Ad Placeholder Image

Takaran Susu Bayi 1 Tahun: Berapa yang Pas?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 23 Juni 2026

Takaran Susu Bayi 1 Tahun Pasnya Berapa Ya? Jangan Lebih!

Takaran Susu Bayi 1 Tahun: Berapa yang Pas?Takaran Susu Bayi 1 Tahun: Berapa yang Pas?

DAFTAR ISI


Memasuki usia 1 tahun adalah tonggak pencapaian yang luar biasa bagi si Kecil. Pada masa ini, pola makan anak mengalami perubahan besar. Makanan padat (MPASI) yang dulunya hanya sebagai pendamping, kini resmi menjadi sumber nutrisi utama. Sebaliknya, peran ASI atau susu formula mulai bergeser menjadi nutrisi pelengkap saja.

Perubahan ini sering kali membuat banyak orang tua bingung. Kamu mungkin bertanya-tanya, jika makanan padat sudah menjadi menu utama, apakah anak masih butuh susu? Jika iya, berapa banyak takaran yang pas agar anak tidak kekurangan kalsium, tetapi juga tidak kekenyangan susu sampai menolak makan nasi?

Mengetahui takaran yang tepat sangatlah krusial. Susu memang penting untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi karena kaya akan kalsium dan vitamin D. Namun, konsumsi susu yang berlebihan justru dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan anak, seperti risiko anemia defisiensi besi dan masalah berat badan.

Nah, mau tahu jawaban pasti mengenai pertanyaan bayi 1 tahun minum susu berapa ml beserta panduan pemberiannya? Berikut ulasan lengkap yang perlu kamu pahami!

Aturan Bayi 1 Tahun Minum Susu Berapa ml?

Setelah anak merayakan ulang tahun pertamanya, kebutuhan kalori harian mereka berkisar antara 900 hingga 1.000 kalori. Mayoritas dari kalori ini harus didapatkan dari makanan padat yang bergizi seimbang, meliputi karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, serta sayur dan buah.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan American Academy of Pediatrics (AAP), jawaban untuk pertanyaan bayi 1 tahun minum susu berapa ml adalah sekitar 400 hingga 600 ml per hari. Angka ini setara dengan 16 hingga 24 ons, atau kurang lebih 2 hingga 3 gelas kecil per hari.

Takaran 400 – 600 ml ini sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D harian anak usia 1 tahun. Kebutuhan kalsium anak di usia ini adalah sekitar 700 mg per hari. Satu gelas susu sapi utuh (sekitar 200 ml) mengandung sekitar 250-300 mg kalsium. Jadi, dengan minum 2 gelas sehari, ditambah konsumsi makanan lain seperti keju, yogurt, ikan, dan sayuran hijau, kebutuhan kalsium anak sudah terpenuhi secara optimal.

Penting untuk dicatat bahwa batasan maksimal yang sangat disarankan oleh para dokter anak adalah maksimal 700 ml (24 ons) per hari. Jika anak minum lebih dari jumlah tersebut, hal itu bisa memicu berbagai masalah kesehatan dan gangguan makan.

Tanda-tanda Anak Minum Terlalu Banyak Susu
  1. Anak sering menolak makanan padat saat jam makan tiba (Gerakan Tutup Mulut/GTM).
  2. Berat badan anak naik terlalu cepat atau justru tidak naik sama sekali karena kurang nutrisi makro.
  3. Anak mengalami sembelit atau feses menjadi sangat keras.
  4. Kulit anak terlihat lebih pucat, lemas, dan kurang aktif (gejala awal anemia).

Dampak Jika Bayi 1 Tahun Minum Susu Berlebihan

1. Anemia Defisiensi Besi

Ini adalah bahaya utama yang paling sering diwanti-wanti oleh dokter anak. Susu sapi sangat rendah kandungan zat besi. Selain itu, kalsium dan protein kasein yang tinggi di dalam susu sapi dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan padat yang dikonsumsi anak. Jika anak kenyang minum susu, mereka tidak akan mau makan daging sapi, hati ayam, atau sayuran yang kaya zat besi. Akibatnya, anak berisiko tinggi mengalami anemia defisiensi besi yang dapat mengganggu perkembangan otak dan kognitifnya.

2. Risiko Obesitas atau Gagal Tumbuh

Ada dua kemungkinan ekstrem jika anak terlalu banyak minum susu. Pertama, jika anak tetap makan makanan padat ditambah minum susu berliter-liter, asupan kalori berlebih akan memicu obesitas. Kedua, yang lebih sering terjadi, anak menjadi kenyang karena susu cair, sehingga menolak makanan padat. Karena susu tidak memiliki kalori dan kelengkapan nutrisi sepadat makanan, berat badan anak bisa stagnan atau bahkan turun (gagal tumbuh/faltering growth).

3. Sembelit atau Konstipasi

Susu tidak mengandung serat. Anak yang terlalu banyak minum susu dan kurang makan buah, sayur, serta karbohidrat kompleks akan sangat rentan mengalami sembelit. Feses akan menjadi keras, dan anak mungkin menangis kesakitan saat buang air besar.

Jenis Susu yang Direkomendasikan untuk Usia 1 Tahun

Setelah mengetahui takarannya, kamu juga harus tahu jenis susu apa yang terbaik untuk anak usia 1 tahun. Setelah lulus ASI eksklusif dan mencapai usia 12 bulan, pencernaan anak sudah cukup matang untuk mencerna susu sapi.

1. Susu Sapi Utuh (Whole Milk / Full Cream)

Para ahli kesehatan sangat menyarankan pemberian susu sapi utuh (whole milk) untuk anak usia 1 hingga 2 tahun. Lemak murni yang ada dalam susu full cream sangat esensial untuk perkembangan otak dan sistem saraf balita. Jangan berikan susu rendah lemak (low fat) atau tanpa lemak (skim milk) pada anak di bawah usia 2 tahun, kecuali ada instruksi khusus dari dokter anak (misalnya pada kasus anak obesitas yang parah).

2. Susu UHT atau Pasteurisasi

Susu cair UHT (Ultra High Temperature) atau susu pasteurisasi segar yang rasanya tawar (plain) adalah pilihan yang sangat baik dan praktis. Pastikan kamu memilih varian yang tidak mengandung tambahan gula (sukrosa) atau perasa buatan agar anak tidak terbiasa dengan rasa manis berlebihan yang bisa merusak gigi.

3. Bagaimana dengan Susu Formula Lanjutan?

Jika kamu masih memberikan ASI, lanjutkanlah hingga usia 2 tahun sesuai rekomendasi WHO. Namun, jika anak minum susu formula, kamu bisa beralih ke susu UHT full cream biasa saat usianya 1 tahun. Penggunaan susu pertumbuhan atau formula lanjutan sebenarnya tidak wajib jika gizi dari MPASI anak sudah sangat baik. Namun, jika anak tipe pemilih makanan (picky eater), dokter mungkin akan menyarankan tetap memberikan formula tertentu. Untuk memastikan nutrisi anak terpenuhi, kamu bisa beli obat online di Halodoc, termasuk vitamin anak dan suplemen makanan dengan mudah dan produk 100% asli diantar ke rumah.

Tips dan Jadwal Pemberian Susu yang Tepat

Agar konsumsi susu tidak mengganggu jadwal makan utama si Kecil, kamu perlu mengatur jadwal yang disiplin. Berikut adalah tipsnya:

1. Jangan Berikan Susu Dekat Jam Makan

Berikan jarak minimal 1,5 hingga 2 jam antara waktu minum susu dan jam makan utama. Jika anak minum susu terlalu dekat dengan jam makan, lambungnya masih penuh dan ia pasti akan menolak makan nasi. Jadikan susu sebagai camilan (snack), bukan hidangan utama.

2. Peralihan dari Botol ke Gelas

Usia 1 tahun adalah waktu yang tepat untuk mulai menyapih anak dari botol dot (pacifier) dan beralih menggunakan sippy cup, gelas sedotan, atau gelas terbuka (open cup). Minum susu dari botol dot, apalagi jika dilakukan sambil tiduran di malam hari, dapat menyebabkan kerusakan gigi susu (karies botol) dan meningkatkan risiko infeksi telinga.

3. Contoh Jadwal Pemberian Susu

  • Pagi (06.00): Sarapan utama (makanan padat)
  • Camilan Pagi (09.00): Susu 200 ml + buah potong
  • Siang (12.00): Makan siang (makanan padat)
  • Camilan Sore (15.00): Susu 200 ml + biskuit sehat
  • Malam (18.00): Makan malam (makanan padat)
  • Sebelum Tidur (20.00): Susu 100 ml (jika masih diperlukan, pastikan sikat gigi setelahnya)

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Setiap anak memiliki keunikan dan kondisi medis yang berbeda-beda. Aturan umum terkadang perlu disesuaikan dengan kondisi spesifik anak. Kamu harus lebih waspada dan mencari bantuan medis jika menemui kondisi berikut:

1. Anak Menolak Makan Sama Sekali

Jika anak hanya mau minum susu sepanjang hari dan menangis histeris setiap kali ditawari makanan padat selama berhari-hari, ini adalah tanda bahaya. Tubuhnya akan kekurangan zat besi dan nutrisi makro lainnya.

2. Gejala Alergi atau Intoleransi

Jika setelah minum susu sapi anak mengalami diare kronis, muntah proyektil, muncul ruam kemerahan di sekujur tubuh, atau fesesnya berdarah, ini bisa menjadi tanda intoleransi laktosa atau Alergi Protein Susu Sapi (APSS). Jangan tunda pemeriksaan medis. Kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis awal yang akurat.

Studi Terkait Konsumsi Susu Anak

American Academy of Pediatrics (AAP) menerbitkan berbagai studi pediatrik yang secara konsisten menjelaskan bahwa asupan susu sapi yang melebihi 24 ons (sekitar 700 ml) per hari memiliki korelasi yang kuat dengan penurunan kadar ferritin (cadangan zat besi) pada balita.

Studi tersebut menyoroti bahwa kalsium dalam susu sapi dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme maupun heme dari usus. Selain itu, rasa kenyang yang ditimbulkan oleh asupan cairan berkalori tinggi ini membuat anak kehilangan selera makan. Oleh karena itu, edukasi orang tua mengenai batas maksimal konsumsi susu menjadi fokus utama dalam pencegahan anemia pada anak usia dini.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Academy of Pediatrics (Healthy Children). Diakses pada 2024. Recommended Drinks for Children Age 5 & Younger.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Diakses pada 2024. Nutrisi pada Bayi dan Batita di Era New Normal Defisiensi Besi.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Iron deficiency in children: Prevention tips for parents.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Infant and young child feeding.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. When to Transition Your Baby to Cow’s Milk.

FAQ

1. Bayi 1 tahun minum susu berapa ml dalam sehari yang dianjurkan?

Berdasarkan anjuran IDAI dan ahli pediatrik global, anak usia 1 tahun disarankan minum susu sekitar 400 hingga 600 ml per hari. Batas maksimal yang tidak boleh dilanggar adalah 700 ml per hari agar anak tetap memiliki nafsu makan untuk mengonsumsi makanan padat (MPASI).

2. Apakah boleh anak 1 tahun minum susu UHT?

Sangat boleh. Saat anak sudah genap berusia 1 tahun (12 bulan), sistem pencernaannya sudah mampu memproses susu sapi murni. Susu UHT full cream (tanpa tambahan gula atau perasa) adalah pilihan praktis dan sehat untuk memenuhi kebutuhan lemak, kalsium, dan vitamin D si Kecil.

3. Mengapa anak 1 tahun tidak boleh minum susu terlalu banyak?

Minum susu berlebihan (lebih dari 700 ml sehari) akan membuat perut anak penuh dan kenyang cairan, sehingga mereka menolak makan nasi, daging, dan sayuran. Selain itu, kandungan kalsium yang tinggi pada susu dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan, sehingga anak berisiko tinggi terkena anemia defisiensi besi.

4. Bagaimana cara menghentikan kebiasaan anak ngempeng botol susu?

Kamu bisa menguranginya secara bertahap dengan mengganti botol dot menggunakan sippy cup berparuh keras, lalu beralih ke gelas dengan sedotan. Hindari memberikan botol susu sebagai pengantar tidur di malam hari. Jika anak haus di malam hari, berikan air putih saja untuk mencegah kerusakan gigi atau karies botol.