Ad Placeholder Image

Tanda-tanda Sifilis pada Wanita yang Sering Terlewat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   26 Februari 2026

Tanda Sifilis pada Wanita: Kenali Luka Tak Sakit Ini

Tanda-tanda Sifilis pada Wanita yang Sering TerlewatTanda-tanda Sifilis pada Wanita yang Sering Terlewat

Tanda Tanda Sifilis pada Wanita yang Perlu Diwaspadai

Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini seringkali sulit dikenali pada tahap awal, terutama pada wanita, karena gejala yang muncul bisa ringan atau bahkan tidak disadari. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius yang dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang.

Memahami tanda tanda sifilis pada wanita adalah langkah krusial dalam pencegahan dan penanganan. Gejala sifilis berkembang melalui beberapa tahapan, masing-masing dengan karakteristik unik yang perlu dikenali.

Definisi Sifilis

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini dapat menyebar melalui kontak seksual langsung dengan luka atau ruam sifilis yang terinfeksi. Selain itu, sifilis juga dapat menular dari ibu hamil ke janinnya, yang dikenal sebagai sifilis kongenital.

Jika tidak diobati, sifilis dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, otak, mata, tulang, dan sistem saraf. Oleh karena itu, mengenali tanda awal dan mencari pengobatan yang tepat sangat penting.

Tanda Tanda Sifilis pada Wanita Berdasarkan Tahapan

Perjalanan infeksi sifilis terbagi menjadi beberapa tahapan, dan tanda serta gejalanya bervariasi di setiap tahapan. Penting untuk memahami perkembangan ini untuk deteksi yang akurat.

Sifilis Tahap Primer (Awal)

Tahap ini biasanya muncul 10 hingga 90 hari setelah infeksi awal. Tanda utama sifilis pada wanita adalah munculnya satu atau beberapa luka kecil yang disebut chancre.

  • Luka ini umumnya berbentuk lingkaran, memiliki tepi keras, dan tidak menimbulkan rasa sakit.
  • Lokasi munculnya chancre dapat berada di area genital, seperti vagina, serviks (leher rahim), atau labia.
  • Bisa juga muncul di area lain seperti anus, rektum, atau mulut, tergantung pada lokasi kontak seksual.
  • Karena luka ini tidak sakit dan sering berada di lokasi yang sulit terlihat (misalnya di serviks), banyak wanita tidak menyadarinya.
  • Chancre biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3 hingga 6 minggu, bahkan tanpa pengobatan. Namun, penting untuk diingat bahwa meski luka menghilang, bakteri penyebab sifilis tetap ada di dalam tubuh dan infeksi akan berlanjut ke tahap berikutnya jika tidak diobati.

Sifilis Tahap Sekunder

Tahap ini terjadi beberapa minggu setelah chancre primer sembuh. Pada tahap ini, bakteri sudah menyebar ke seluruh tubuh, menyebabkan gejala yang lebih luas.

  • Ruam kulit: Muncul ruam berwarna merah atau kemerahan kecoklatan yang tidak gatal. Ruam ini bisa muncul di mana saja di tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki.
  • Luka di mulut atau area genital: Selain ruam, dapat muncul lesi datar, keabu-abuan atau keputihan yang disebut condyloma lata di area lembap seperti mulut atau area genital.
  • Gejala mirip flu: Wanita mungkin mengalami demam ringan, sakit tenggorokan, nyeri otot, nyeri sendi, atau sakit kepala.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening: Kelenjar getah bening bisa membesar, terutama di area leher, ketiak, dan selangkangan.
  • Rambut rontok: Beberapa wanita dapat mengalami kerontokan rambut yang tidak merata.
  • Kelelahan: Rasa lelah yang signifikan juga bisa menjadi gejala.

Seperti chancre primer, gejala sifilis tahap sekunder juga dapat menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, bakteri tetap aktif dan infeksi akan berkembang ke tahap laten jika tidak diobati.

Sifilis Tahap Laten

Tahap laten adalah periode di mana tidak ada tanda atau gejala sifilis yang terlihat. Infeksi masih ada di dalam tubuh, tetapi berada dalam kondisi “tidur”.

  • Tahap laten dapat berlangsung selama bertahun-tahun.
  • Tahap ini dibagi menjadi laten awal (kurang dari satu tahun setelah infeksi awal) dan laten akhir (satu tahun atau lebih setelah infeksi awal).
  • Meskipun tidak ada gejala yang terlihat, bakteri masih dapat menyebabkan kerusakan internal yang lambat namun progresif.

Sifilis Tahap Tersier (Lanjut)

Jika sifilis tidak diobati, dapat berkembang ke tahap tersier, yang merupakan tahap paling merusak. Tahap ini dapat terjadi 10 hingga 30 tahun setelah infeksi awal.

  • Kerusakan organ: Bakteri dapat merusak jantung, pembuluh darah, otak, sistem saraf, mata, hati, tulang, dan sendi.
  • Neurological sifilis: Menyebabkan masalah neurologis serius seperti stroke, meningitis, kebutaan, gangguan pendengaran, demensia, dan masalah koordinasi.
  • Kardiovaskular sifilis: Menyebabkan aneurisma (pelebaran abnormal) pada aorta dan masalah jantung lainnya.
  • Gummas: Lesi besar, lunak, seperti tumor yang dapat muncul pada kulit, tulang, atau organ internal.

Komplikasi pada tahap ini dapat mengancam jiwa dan menyebabkan cacat permanen.

Komplikasi Sifilis yang Tidak Diobati

Selain tahapan yang disebutkan di atas, sifilis yang tidak diobati dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. Kerusakan organ vital, masalah neurologis permanen, dan risiko penularan ke janin adalah beberapa di antaranya.

Pada wanita hamil, sifilis dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, kelahiran prematur, atau bayi lahir dengan sifilis kongenital. Sifilis kongenital dapat menyebabkan cacat lahir serius dan masalah kesehatan seumur hidup pada bayi.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Sangat penting untuk segera mencari pertolongan medis jika menemukan salah satu tanda tanda sifilis pada wanita yang telah dijelaskan, terutama jika terdapat luka yang tidak biasa di area genital, ruam yang tidak gatal, atau gejala yang menyerupai flu tanpa alasan jelas. Deteksi dan pengobatan dini sifilis sangat efektif dan dapat mencegah perkembangan penyakit ke tahap yang lebih serius.

Jangan menunda pemeriksaan jika memiliki riwayat kontak seksual tanpa pengaman dengan pasangan yang terinfeksi atau berisiko tinggi.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis Praktis

Mengenali tanda tanda sifilis pada wanita sangat penting untuk kesehatan reproduksi dan umum. Mengingat sifat gejala yang seringkali tidak disadari, terutama pada tahap awal, skrining rutin sangat dianjurkan bagi individu yang aktif secara seksual, terutama yang memiliki beberapa pasangan atau riwayat IMS.

Jika ada kecurigaan atau kekhawatiran mengenai sifilis atau IMS lainnya, segera lakukan konsultasi dengan dokter. Aplikasi Halodoc dapat digunakan untuk berkonsultasi dengan dokter secara mudah dan rahasia, serta membuat janji temu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pengobatan sifilis umumnya efektif dengan antibiotik, terutama jika didiagnosis pada tahap awal.