Ad Placeholder Image

Takaran Susu Bayi 1 Bulan: Berapa ML Idealnya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Bayi Usia 1 Bulan Minum Susu Berapa ML? Ini Takarannya

Takaran Susu Bayi 1 Bulan: Berapa ML Idealnya?Takaran Susu Bayi 1 Bulan: Berapa ML Idealnya?

DAFTAR ISI


Menjadi orang tua baru tentu merupakan pengalaman yang membahagiakan sekaligus mendebarkan. Salah satu kekhawatiran terbesar yang sering dialami oleh ibu dan ayah di minggu-minggu awal kelahiran adalah memastikan apakah nutrisi Si Kecil sudah terpenuhi dengan baik. Pertanyaan tentang berapa banyak cairan yang seharusnya masuk ke perut bayi menjadi topik diskusi sehari-hari, apalagi saat usianya menginjak satu bulan, di mana bayi mulai menunjukkan pola makan yang sedikit berbeda dari hari-hari pertama kehidupannya.

Pada usia satu bulan, bayi sedang mengalami fase pertumbuhan yang sangat pesat. Kapasitas lambung mereka mulai membesar dibandingkan saat baru lahir yang hanya seukuran kelereng. Kini, lambung bayi satu bulan kurang lebih sudah sebesar telur ayam berukuran besar. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memahami kebutuhan asupan nutrisi yang tepat agar tumbuh kembang fisiknya, perkembangan otaknya, serta sistem kekebalan tubuhnya dapat berjalan secara optimal tanpa membuat perut bayi terasa kembung atau tidak nyaman akibat minum susu berlebihan.

Ibu bisa membeli perlengkapan menyusui, vitamin, atau memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai panduan takaran susu bayi 1 bulan melalui layanan beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Pastikan nutrisi anak terjamin setiap saat. Nah, bagi kamu yang penasaran seberapa banyak volume yang tepat dan tanda-tanda bayi sudah kenyang, berikut adalah ulasan lengkapnya!

Panduan Takaran Susu Bayi 1 Bulan

Secara umum, kebutuhan cairan harian untuk bayi berusia 1 bulan berkisar antara 150 ml hingga 200 ml per kilogram berat badannya dalam waktu 24 jam. Angka ini bukanlah sebuah aturan baku yang kaku, melainkan sebuah pedoman dasar. Setiap bayi memiliki metabolisme, tingkat aktivitas, dan kecepatan pertumbuhan yang berbeda. Ada bayi yang minum sedikit namun sering, dan ada pula bayi yang mampu minum lebih banyak namun dengan jeda waktu yang lebih panjang.

Sebagai gambaran, jika kamu menggunakan botol susu (baik itu berisi ASI perah maupun susu formula), bayi berusia 1 bulan biasanya akan mengonsumsi sekitar 60 ml hingga 120 ml setiap kali menyusu. Pada usia ini, bayi umumnya membutuhkan asupan susu sebanyak 6 hingga 8 kali dalam siklus 24 jam. Terkadang, bayi mungkin meminta lebih banyak asupan di waktu-waktu tertentu, terutama menjelang sore atau malam hari, yang sering dikenal dengan istilah cluster feeding. Fase ini sangat normal karena merupakan bagian dari lonjakan pertumbuhan (growth spurt).

Penting untuk diingat bahwa takaran ini harus disesuaikan dengan respons bayi. Hindari memaksa bayi untuk menghabiskan isi botol jika ia sudah menunjukkan tanda-tanda kenyang, seperti memalingkan wajah, menutup mulut rapat-rapat, atau tertidur. Memaksakan asupan justru dapat memicu gumoh berlebihan, muntah, perut kembung, dan rasa tidak nyaman yang berujung pada kolik.

Perbedaan Pemberian ASI dan Susu Formula

Kebutuhan dan frekuensi menyusu juga sangat dipengaruhi oleh jenis susu yang diberikan. ASI (Air Susu Ibu) dan susu formula memiliki karakteristik yang sangat berbeda dalam hal komposisi dan seberapa cepat cairan tersebut dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang masih belum matang.

1. Menyusui dengan ASI (Direct Breastfeeding)

ASI diciptakan secara alami dan sangat mudah dicerna oleh lambung bayi. Karena mudah diserap, bayi yang mengonsumsi ASI secara langsung dari payudara ibu biasanya akan lebih cepat merasa lapar. Mereka mungkin akan menyusu setiap 1,5 hingga 3 jam sekali. Saat menyusui langsung, kamu tidak perlu repot menakar berapa mililiter yang diminum oleh bayi. Prinsip utamanya adalah responsive feeding atau menyusui sesuai permintaan (on demand). Biarkan bayi menyusu selama yang mereka mau di satu sisi payudara sebelum menawarkan sisi yang lain, agar mereka mendapatkan hindmilk (susu akhir) yang kaya akan lemak penambah berat badan.

2. ASI Perah (ASIP) dalam Botol

Jika kamu adalah ibu bekerja atau sesekali menggunakan ASI perah, takaran untuk bayi 1 bulan berkisar di angka 60-90 ml per sesi minum. Jangan lupa untuk menggunakan metode paced bottle feeding. Metode ini dilakukan dengan memosisikan botol secara horizontal agar aliran susu tidak terlalu deras, dan bayi memiliki kendali atas seberapa cepat ia minum. Ini mencegah bayi tersedak dan mencegah asupan cairan berlebih yang membuat lambungnya meregang paksa.

3. Susu Formula

Berbeda dengan ASI, susu formula membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk dicerna oleh sistem pencernaan bayi. Akibatnya, bayi yang minum susu formula cenderung merasa kenyang lebih lama. Jeda waktu minum biasanya berkisar antara 3 hingga 4 jam. Untuk usia 1 bulan, takaran yang dianjurkan berada di rentang 90 ml hingga 120 ml per botol. Pastikan kamu selalu membaca instruksi pada kemasan untuk rasio air dan bubuk susu formula yang tepat. Rasio yang salah (terlalu encer atau terlalu kental) bisa menyebabkan masalah kesehatan serius seperti dehidrasi atau malnutrisi.

Tips Mengurangi Gumoh Setelah Minum Susu
  1. Pastikan bayi bersendawa setiap kali selesai menyusu dengan menepuk lembut punggungnya.
  2. Gendong bayi dalam posisi tegak setidaknya selama 15-20 menit setelah minum susu.
  3. Hindari menggoyang-goyangkan tubuh bayi atau mengajaknya bermain aktif sesaat setelah menyusu.
  4. Jika menggunakan botol, pastikan dot selalu penuh dengan cairan agar bayi tidak menelan terlalu banyak udara.

Tanda Bayi Cukup Minum Susu

Kekhawatiran utama orang tua, terutama yang menyusui secara langsung tanpa bisa mengukur botol, adalah “Apakah bayiku mendapat cukup susu?”. Menangis bukanlah satu-satunya indikator kelaparan, dan berhentinya tangisan bukan satu-satunya tanda kenyang. Ada berbagai metode observasi klinis yang bisa kamu terapkan di rumah untuk memastikan asupan nutrisi Si Kecil memadai.

1. Frekuensi Buang Air Kecil (BAK) dan Buang Air Besar (BAB)

Ini adalah indikator paling objektif. Bayi usia 1 bulan yang mendapat cukup cairan setidaknya akan memiliki 6 popok basah (air seni bening atau kuning pucat) dalam 24 jam. Jika urinnya berwarna kuning pekat atau terdapat kristal urat (bercak kemerahan seperti batu bata) di popoknya, itu bisa menjadi tanda dehidrasi awal. Untuk BAB, bayi dengan ASI eksklusif biasanya akan BAB minimal 3 kali sehari dengan tekstur lembek berwarna kuning mustard. Sementara bayi susu formula mungkin BAB 1-2 kali sehari dengan warna kecokelatan atau kehijauan dan tekstur yang sedikit lebih padat.

2. Kenaikan Berat Badan yang Stabil

Setelah mengalami sedikit penurunan berat badan di minggu pertama kehidupannya (yang sangat normal), bayi yang sehat akan kembali ke berat lahirnya dalam waktu 10-14 hari. Memasuki usia 1 bulan, berat badan idealnya bertambah sekitar 150 hingga 200 gram per minggu. Dokter anak atau bidan biasanya akan memplot berat badan bayi di kurva pertumbuhan (Kartu Menuju Sehat/KMS atau kurva WHO) saat kontrol rutin.

3. Perilaku dan Mood Bayi

Bayi yang kebutuhan kalorinya terpenuhi akan terlihat rileks setelah menyusu. Kepalan tangannya yang menegang saat lapar akan mengendur dan terbuka ketika ia merasa kenyang. Selain itu, mereka akan tampak aktif, responsif saat diajak berinteraksi, dan tidur dengan nyenyak di antara waktu menyusu.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski sebagian besar masalah menyusu dapat diatasi di rumah dengan penyesuaian posisi dan frekuensi, ada beberapa kondisi klinis yang memerlukan perhatian medis segera. Kamu harus sangat waspada terhadap tanda-tanda bahaya (red flags) pada bayi baru lahir.

Jika kamu mengamati bahwa Si Kecil terus-menerus rewel, menangis tanpa henti seolah menahan sakit, atau justru tampak sangat lemas dan sulit dibangunkan untuk menyusu, itu adalah tanda peringatan. Segera periksakan jika ubun-ubun bayi terlihat cekung, mulutnya kering, dan ia menangis tanpa mengeluarkan air mata, karena ini adalah tanda-tanda dehidrasi berat.

Selain itu, perhatikan juga jika bayi memuntahkan susu dengan tekanan tinggi (muntah menyemprot/projectile vomiting), bukan sekadar gumoh biasa. Apalagi jika muntahan tersebut berwarna hijau kekuningan atau disertai darah. Jika kamu menemui gejala-gejala ini, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis dan arahan medis yang cepat dan akurat.

Studi Mengenai Kebutuhan Nutrisi Bayi

American Academy of Pediatrics (AAP) menerbitkan pedoman nutrisi yang menjelaskan bahwa memberikan makan pada bayi harus didasarkan pada prinsip responsive feeding (memberi makan saat ada tanda lapar), bukan berpatokan pada jadwal jam yang kaku.

Studi ini menekankan bahwa orang tua harus mengenali sinyal lapar bayi sebelum mereka mulai menangis. Sinyal awal kelaparan meliputi: bayi menolehkan kepalanya mencari payudara (rooting reflex), mengecap-ngecap bibir, memasukkan tangan ke mulut, dan gelisah. Menunggu bayi hingga menangis hebat untuk memberinya susu dapat menyebabkan udara berlebih masuk ke lambung karena bayi menelan dengan tergesa-gesa akibat terlalu lapar, yang pada akhirnya memicu kembung dan kolik.

Memahami takaran susu bayi 1 bulan memang butuh waktu dan adaptasi. Teruslah mengamati pola Si Kecil dan percayalah pada naluri keibuanmu. Jika kamu memerlukan perlengkapan kesehatan bayi, kamu bisa mendapatkan produk kesehatan dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah tumbuh kembang yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Academy of Pediatrics (AAP). Diakses pada 2024. Amount and Schedule of Formula Feedings.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Infant and Young Child Feeding.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Infant formula: 7 steps to prepare it safely.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Panduan Pemberian ASI Eksklusif dan Mengenali Tanda Kecukupan ASI.
La Leche League International. Diakses pada 2024. Is My Baby Getting Enough Milk?

FAQ

1. Berapa ml takaran susu bayi 1 bulan untuk sekali minum?

Untuk bayi usia 1 bulan, takaran susu (terutama untuk susu formula atau ASI perah) umumnya berkisar antara 60 hingga 120 ml setiap kali minum. Frekuensinya bisa mencapai 6 hingga 8 kali dalam sehari, disesuaikan dengan kebutuhan dan tanda lapar bayi.

2. Apakah normal jika bayi 1 bulan sering gumoh setelah minum susu?

Ya, sangat normal. Hal ini terjadi karena katup antara lambung dan kerongkongan bayi (sfingter) belum menutup dengan sempurna. Gumoh bisa dikurangi dengan menyendawakan bayi setelah menyusu dan menggendongnya dalam posisi tegak selama sekitar 15-20 menit.

3. Bagaimana membedakan bayi menangis karena lapar atau karena hal lain?

Menangis adalah tanda lapar yang paling akhir. Sebelum menangis, bayi biasanya akan menunjukkan tanda awal seperti memasukkan tangan ke mulut, menjilat bibir, dan menoleh ke sana kemari. Jika ia baru saja disusui dan popoknya bersih, tangisan mungkin disebabkan oleh suhu ruangan yang tidak nyaman, kantuk, atau kolik.

4. Bolehkah menambahkan air ekstra ke dalam susu formula bayi?

Sangat tidak dianjurkan. Mencairkan susu formula dengan air ekstra melebihi takaran pada kemasan dapat mengganggu keseimbangan elektrolit bayi dan memicu kondisi berbahaya yang disebut keracunan air (water intoxication). Selalu ikuti takaran bubuk dan air yang tertera di kemasan.