Ad Placeholder Image

Tak Harus ke Dokter, Ini Cara Mengobati Luka Bernanah

8 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Salah satu tanda bahwa luka sudah terinfeksi oleh bakteri adalah munculnya nanah.

Tak Harus ke Dokter, Ini Cara Mengobati Luka BernanahTak Harus ke Dokter, Ini Cara Mengobati Luka Bernanah

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendapati luka di kulit yang awalnya biasa saja, namun lama-kelamaan membengkak, memerah, dan mengeluarkan cairan kental berwarna kuning atau kehijauan? Cairan kental tersebut adalah nanah (pus). Nanah sebenarnya adalah kumpulan dari sel darah putih yang mati, bakteri, serta sisa jaringan tubuh yang rusak. Munculnya nanah merupakan tanda alami bahwa sistem kekebalan tubuhmu sedang bekerja keras melawan infeksi.

Kondisi ini tidak boleh disepelekan. Jika kamu sering bertanya-tanya kenapa luka bernanah tak kunjung mengering, jawabannya sering kali berkaitan dengan kebersihan luka yang kurang terjaga, sistem imun yang sedang menurun, atau adanya bakteri agresif seperti Staphylococcus. Membiarkan luka bernanah tanpa penanganan yang tepat bisa menyebabkan infeksi menyebar ke jaringan yang lebih dalam, atau bahkan masuk ke aliran darah yang berakibat fatal.

Meskipun luka bernanah menandakan adanya infeksi, pada kasus ringan hingga sedang yang tidak disertai demam tinggi atau pembengkakan hebat, kamu masih bisa melakukan pertolongan pertama secara mandiri di rumah. Tentunya, perawatan ini harus didukung dengan produk-produk antiseptik dan perawatan luka yang tepat guna memastikan bakteri mati dan jaringan kulit bisa beregenerasi dengan baik.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk untuk mengatasi dan merawat luka yang terinfeksi? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Produk Perawatan Luka yang Ampuh

Untuk memastikan luka bernanah cepat bersih dan mengering, kamu membutuhkan kombinasi cairan pembersih, antiseptik, pelindung luka, serta vitamin penyokong dari dalam. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang bisa kamu gunakan:

1. Betadine Solution 15 ml

Betadine Solution adalah cairan antiseptik yang sangat diandalkan untuk mencegah dan mengatasi infeksi pada luka. Produk ini mengandung bahan aktif Povidone Iodine 10%. Povidone Iodine bekerja dengan cara melepaskan iodium secara perlahan yang mampu membunuh berbagai macam bakteri, virus, maupun jamur yang bersarang di area luka bernanah.

Manfaat utama dari Betadine Solution adalah membersihkan luka dari mikroorganisme penyebab infeksi serta mempercepat proses pengeringan luka. Obat ini sangat cocok untuk luka gores, luka lecet, maupun luka potong kecil yang mulai menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti kemerahan atau bernanah.

Dosis dan aturan pakai:

  • Bersihkan luka terlebih dahulu dengan air bersih atau cairan NaCl.
  • Teteskan Betadine Solution pada area luka secukupnya, 1-3 kali sehari.
  • Dapat dioleskan menggunakan kapas bersih atau cotton bud.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Hanya untuk penggunaan luar, jangan ditelan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Betadine Solution 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Rivanol 100 ml

Rivanol merupakan cairan antiseptik yang mengandung zat aktif Ethacridine lactate 0.1%. Cairan berwarna kuning ini sangat efektif digunakan sebagai kompres untuk luka yang bernanah, bengkak, dan kotor. Berbeda dengan antiseptik lain yang mungkin menimbulkan rasa perih, Rivanol cenderung lebih lembut di kulit namun tetap ampuh menghambat pertumbuhan bakteri.

Manfaat spesifik dari Rivanol adalah membersihkan nanah dan kerak luka, mengurangi peradangan lokal, serta menciptakan lingkungan luka yang bersih sehingga mempercepat proses penyembuhan jaringan granulasi (jaringan baru).

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan sesuai kebutuhan.
  • Basahi kasa steril dengan cairan Rivanol, lalu kompreskan pada luka bernanah selama beberapa menit.
  • Setelah nanah dan kotoran terangkat, luka dapat dibiarkan kering atau diolesi salep luka.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Tidak disarankan untuk luka bakar yang luas.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Rivanol 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tanda-tanda Infeksi Luka yang Harus Diwaspadai
  1. Rasa nyeri pada area luka yang semakin hari semakin bertambah parah.
  2. Kemerahan dan sensasi panas yang menjalar luas di sekitar luka.
  3. Volume nanah semakin banyak, berbau busuk, dan disertai demam tubuh.

3. Hansaplast Salep Luka 20 g

Setelah luka dibersihkan dari nanah, penting untuk menjaga kelembapan area luka agar sel-sel kulit baru dapat tumbuh dengan cepat. Hansaplast Salep Luka adalah salep penyembuh yang mengandung Petroleum jelly dan Panthenol. Salep ini menciptakan lapisan pelindung yang breathable (bisa bernapas) di atas luka, mencegahnya mengering terlalu cepat dan mengurangi risiko timbulnya bekas luka (keloid).

Manfaat utama salep ini adalah mempercepat proses penyembuhan luka hingga dua kali lipat dibandingkan tanpa perawatan, serta mencegah luka menempel pada plester pelindung. Sangat direkomendasikan untuk fase pemulihan setelah infeksi (nanah) berhasil diatasi.

Dosis dan aturan pakai:

  • Pastikan luka sudah dalam keadaan bersih dan tidak ada nanah aktif yang mengalir deras.
  • Oleskan salep tipis-tipis pada area luka, 1-2 kali sehari.
  • Bisa digunakan pada bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.

Produk ini merupakan alat kesehatan/perawatan kulit bebas. Aman digunakan secara rutin hingga luka tertutup sempurna.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Hansaplast Salep Luka 20 g di Toko Kesehatan Halodoc

4. Hansaplast Kain Elastis 10 Lembar

Luka yang pernah bernanah sangat rentan terhadap infeksi ulang jika dibiarkan terbuka dan terpapar debu atau kotoran. Hansaplast Kain Elastis adalah plester luka yang terbuat dari bahan kain lentur, memungkinkan sirkulasi udara tetap berjalan namun ampuh memblokir masuknya kuman ke area luka.

Manfaat dari plester ini adalah melindungi luka dari gesekan luar, menjaga kebersihan area yang sedang dalam masa penyembuhan, dan bantalan penyerapnya didesain agar tidak menempel kuat pada luka basah.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan 1 plester untuk menutupi luka yang sudah dibersihkan.
  • Ganti plester setiap hari atau segera jika plester basah atau kotor.

Produk ini termasuk alat kesehatan yang bebas dijual di pasaran. Hindari penggunaan berulang pada plester yang sama.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Hansaplast Kain Elastis 10 Lembar di Toko Kesehatan Halodoc

5. Vitamin C IPI 50 Tablet

Penyembuhan luka bernanah tidak hanya membutuhkan pengobatan dari luar, tetapi juga dukungan dari dalam tubuh. Vitamin C IPI mengandung 50 mg asam askorbat (Vitamin C) per tabletnya. Vitamin C memainkan peran yang sangat krusial dalam pembentukan kolagen, yaitu protein struktural utama yang dibutuhkan kulit untuk menutup luka.

Manfaat mengonsumsi suplemen ini adalah meningkatkan sistem imun tubuh agar sel darah putih lebih efektif mengalahkan bakteri penyebab nanah, serta mempercepat regenerasi jaringan kulit yang robek atau rusak.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak-anak: 1-2 tablet hisap sehari.
  • Jika kondisi tubuh sedang drop atau dalam masa pemulihan luka berat, dosis bisa ditingkatkan sesuai anjuran tenaga medis.

Produk ini termasuk suplemen kesehatan bebas. Aman dikonsumsi harian, namun bagi penderita maag disarankan mengonsumsinya setelah makan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Vitamin C IPI 50 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Penyebab Utama Kenapa Luka Bernanah

1. Infeksi Bakteri

Sebagian besar luka bernanah disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. Bakteri ini sebenarnya hidup alami di permukaan kulit, namun saat kulit terluka, mereka bisa masuk ke jaringan dalam dan berkembang biak. Tubuh kemudian merespons dengan mengirimkan neutrofil (jenis sel darah putih) untuk membunuh bakteri tersebut. Kumpulan bakteri mati, jaringan rusak, dan sel darah putih inilah yang membentuk cairan nanah.

2. Adanya Benda Asing pada Luka

Luka yang tidak dibersihkan dengan benar sering kali masih menyisakan kotoran, debu, kerikil kecil, atau serpihan kayu. Benda asing ini dianggap sebagai ancaman oleh sistem imun tubuh dan menjadi sarang kuman. Selama benda asing tersebut masih tertinggal di dalam kulit, peradangan akan terus terjadi dan produksi nanah tidak akan berhenti.

3. Kondisi Medis Tertentu (Penyakit Bawaan)

Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau memiliki riwayat penyakit diabetes militus sangat rentan mengalami luka bernanah. Kadar gula darah yang tinggi menghambat sirkulasi darah dan fungsi sel darah putih. Akibatnya, luka sekecil apapun bisa dengan cepat terinfeksi, membusuk, dan mengeluarkan nanah secara terus-menerus.

Langkah Tepat Membersihkan Luka Bernanah

1. Cuci Tangan Terlebih Dahulu

Langkah paling krusial sebelum menyentuh luka adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Jangan sampai tanganmu yang kotor justru memindahkan bakteri baru ke area luka yang sedang meradang.

2. Bersihkan Nanah dengan Teknik Kompres

Jangan pernah memencet paksa luka untuk mengeluarkan nanah karena bisa memicu infeksi menyebar ke jaringan lebih dalam. Gunakan cairan antiseptik seperti Rivanol atau NaCl yang diteteskan pada kasa steril, lalu kompreskan pada luka. Usap dengan sangat lembut hingga nanah dan kerak luka terangkat.

3. Tutup dan Lindungi Luka

Setelah luka bersih dan diaplikasikan obat antiseptik (seperti Povidone Iodine), tutup luka menggunakan plester pelindung. Pastikan untuk mengganti plester secara rutin, terutama sehabis mandi atau jika area tersebut berkeringat.

Studi Terkait Penanganan Luka Infeksi

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan sebuah tinjauan medis yang menjelaskan bahwa penggunaan antiseptik topikal seperti Povidone Iodine sangat efektif dalam menurunkan beban bakteri pada luka terbuka, sekaligus mencegah terjadinya resistensi antibiotik. Studi ini menekankan pentingnya manajemen kebersihan luka di fase awal infeksi.

Temuan ini relevan dengan anjuran medis saat ini di mana penggunaan cairan antiseptik sebagai pertolongan pertama sangat direkomendasikan untuk mengatasi nanah. Menjaga luka tetap bersih jauh lebih penting dibandingkan langsung menggunakan antibiotik minum tanpa resep dokter.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Wound Care Management.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Cuts and scrapes: First aid.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Pus: What It Is, Causes, Treatment & Prevention.
NCBI. Diakses pada 2024. The role of topical antiseptics in wound healing.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pertolongan Pertama Pada Luka Infeksi.

FAQ

1. Jika melihat gejalanya, kenapa luka bernanah sering kali disertai rasa gatal dan berdenyut?

Rasa gatal dan berdenyut terjadi karena adanya peningkatan aliran darah ke area yang terinfeksi dan penumpukan zat kimia peradangan (histamin). Ini adalah tanda sistem imun sedang melawan infeksi bakteri dan membuang sel mati menjadi nanah.

2. Apakah nanah pada luka boleh dikeluarkan dengan cara dipencet?

Sangat tidak disarankan. Memencet area luka dapat menyebabkan bakteri justru masuk lebih dalam ke aliran darah dan memperparah kerusakan jaringan. Sebaiknya bersihkan nanah dengan kompres cairan antiseptik secara lembut.

3. Kapan saya harus periksa ke dokter jika luka sudah bernanah?

Segera kunjungi dokter jika luka bernanah tidak membaik setelah 3 hari perawatan di rumah, jumlah nanah bertambah banyak (berbau tidak sedap), kemerahan menyebar luas, atau jika kamu mengalami demam dan menggigil.

4. Apakah luka yang terinfeksi dan bernanah lebih baik dibiarkan terbuka atau ditutup plester?

Luka yang bernanah harus dibersihkan, diolesi antiseptik, dan ditutup dengan plester atau kasa steril yang sirkulasi udaranya baik. Membiarkannya terbuka justru memicu debu dan bakteri baru masuk ke dalam luka, yang akan memperparah infeksi.