Ad Placeholder Image

Tanda Sipilis: Kenali Gejala Awalnya Agar Tak Terlambat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Tanda Sipilis: Kenali Gejala Awal yang Tak Disadari

Tanda Sipilis: Kenali Gejala Awalnya Agar Tak TerlambatTanda Sipilis: Kenali Gejala Awalnya Agar Tak Terlambat

DAFTAR ISI


Sipilis atau yang sering dikenal masyarakat sebagai penyakit raja singa, adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang cukup rentan terjadi di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum dan menyebar secara langsung melalui kontak seksual tanpa pengaman, baik secara vaginal, anal, maupun oral.

Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi karena tanda tanda sipilis pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan rasa sakit yang berarti. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang cepat dan tepat, sipilis dapat merusak organ-organ vital di dalam tubuh seperti jantung, otak, dan sistem saraf manusia.

Sebagai seorang apoteker, saya perlu menegaskan bahwa mengingat penyakit ini disebabkan oleh bakteri, maka tidak ada obat bebas (OTC), vitamin, atau obat herbal di apotek yang bisa menyembuhkannya. Sipilis mutlak memerlukan antibiotik resep dari dokter spesialis. Oleh karena itu, mengenali gejalanya sejak dini sangatlah krusial agar kamu bisa segera mendapat pertolongan medis yang tepat!

Apa Itu Sipilis?

Sipilis adalah infeksi bakteri sistemik yang berkembang secara bertahap. Infeksi ini biasanya dimulai dengan munculnya luka tanpa rasa sakit pada area alat kelamin, rektum, atau di dalam mulut. Bakteri Treponema pallidum masuk ke dalam jaringan tubuh manusia melalui luka kecil, lecet pada kulit, atau selaput lendir saat terjadi kontak fisik secara intim.

Jika tidak langsung didiagnosis dan ditangani, bakteri akan terus berkembang biak di dalam aliran darah dan memicu kerusakan progresif pada berbagai tahapan yang berbeda.

Tanda-tanda Sipilis Berdasarkan Tahapannya

Tanda tanda sipilis sangat bergantung pada tahapan infeksi yang sedang dialami oleh pasien. Gejalanya bisa datang dan pergi, namun infeksi tetap berjalan. Berikut adalah penjelasan fase-fase sipilis dan gejalanya:

1. Sipilis Primer

Tahap pertama ditandai dengan munculnya luka kecil keras yang disebut chancre. Luka ini umumnya muncul di titik tempat bakteri pertama kali masuk, kira-kira sekitar 3 minggu setelah paparan. Ciri utama dari chancre adalah luka tersebut tidak terasa sakit atau perih sama sekali. Hal inilah yang membuat tanda tanda sipilis di tahap awal sering kali tidak disadari, terutama jika luka tersembunyi di liang vagina atau rektum. Luka primer ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3 hingga 6 minggu, tetapi bakterinya belum hilang.

2. Sipilis Sekunder

Beberapa minggu setelah luka primer sembuh, penderita biasanya akan mengalami ruam pada kulit. Ruam ini sering kali tidak gatal dan bisa bermula di area batang tubuh, lalu menyebar ke telapak tangan dan telapak kaki. Selain ruam kemerahan, penderita juga bisa mengalami demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, kerontokan rambut ringan, sakit kepala, dan nyeri sendi. Jika kamu mengalami keluhan ini setelah melakukan kontak seksual berisiko, segeralah konsultasi ke dokter di Halodoc untuk mendapatkan pemeriksaan awal dan rujukan tes darah.

Faktor Risiko dan Penularan Sipilis

Sipilis lebih mudah menular dan rentan terjadi pada seseorang dengan faktor risiko berikut:

  1. Sering berhubungan intim tanpa menggunakan kondom.
  2. Memiliki kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual.
  3. Memiliki riwayat penyakit infeksi menular seksual (IMS) jenis lainnya.
  4. Penderita HIV/AIDS yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah.

3. Sipilis Laten

Apabila tidak kunjung diobati, penyakit ini akan memasuki fase laten (tersembunyi). Pada tahap ini, tidak ada lagi tanda tanda sipilis yang terlihat pada kulit maupun terasa oleh tubuh. Fase laten bisa berlangsung selama bertahun-tahun lamanya. Meski penderita merasa sehat, bakteri Treponema pallidum terus hidup dan merusak perlahan organ-organ di dalam tubuh.

4. Sipilis Tersier

Sekitar 15 hingga 30 persen penderita sipilis laten yang tidak pernah mendapat pengobatan akan berkembang ke tahap tersier. Ini adalah tahap paling mematikan. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi parah dengan merusak otak (neurosifilis), mata (sifilis okular), sistem kardiovaskular, hati, saraf, dan tulang. Kondisi ini bisa muncul antara 10 hingga 30 tahun sejak infeksi pertama kali terjadi.

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan pernah menunda pemeriksaan jika kamu, atau pasanganmu, melihat atau merasakan adanya luka yang tidak biasa, keluarnya cairan abnormal dari alat kelamin, atau munculnya ruam luas di kulit pasca berhubungan seksual. Penegakkan diagnosis biasanya memerlukan tes darah sederhana (seperti VDRL atau TPHA) untuk mendeteksi antibodi terhadap bakteri sifilis.

Perlu dicatat kembali, tidak ada pengobatan mandiri untuk kondisi ini. Sipilis harus diobati menggunakan antibiotik golongan penisilin (seperti Benzathine Penicillin G) melalui injeksi, atau dengan alternatif antibiotik oral seperti Doxycycline sesuai peresepan ketat dari dokter. Namun, untuk menunjang daya tahan tubuh selama masa pemulihan dan setelah berkonsultasi dengan dokter, kamu bisa dengan mudah menebus resep obat antibiotik serta beli suplemen vitamin dari apotek tepercaya melalui Halodoc.

Studi Terkait Infeksi Sipilis

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan secara tegas dalam publikasi kesehatannya bahwa diagnosis awal sangat menentukan tingkat keberhasilan pengobatan sifilis. Studi klinis membuktikan bahwa pemberian penisilin pada fase primer dan sekunder dapat menghentikan perkembangan penyakit serta mencegah komplikasi organ jangka panjang.

Studi ini juga menemukan bahwa sifilis yang menyerang ibu hamil bisa menular ke janin (sifilis kongenital), yang mana sangat berisiko menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, atau cacat bawaan lahir. Oleh karena itu, skrining rutin sangat ditekankan pada kelompok yang aktif secara seksual.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2024. Syphilis – CDC Basic Fact Sheet.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Syphilis – Symptoms and causes.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Syphilis.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual.

FAQ

1. Apakah tanda tanda sipilis bisa sembuh atau hilang dengan sendirinya?

Gejala fisiknya, seperti luka chancre pada tahap primer atau ruam pada tahap sekunder, memang bisa hilang dengan sendirinya tanpa diobati. Namun, itu bukan berarti tubuhmu sembuh. Bakteri akan tetap bersarang dalam darah dan infeksi akan terus berjalan ke tahap yang lebih berbahaya (laten dan tersier).

2. Apa tanda tanda sipilis pada wanita yang paling mudah dikenali?

Pada wanita, luka primer sifilis (chancre) sering kali muncul di bagian dalam vagina atau di sekitar serviks, sehingga tidak terlihat dan tidak terasa sakit. Sering kali wanita baru menyadari gejalanya saat masuk tahap sekunder, yaitu ketika muncul ruam di telapak tangan, telapak kaki, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.

3. Berapa lama tanda tanda sipilis muncul setelah berhubungan?

Masa inkubasi atau waktu dari paparan bakteri hingga munculnya gejala pertama sangat bervariasi. Rata-rata, tanda awal berupa luka keras tidak nyeri (chancre) akan muncul sekitar 21 hari (3 minggu) setelah kontak fisik. Meski demikian, rentang waktunya bisa berkisar dari 10 hari hingga 90 hari.

4. Apakah ada obat di apotek yang bisa dibeli bebas untuk mengobati sipilis?

Tidak ada. Sipilis hanya bisa diobati dan disembuhkan dengan pemberian antibiotik dari dokter spesialis kulit dan kelamin (biasanya suntikan Penisilin). Membeli obat bebas, jamu, atau obat herbal di apotek tidak akan mampu membunuh bakteri sifilis, melainkan berisiko memperburuk kondisi karena membuang-buang waktu emas pengobatan.