Ad Placeholder Image

Tanda Gejala Sifilis: Kenali Ciri-cirinya Segera!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 April 2026

Tanda Gejala Sifilis: Kenali Luka Awalnya

Tanda Gejala Sifilis: Kenali Ciri-cirinya Segera!Tanda Gejala Sifilis: Kenali Ciri-cirinya Segera!

Definisi Sifilis

Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) serius yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh dan organ vital jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Sifilis dikenal sebagai “peniru ulung” karena tanda gejala yang muncul seringkali mirip dengan penyakit lain, membuatnya sulit didiagnosis tanpa pemeriksaan medis.

Infeksi sifilis dapat berkembang melalui beberapa tahapan, dari primer hingga tersier, dengan manifestasi gejala yang berbeda di setiap stadium. Penting untuk memahami setiap tanda dan gejala agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.

Tanda Gejala Sifilis yang Perlu Diketahui

Tanda gejala sifilis sangat bervariasi tergantung pada stadium penyakit. Memahami tahapan ini krusial untuk deteksi dini dan penanganan yang efektif. Berikut adalah detail tanda gejala sifilis berdasarkan stadiumnya:

1. Sifilis Primer (3 minggu hingga 3 bulan setelah terpapar)

Stadium primer sifilis ditandai dengan munculnya lesi kulit yang khas di lokasi bakteri pertama kali masuk ke tubuh. Meskipun lesi ini dapat sembuh sendiri, infeksi tetap ada dalam tubuh dan akan berkembang ke tahap selanjutnya.

  • Luka Chancre: Tanda paling umum pada stadium ini adalah munculnya chancre, yaitu luka kecil, keras, bulat, dan seringkali tidak nyeri. Luka ini biasanya muncul 10 hingga 90 hari setelah terpapar bakteri. Chancre dapat ditemukan di area kelamin, mulut, anus, atau bagian tubuh lain yang bersentuhan langsung dengan bakteri.
  • Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di area selangkangan (inguinal), seringkali menyertai kemunculan chancre. Ini merupakan respons tubuh terhadap infeksi.

2. Sifilis Sekunder (Beberapa minggu hingga 2 tahun setelah primer)

Jika sifilis primer tidak diobati, infeksi akan berkembang ke stadium sekunder. Pada tahap ini, bakteri telah menyebar ke seluruh tubuh, menyebabkan gejala yang lebih luas dan bervariasi.

  • Ruam Kulit: Ruam sifilis sekunder biasanya muncul sebagai bintik kasar, merah atau coklat kemerahan. Ruam ini tidak gatal dan dapat muncul di batang tubuh, telapak tangan, dan telapak kaki. Ruam juga bisa muncul di area lain seperti wajah atau leher.
  • Kondiloma Lata: Ini adalah benjolan basah, lembap, dan seperti kutil yang sering ditemukan di area genital atau anus. Kondiloma lata sangat menular dan merupakan manifestasi lain dari penyebaran bakteri.
  • Gejala Mirip Flu: Penderita dapat mengalami demam ringan, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan, mirip dengan gejala flu biasa.
  • Rambut Rontok: Beberapa individu mungkin mengalami kerontokan rambut di area tertentu, seringkali menyerupai “dimakan ngengat” (moth-eaten alopecia).
  • Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Pembengkakan kelenjar getah bening bisa terjadi di berbagai bagian tubuh, bukan hanya di selangkangan.

3. Sifilis Laten (Tahap tidak aktif)

Setelah stadium sekunder, sifilis dapat masuk ke tahap laten. Pada tahap ini, tidak ada tanda atau gejala yang terlihat, tetapi bakteri tetap ada di dalam tubuh. Fase laten bisa berlangsung bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun. Meskipun tidak ada gejala, infeksi masih dapat menular pada tahap awal laten.

4. Sifilis Tersier (Bertahun-tahun setelah infeksi awal)

Sifilis tersier adalah stadium paling parah dan dapat terjadi 10 hingga 30 tahun setelah infeksi awal jika tidak diobati. Pada tahap ini, bakteri telah menyebabkan kerusakan parah pada organ internal.

  • Kerusakan Jantung dan Pembuluh Darah: Sifilis dapat menyebabkan aneurisma (pembengkakan) pada aorta atau masalah katup jantung.
  • Kerusakan Otak dan Sistem Saraf (Neurosifilis): Dapat mengakibatkan masalah neurologis seperti kelumpuhan, kebutaan, demensia, gangguan koordinasi, hingga perubahan kepribadian.
  • Kerusakan Tulang dan Sendi: Pembentukan guma (benjolan lunak) dapat terjadi pada tulang, kulit, atau organ lain, yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.

Penyebab Sifilis

Penyebab utama sifilis adalah bakteri Treponema pallidum. Penularan paling sering terjadi melalui kontak langsung dengan luka chancre atau kondiloma lata yang terinfeksi selama aktivitas seksual (vaginal, anal, atau oral). Bakteri dapat masuk melalui luka kecil atau selaput lendir yang utuh.

Sifilis juga dapat menular dari ibu hamil yang terinfeksi ke janin melalui plasenta, kondisi ini dikenal sebagai sifilis kongenital. Transfusi darah yang terinfeksi sangat jarang terjadi saat ini karena skrining darah yang ketat.

Pengobatan Sifilis

Sifilis dapat diobati, terutama jika terdeteksi pada stadium awal. Antibiotik penisilin adalah pilihan pengobatan yang paling efektif. Dosis dan durasi pengobatan akan disesuaikan dengan stadium infeksi.

Penting untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan yang diresepkan oleh dokter, bahkan jika gejala telah hilang. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan bakteri telah sepenuhnya musnah dari tubuh.

Pencegahan Sifilis

Pencegahan sifilis melibatkan praktik seks aman dan deteksi dini. Beberapa langkah pencegahan yang efektif antara lain:

  • Menggunakan kondom secara konsisten dan benar saat berhubungan seks.
  • Membatasi jumlah pasangan seksual.
  • Melakukan tes IMS secara rutin, terutama jika memiliki riwayat berganti pasangan atau berisiko tinggi.
  • Menghindari penggunaan narkoba suntik yang dapat meningkatkan risiko penularan IMS.
  • Ibu hamil disarankan untuk melakukan skrining sifilis untuk mencegah penularan ke janin.

Kapan Harus ke Dokter untuk Tanda Gejala Sifilis?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami tanda gejala sifilis seperti luka yang tidak nyeri di area genital atau mulut, ruam yang tidak gatal di telapak tangan atau kaki, atau gejala mirip flu yang tidak jelas penyebabnya.

Deteksi dini sangat penting untuk mencegah perkembangan penyakit ke stadium yang lebih parah dan menular. Dokter dapat melakukan tes darah dan pemeriksaan fisik untuk menegakkan diagnosis yang akurat.

Rekomendasi Halodoc

Apabila mengalami tanda gejala sifilis atau memiliki kekhawatiran terkait kesehatan seksual, disarankan untuk segera mencari bantuan medis profesional. Halodoc menyediakan akses mudah untuk konsultasi dengan dokter spesialis secara online maupun membuat janji di rumah sakit terdekat. Informasi lebih lanjut mengenai sifilis atau kondisi kesehatan lainnya juga tersedia lengkap dan akurat di aplikasi Halodoc.