizi, Ini 5 Makanan yang Ampuh untuk Melancarkan BAB

DAFTAR ISI


Masalah pencernaan, khususnya sembelit atau susah buang air besar (BAB), adalah keluhan yang sangat umum dialami oleh masyarakat Indonesia. Secara medis, seseorang dikatakan mengalami konstipasi atau sembelit jika frekuensi buang air besarnya kurang dari tiga kali dalam seminggu, dengan tekstur feses yang keras, kering, dan sulit dikeluarkan. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa begah, kembung, hingga kram pada area perut yang tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ada banyak faktor yang memicu terjadinya sembelit, mulai dari kurangnya aktivitas fisik, stres, dehidrasi, hingga kebiasaan menunda waktu ke toilet. Namun, penyebab paling utama dan paling sering ditemui adalah pola makan yang rendah serat. Serat makanan memainkan peran yang sangat krusial dalam sistem pencernaan manusia karena berfungsi menambah massa pada feses dan membuatnya lebih lunak sehingga mudah bergerak melewati usus besar.

Jika kamu mengalami sembelit selama berhari-hari hingga menyebabkan perut terasa sangat sakit atau feses disertai darah, jangan tunda untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc agar bisa mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat. Namun, jika keluhan ini masih tergolong ringan, modifikasi pola makan adalah langkah awal yang sangat direkomendasikan secara medis.

Nah, mau tahu apa saja pilihan makanan yang melancarkan BAB dan terbukti efektif untuk ususmu? Berikut ulasan lengkapnya!

Rekomendasi Makanan yang Melancarkan BAB yang Ampuh

Kunci dari pencernaan yang lancar adalah asupan serat yang cukup, baik itu serat larut air (soluble fiber) maupun serat tidak larut (insoluble fiber). Serat larut berfungsi menyerap air dan membentuk gel dalam saluran cerna, sedangkan serat tidak larut berfungsi menyapu sisa makanan di usus. Berikut adalah beberapa makanan yang sangat disarankan:

1. Pepaya

Bukan rahasia lagi jika pepaya adalah buah primadona bagi masyarakat Indonesia ketika sedang susah BAB. Buah ini sangat kaya akan air dan serat yang dapat membantu memadatkan sekaligus melunakkan feses. Namun, keunggulan utama pepaya terletak pada kandungan enzim papain. Enzim ini secara aktif membantu mencerna protein dalam saluran cerna, sehingga meringankan kerja usus dan mempercepat proses pergerakan feses.

2. Apel

Apel adalah sumber serat yang sangat baik, asalkan kamu mengonsumsinya bersama dengan kulitnya. Satu buah apel ukuran sedang mengandung sekitar 4-5 gram serat. Sebagian besar serat dalam apel adalah pektin, yakni jenis serat larut air. Di dalam usus, pektin akan difermentasi oleh bakteri baik menjadi asam lemak rantai pendek, yang berfungsi menarik air ke dalam usus besar dan membuat tinja menjadi lebih lunak.

3. Sayuran Hijau

Sayuran berdaun hijau tua seperti bayam, brokoli, dan kangkung merupakan makanan yang melancarkan BAB dengan sangat efektif. Sayuran ini kaya akan serat tidak larut yang secara langsung menambah volume feses dan merangsang gerakan peristaltik usus. Selain itu, sayuran hijau juga mengandung magnesium yang tinggi. Mineral ini berperan penting dalam menarik air ke usus dan merelaksasi otot-otot di dinding saluran pencernaan.

4. Biji Chia (Chia Seeds)

Meski bentuknya sangat kecil, chia seeds adalah salah satu sumber serat paling padat nutrisi di dunia. Dalam dua sendok makan biji chia, terkandung hampir 10 gram serat. Ketika dicerna, biji chia yang terkena air akan membentuk tekstur seperti gel. Gel inilah yang sangat membantu melumasi dinding usus sehingga feses dapat keluar dengan lebih lancar tanpa harus mengejan dengan keras.

Tips Tambahan untuk Mengatasi Sembelit:
  1. Perbanyak Minum Air Putih: Mengonsumsi serat dalam jumlah banyak harus diimbangi dengan asupan air minimal 2 liter per hari. Serat tanpa air justru akan membuat sembelit semakin parah.
  2. Rutin Berolahraga: Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki atau jogging selama 30 menit sehari dapat merangsang kontraksi usus.
  3. Jangan Menunda BAB: Jika sudah ada dorongan (mules), segera pergi ke toilet. Menunda BAB akan membuat feses kembali menyerap air, sehingga menjadi kering dan keras.

5. Buah Prun (Plum Kering)

Secara global, buah prun atau plum kering sudah lama diakui secara medis sebagai obat pencahar alami. Selain mengandung serat tinggi, prun memiliki kandungan sorbitol. Sorbitol adalah jenis gula alkohol alami yang tidak dapat dicerna oleh tubuh secara sempurna, sehingga ia akan menarik air masuk ke dalam usus besar. Efek ini bekerja layaknya obat laksatif osmotik yang melunakkan feses.

6. Oatmeal

Untuk menu sarapan, semangkuk oatmeal hangat adalah pilihan terbaik bagi penderita sembelit. Gandum utuh mengandung serat larut khusus yang disebut beta-glukan. Serat ini tidak hanya baik untuk menurunkan kolesterol, tetapi juga sangat efektif memperbaiki fungsi pencernaan secara menyeluruh dan menjaga keseimbangan mikrobioma (bakteri baik) di dalam usus.

7. Ubi Jalar

Ubi jalar adalah makanan yang melancarkan BAB berkat kandungan serat majemuknya, yaitu selulosa, lignin, dan pektin. Makanan tradisional ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga merangsang pergerakan usus berkat sifat serat tidak larutnya yang memberikan bobot pada tinja. Mengonsumsi ubi jalar kukus atau panggang sangat baik untuk pencernaan.

Kapan Sembelit Harus Diperiksakan ke Dokter?

1. Penggunaan Suplemen dan Obat Pencahar

Terkadang, perbaikan pola makan tidak langsung memberikan efek instan. Jika kamu sudah makan banyak serat namun tetap kesulitan BAB, kamu mungkin membutuhkan bantuan suplemen serat tambahan atau obat pencahar ringan (laksatif) yang bisa didapatkan tanpa resep. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk dijamin 100% asli, aman, dan akan diantar langsung ke rumahmu dengan praktis.

2. Waspada Tanda Bahaya (Red Flags)

Jika sembelit berlangsung lebih dari seminggu meskipun sudah minum obat, atau jika disertai dengan gejala seperti penurunan berat badan yang drastis, feses berwarna hitam atau berdarah, dan sakit perut yang tak tertahankan, segera hentikan pengobatan mandiri dan periksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam atau gastroenterologi.

Studi Mengenai Asupan Serat dan Konstipasi

World Journal of Gastroenterology menerbitkan studi pada tahun 2012 yang menegaskan bahwa asupan makanan berserat tinggi secara signifikan meningkatkan frekuensi buang air besar pada pasien yang mengalami konstipasi fungsional.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa modifikasi diet dengan meningkatkan konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian harus selalu menjadi terapi lini pertama sebelum mempertimbangkan obat pencahar farmakologis, karena makanan ini mampu memperbaiki flora normal usus secara permanen.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Constipation – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. High-Fiber Foods.
World Journal of Gastroenterology (NCBI). Diakses pada 2024. Effect of dietary fiber on constipation: A meta analysis.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pentingnya Konsumsi Serat untuk Kesehatan Pencernaan.
WebMD. Diakses pada 2024. Foods That Help You Poop.

FAQ

1. Apakah minum kopi termasuk cara yang aman untuk melancarkan BAB?

Ya, bagi sebagian orang, kafein di dalam kopi dapat merangsang otot-otot sistem pencernaan agar berkontraksi sehingga menimbulkan rasa mulas. Namun, kopi juga bersifat diuretik (menarik cairan), sehingga kamu harus mengimbanginya dengan minum banyak air putih agar tidak memicu dehidrasi yang justru memperparah sembelit.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan makanan berserat untuk mengatasi sembelit?

Reaksi setiap tubuh berbeda-beda, namun perubahan pola makan berserat tinggi biasanya akan mulai memperlihatkan hasil dalam waktu 12 hingga 72 jam, asalkan asupan air putih juga tercukupi.

3. Apakah boleh menggunakan obat pencahar setiap hari?

Sangat tidak disarankan. Penggunaan obat pencahar atau laksatif setiap hari dalam jangka panjang dapat membuat usus menjadi malas dan kehilangan kemampuannya untuk berkontraksi secara alami tanpa bantuan obat.

4. Kenapa setelah makan sayur dan buah yang banyak, saya malah semakin sembelit?

Hal ini terjadi karena kamu makan terlalu banyak serat tetapi kurang minum air putih. Serat yang menumpuk di usus besar tanpa hidrasi yang cukup akan membentuk massa feses yang besar, keras, kering, dan sangat sulit untuk dikeluarkan.