Ad Placeholder Image

Tape Singkong Berapa Kalori? Fakta Nutrisinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Tape Singkong Berapa Kalori? Yuk, Intip Fakta Nutrisinya!

Tape Singkong Berapa Kalori? Fakta Nutrisinya!Tape Singkong Berapa Kalori? Fakta Nutrisinya!

DAFTAR ISI


Siapa yang tidak kenal dengan tape singkong? Makanan tradisional khas Indonesia ini memiliki cita rasa yang unik—perpaduan antara manis, sedikit asam, dan aroma alkohol yang lembut. Di balik teksturnya yang empuk, banyak orang yang bertanya-tanya mengenai kandungan gizinya, terutama bagi mereka yang sedang menjaga berat badan atau menjalani program diet tertentu.

Memahami kalori tape singkong sangat penting karena meskipun berasal dari bahan alami, proses fermentasi mengubah struktur kimia dan profil nutrisi singkong secara signifikan. Sebagai sumber karbohidrat, tape sering kali dianggap sebagai camilan berat yang perlu diwaspadai porsinya. Namun, di sisi lain, sifat probiotiknya menawarkan manfaat yang sering kali tidak ditemukan pada sumber karbohidrat lainnya seperti nasi putih atau roti.

Penting bagi kamu untuk mengetahui batas aman konsumsi tape, terutama jika kamu memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes atau gangguan lambung. Informasi yang akurat mengenai nilai kalori dan nutrisi akan membantu kamu menikmati kudapan ini tanpa rasa bersalah. Mari kita bedah secara mendalam apa saja yang terkandung dalam sepotong tape singkong dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan tubuhmu.

Nah, mau tahu apa saja detail informasi seputar kandungan dan manfaatnya? Berikut ulasannya!

Apa Itu Tape Singkong dan Mengapa Disukai?

Tape singkong adalah produk pangan hasil fermentasi singkong (Manihot esculenta) menggunakan ragi yang mengandung mikroorganisme seperti Saccharomyces cerevisiae, Rhizopus oryzae, dan bakteri asam laktat. Proses fermentasi ini berlangsung selama 2-3 hari, di mana pati dalam singkong diubah menjadi gula sederhana, kemudian sebagian diubah lagi menjadi alkohol dan asam organik.

Inilah yang menyebabkan tape memiliki rasa manis yang khas tanpa perlu tambahan gula pasir yang banyak. Masyarakat Indonesia menyukai tape karena fleksibilitasnya; bisa dimakan langsung, dijadikan campuran es campur, digoreng, atau diolah menjadi bolu tape. Namun, sebagai apoteker, saya sering mengingatkan bahwa proses biokimia ini juga meningkatkan konsentrasi gula dan alkohol yang bisa memengaruhi metabolisme tubuh.

Rincian Kalori Tape Singkong per Porsi

Jika kita berbicara angka, kalori tape singkong tergolong cukup tinggi dibandingkan singkong rebus biasa. Hal ini dikarenakan selama fermentasi, kadar air berkurang dan konsentrasi nutrien serta gula meningkat. Berdasarkan data gizi secara umum, berikut adalah perkiraan kandungan kalori dalam tape singkong:

  • Per 100 gram tape singkong: Mengandung sekitar 169 hingga 173 kalori.
  • Kandungan Karbohidrat: Sekitar 40-42 gram.
  • Protein: Sekitar 0.8 – 1 gram.
  • Lemak: Sangat rendah, sekitar 0.1 – 0.3 gram.

Sebagai perbandingan, 100 gram nasi putih mengandung sekitar 130 kalori. Artinya, mengonsumsi tape singkong dalam jumlah yang sama memberikan asupan energi yang lebih besar. Bagi kamu yang aktif bergerak, ini bisa menjadi sumber energi instan yang baik, namun bagi yang kurang beraktivitas, kalori ekstra ini dapat disimpan tubuh sebagai cadangan lemak jika dikonsumsi berlebihan.

Perbandingan Kalori Olahan Tape
  1. Tape Singkong Original (100g): ±173 kkal
  2. Tape Goreng (pake tepung & minyak): ±250-300 kkal
  3. Colenak (dengan kental manis & gula merah): ±350 kkal

Nutrisi di Balik Proses Fermentasi Singkong

Selain kalori, proses fermentasi memberikan nilai tambah pada aspek mikronutrisi. Tape singkong mengandung vitamin B1 (Thiamine) yang meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan singkong mentah. Vitamin ini sangat penting untuk metabolisme saraf dan otot. Selain itu, terdapat kandungan kalsium dan fosfor yang baik untuk menjaga kesehatan tulang.

Yang paling menonjol adalah kehadiran bakteri asam laktat (BAL). Sebagai makanan fermentasi, tape bertindak sebagai probiotik alami. Bakteri baik ini membantu menyeimbangkan mikrobioma di dalam usus, yang berdampak positif pada sistem kekebalan tubuh dan kelancaran pencernaan. Namun, perlu diingat bahwa kualitas ragi dan kebersihan selama proses pembuatan sangat menentukan profil keamanan nutrisi ini.

Manfaat Kesehatan Konsumsi Tape Singkong

Mengonsumsi tape singkong dalam porsi yang terkendali memberikan beberapa manfaat kesehatan, di antaranya:

1. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Kandungan probiotik dalam tape dapat membantu mengatasi sembelit dan menjaga kesehatan dinding usus. Bakteri baik ini menekan pertumbuhan bakteri jahat yang sering menyebabkan kembung atau diare.

2. Sumber Energi Cepat

Gula sederhana hasil fermentasi sangat mudah diserap oleh tubuh. Ini menjadikannya pilihan camilan yang baik sebelum melakukan aktivitas fisik berat atau olahraga.

3. Membantu Mencegah Anemia

Meskipun jumlahnya tidak masif, kandungan zat besi dan vitamin B12 (yang dihasilkan mikroorganisme tertentu selama fermentasi) dapat membantu proses pembentukan sel darah merah.

Risiko dan Efek Samping Konsumsi Berlebihan

Sebagai apoteker, saya perlu memberikan peringatan mengenai konsumsi tape yang tidak terkontrol. Sifat asam dan kandungan alkohol pada tape dapat memicu iritasi pada dinding lambung, terutama bagi penderita gastritis atau GERD. Selain itu, indeks glikemik yang relatif tinggi bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara mendadak.

Ibu hamil dan anak-anak juga disarankan untuk membatasi konsumsi tape karena kandungan alkoholnya, meski kadarnya rendah (biasanya berkisar 0.5% hingga 2% tergantung lama fermentasi). Jika kamu merasa mengalami gangguan pencernaan yang tidak kunjung membaik setelah mengonsumsi makanan tertentu, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang tepat.

Tips Mengonsumsi Tape Singkong dengan Sehat

Agar kamu tetap bisa menikmati kelezatan tape tanpa mengganggu kesehatan, ikuti tips berikut:

  • Batasi Porsi: Cukup konsumsi sekitar 50-100 gram per hari.
  • Hindari Menggoreng: Menggoreng tape hanya akan menambah lemak jenuh dan kalori secara signifikan. Lebih baik dikonsumsi langsung atau dikukus sebentar.
  • Pilih Tape yang Pas Matangnya: Tape yang terlalu matang (lewat 3 hari) biasanya memiliki kadar alkohol yang lebih tinggi dan rasa yang sangat asam.
  • Imbangi dengan Serat: Konsumsi tape bersama sayuran atau buah lain untuk memperlambat penyerapan gula di dalam tubuh.

Bagi kamu yang ingin menjaga kesehatan pencernaan secara rutin namun merasa sensitif terhadap makanan fermentasi seperti tape, kamu bisa melengkapi kebutuhan nutrisi dengan suplemen yang tepat. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan probiotik dalam bentuk kapsul atau tablet yang lebih terukur dosisnya.

Studi Mengenai Fermentasi Singkong

Journal of Food Science and Technology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa proses fermentasi pada singkong secara signifikan menurunkan kadar sianida (senyawa beracun alami pada singkong) dan meningkatkan bioavailabilitas mineral. Hal ini membuktikan bahwa pengolahan menjadi tape sebenarnya meningkatkan nilai keamanan pangan singkong jika dilakukan dengan benar.

Penelitian lain menunjukkan bahwa bakteri asam laktat yang diisolasi dari tape singkong memiliki potensi imunomodulator, yang berarti dapat membantu memperkuat sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi patogen di saluran cerna.

Jika kamu mengalami gejala seperti mual, pusing, atau nyeri perut yang tajam setelah mengonsumsi tape, jangan abaikan kondisi tersebut. Segera hubungi tenaga medis untuk memastikan tidak ada reaksi alergi atau intoleransi terhadap ragi. Kamu tetap bisa menjaga kesehatan dengan bijak melalui pilihan nutrisi yang seimbang setiap hari.

Punya Masalah Pencernaan atau Pertanyaan Seputar Diet? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, atau bingung menghitung kebutuhan kalori harianmu? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Tabel Komposisi Pangan Indonesia: Tape Singkong.
Journal of Food Science and Technology. Diakses pada 2026. Nutritional Improvements of Cassava via Fermentation.
NCBI – PubMed. Diakses pada 2026. Probiotic Potential of Lactic Acid Bacteria from Traditional Fermented Foods.
Healthline. Diakses pada 2026. Is Cassava Flour Healthy? Nutrition, Benefits, and Downsides.
WebMD. Diakses pada 2026. Health Benefits of Fermented Foods.

FAQ

1. Apakah kalori tape singkong aman untuk penderita diabetes?

Penderita diabetes harus sangat berhati-hati karena tape singkong mengandung gula sederhana yang tinggi. Konsultasikan dengan dokter mengenai porsi yang diperbolehkan agar tidak memicu lonjakan gula darah.

2. Apakah tape singkong mengandung alkohol?

Ya, proses fermentasi ragi secara alami menghasilkan etanol. Kadarnya bervariasi antara 0.5% hingga 2%, sehingga sebaiknya dihindari oleh mereka yang sangat sensitif terhadap alkohol atau sedang dalam pengobatan tertentu.

3. Bisakah tape singkong membantu menurunkan berat badan?

Karena kalorinya yang cukup tinggi (lebih dari nasi), tape bukanlah makanan utama untuk diet penurunan berat badan. Namun, kandungan probiotiknya bisa membantu metabolisme jika dikonsumsi dalam jumlah kecil sebagai pengganti camilan manis lainnya.

4. Kenapa makan tape singkong bisa membuat perut terasa panas?

Efek panas atau perih tersebut biasanya disebabkan oleh kandungan alkohol dan sifat asam hasil fermentasi yang merangsang produksi asam lambung berlebih, terutama jika dimakan saat perut kosong.