
Tak Perlu Khawatir! Bayi Rewel Sampai Usia Berapa Bulan?
Bayi Rewel Sampai Usia Berapa Bulan? Ini Jawabannya

Bayi rewel adalah tantangan umum yang dihadapi banyak orang tua, seringkali memicu pertanyaan seputar durasi dan penyebabnya. Secara umum, bayi biasanya rewel atau menangis intens karena kolik, sebuah fase normal yang dikenal sebagai Periode PURPLE Crying. Fase ini dimulai sekitar usia 2 minggu, mencapai puncaknya pada usia 2 bulan (atau 8 minggu), dan mereda hingga sekitar usia 3-4 bulan. Namun, kerewelan juga dapat muncul kembali di kemudian hari karena kecemasan perpisahan, biasanya antara usia 9 hingga 18 bulan.
Kerewelan ini umumnya merupakan bagian normal dari perkembangan bayi. Penting untuk memahami pola dan penyebabnya agar dapat memberikan penanganan yang tepat dan mengetahui kapan saatnya mencari bantuan medis.
Apa Itu Periode Rewel pada Bayi?
Periode rewel pada bayi merujuk pada fase ketika bayi sering menangis tanpa alasan yang jelas, tidak mudah ditenangkan, dan tangisannya bisa berlangsung lama. Istilah “PURPLE Crying” digunakan untuk menggambarkan karakteristik tangisan ini, di mana setiap huruf merepresentasikan aspek-aspeknya:
- Peak of Crying: Tangisan mencapai puncaknya, biasanya sekitar usia 2 bulan.
- Unexpected: Tangisan seringkali muncul secara tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas.
- Resists Soothing: Bayi sulit ditenangkan meskipun sudah berbagai cara dicoba.
- Pain-like Face: Ekspresi wajah bayi terlihat seperti kesakitan, meskipun tidak ada masalah kesehatan yang teridentifikasi.
- Long Lasting: Tangisan bisa berlangsung lama, terkadang hingga berjam-jam.
- Evening: Tangisan cenderung terjadi lebih sering di sore atau malam hari.
Periode ini adalah bagian normal dari perkembangan bayi, bukan tanda adanya masalah serius atau orang tua yang kurang kompeten.
Fase-Fase Kerewelan Bayi: Sampai Usia Berapa Bulan Si Kecil Biasanya Rewel?
Memahami rentang usia kerewelan bayi dapat membantu orang tua mempersiapkan diri. Ada dua fase utama kerewelan yang umum terjadi pada bayi.
Kolik dan Periode PURPLE Crying
Fase pertama dan paling umum adalah kolik atau Periode PURPLE Crying. Kerewelan intens ini biasanya dimulai sekitar usia 2 minggu. Tangisan mencapai puncaknya saat bayi berusia sekitar 2 bulan (sekitar 8 minggu). Seiring bertambahnya usia, kerewelan ini umumnya akan mereda dan menghilang sepenuhnya saat bayi mencapai usia 3 hingga 4 bulan. Ini adalah periode penyesuaian bayi terhadap dunia luar rahim, dan sistem pencernaannya masih berkembang.
Kecemasan Perpisahan sebagai Penyebab Rewel Lanjutan
Meskipun kerewelan akibat kolik mereda, bayi bisa kembali rewel pada usia yang lebih tua karena alasan berbeda. Kecemasan perpisahan (separation anxiety) sering muncul antara usia 9 hingga 18 bulan. Pada fase ini, bayi mulai menyadari keberadaan dirinya secara terpisah dari pengasuhnya. Saat pengasuh tidak terlihat, bayi mungkin menunjukkan kerewelan atau menangis karena merasa tidak aman. Ini juga merupakan tahapan perkembangan normal.
Penyebab Umum Bayi Rewel Selain Kolik
Selain kolik dan kecemasan perpisahan, ada beberapa penyebab umum lain yang bisa membuat bayi rewel:
- Kebutuhan Dasar: Lapar, popok basah atau kotor, mengantuk, atau merasa kepanasan/kedinginan adalah pemicu umum tangisan bayi.
- Stimulasi Berlebihan: Lingkungan yang terlalu ramai, bising, atau terlalu banyak aktivitas bisa membuat bayi kewalahan dan rewel.
- Ketidaknyamanan Fisik Ringan: Gas dalam perut, pakaian yang tidak nyaman, atau posisi tidur yang kurang pas dapat menyebabkan bayi menangis.
- Mencari Perhatian atau Keintiman: Terkadang, bayi hanya ingin digendong, dipeluk, atau merasa dekat dengan orang tuanya.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Mengenai Bayi Rewel?
Meskipun kerewelan adalah bagian normal dari perkembangan bayi, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis. Konsultasikan dengan dokter jika kerewelan bayi:
- Sangat intens dan tidak membaik seiring waktu.
- Disertai demam, kurang nafsu makan, muntah, diare, atau lesu.
- Tampak kesakitan dan tidak dapat ditenangkan sama sekali.
- Menyebabkan kekhawatiran serius pada orang tua mengenai kesehatan atau perkembangannya.
Dokter dapat membantu mengevaluasi kondisi bayi dan menyingkirkan kemungkinan penyebab medis lain yang mendasari.
Strategi Menenangkan Bayi Rewel
Ada beberapa langkah yang bisa dicoba untuk menenangkan bayi yang rewel:
- Periksa Kebutuhan Dasar: Pastikan bayi tidak lapar, popoknya bersih, suhu tubuhnya nyaman, dan ia tidak mengantuk.
- Teknik 5 S: Ini adalah metode menenangkan bayi yang rewel, meliputi:
- Swaddling (bedong): Membedong bayi dengan erat agar merasa aman seperti di dalam rahim.
- Side or Stomach Position (posisi menyamping atau tengkurap): Posisikan bayi menyamping atau tengkurap di lengan pengasuh (pastikan tidak tidur dalam posisi ini).
- Shushing (mendesis): Membuat suara ‘ssshhh’ di telinga bayi untuk menirukan suara rahim.
- Swinging (mengayun): Mengayun atau menggoyangkan bayi dengan lembut.
- Sucking (mengisap): Memberikan empeng atau membiarkan bayi mengisap jari pengasuh.
- Kontak Kulit ke Kulit: Memeluk bayi tanpa pakaian dengan kontak kulit langsung dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman.
- Ganti Lingkungan: Bawa bayi berjalan-jalan, ke ruangan lain, atau mendengarkan musik lembut.
Kesimpulan
Bayi rewel adalah fase perkembangan normal yang seringkali paling intens antara usia 2 minggu hingga 3-4 bulan karena kolik, dan dapat muncul kembali pada usia 9-18 bulan karena kecemasan perpisahan. Memahami pola ini dapat membantu orang tua merasa lebih siap dan tidak panik. Jika kerewelan sangat intens, tidak mereda, atau disertai gejala mengkhawatirkan lainnya, segera konsultasikan dengan dokter atau gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter umum atau spesialis anak yang tersedia 24/7. Dokter dapat memberikan diagnosis akurat dan rekomendasi penanganan yang sesuai untuk menjaga kesehatan bayi.


