Advertisement

Tato Henna: Seni Tradisional, Tren Masa Kini

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE   05 Juni 2025

Tato henna adalah seni menghias tubuh dengan pewarna alami yang aman jika digunakan dengan benar.

Tato Henna: Seni Tradisional, Tren Masa KiniTato Henna: Seni Tradisional, Tren Masa Kini

DAFTAR ISI

  1. Apa Itu Tato Henna?
  2. Manfaat Henna Bagi Kulit
  3. Risiko Penggunaan Henna
  4. Cara Aman Menggunakan Henna
  5. Henna dalam Perspektif Medis
  6. Kesimpulan


Henna telah lama dikenal sebagai pewarna alami yang digunakan untuk mewarnai kulit, rambut, dan kuku. Di Indonesia, tato henna populer sebagai seni tubuh sementara yang digunakan dalam berbagai acara dan perayaan.

Yuk, ketahui lebih lanjut mengenai tato henna, termasuk manfaat, risiko, dan cara aman menggunakannya.

Apa Itu Tato Henna?

Tato henna adalah seni melukis tubuh menggunakan pasta yang terbuat dari daun tanaman Lawsonia inermis. Tanaman ini menghasilkan pigmen alami yang memberikan warna cokelat kemerahan pada kulit. Seni ini telah dipraktikkan selama ribuan tahun di berbagai budaya, termasuk di Indonesia.

Henna sering digunakan dalam upacara pernikahan, perayaan keagamaan, dan acara-acara khusus lainnya. Di Indonesia, motif tato henna sangat beragam, mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi lokal.

Manfaat Henna Bagi Kulit

Selain sebagai seni dekoratif, henna juga memiliki potensi manfaat bagi kulit. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak henna memiliki sifat:

  • Penyembuhan Luka: Ekstrak air dari henna (Lawsonia inermis) berpotensi membantu penyembuhan luka.
  • Antimikroba: Henna memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu melindungi kulit dari infeksi.

Namun, perlu diingat bahwa manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Risiko Penggunaan Henna

Meskipun henna alami relatif aman, penggunaan “henna hitam” dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. “Henna hitam” seringkali mengandung p-Phenylenediamine (PPD), bahan kimia yang dapat menyebabkan:

  • Dermatitis Kontak Alergi: Reaksi alergi yang menyebabkan gatal, kemerahan, dan peradangan pada kulit. Ketahui lebih lanjut tentang Dermatitis Kontak – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.
  • Jaringan Parut Permanen: Dalam kasus yang parah, PPD dapat menyebabkan jaringan parut permanen pada kulit.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa henna yang digunakan adalah henna alami dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

Cara Aman Menggunakan Henna

Untuk menghindari risiko kesehatan, berikut adalah beberapa tips aman menggunakan henna:

  • Pilih Henna Alami: Pastikan henna yang digunakan terbuat dari bahan-bahan alami tanpa tambahan bahan kimia berbahaya. Henna alami biasanya berwarna cokelat kemerahan.
  • Uji Coba pada Area Kecil: Sebelum mengaplikasikan henna pada area yang luas, lakukan uji coba pada area kecil kulit untuk melihat apakah ada reaksi alergi.
  • Hindari Henna Hitam: Jangan gunakan henna yang berwarna hitam atau sangat gelap, karena kemungkinan mengandung PPD.
  • Perhatikan Reaksi Kulit: Jika setelah menggunakan henna muncul gejala alergi seperti gatal, kemerahan, atau bengkak, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter.

Simak informasi lain tentang Perawatan Kulit – Cara dan Jenis Sesuai Tipe Kulit berikut ini.

Henna dalam Perspektif Medis

Selain digunakan sebagai pewarna kulit, henna juga diteliti potensinya dalam bidang medis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa henna dapat digunakan sebagai:

  • Penanda Kulit Pre-Operasi: Henna dapat digunakan sebagai penanda kulit yang tahan lama sebelum operasi tulang belakang.
  • Penyimpanan Energi: Senyawa dari henna juga diteliti untuk aplikasi penyimpanan energi pada baterai lithium-ion.

Namun, penelitian ini masih dalam tahap awal dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk aplikasi klinis. Jika butuh pertanyaan tentang pemakaian henna atau mengalami ciri-ciri alergi, Ini Rekomendasi Dokter Kulit dan Kelamin di Halodoc yang bisa kamu hubungi.

Kesimpulan

Tato henna adalah seni tradisional yang populer di Indonesia. Meskipun henna alami relatif aman, penting untuk berhati-hati terhadap “henna hitam” yang mengandung bahan kimia berbahaya. Selalu gunakan henna alami dan perhatikan reaksi kulit setelah penggunaan.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang kesehatan kulit atau reaksi alergi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit di Halodoc.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Pakai Halodoc sekarang juga!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2025. Henna – Uses, Side Effects, and More.
U.S Food & Drug Administration. Diakses pada 2025. Temporary Tattoos, Henna/Mehndi, and “Black Henna.”
British Journal of General Practice. Diakses pada 2025. Henna tattooing dermatitis: consider an additive as the culprit.