Ad Placeholder Image

TB Kelenjar Berbahaya: Kenali Risiko dan Cara Obatinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

TB Kelenjar Apakah Berbahaya? Jangan Anggap Enteng!

TB Kelenjar Berbahaya: Kenali Risiko dan Cara ObatinyaTB Kelenjar Berbahaya: Kenali Risiko dan Cara Obatinya

TB Kelenjar Apakah Berbahaya? Memahami Risiko dan Penanganannya

Tuberkulosis kelenjar atau TB kelenjar getah bening merupakan jenis TB di luar paru yang menyerang kelenjar getah bening. Pertanyaan mengenai apakah TB kelenjar berbahaya seringkali muncul di kalangan masyarakat. Jawabannya adalah ya, kondisi ini dapat berbahaya jika tidak ditangani dengan serius dan tuntas, berpotensi menimbulkan komplikasi serius dan penyebaran infeksi.

Apa Itu TB Kelenjar Getah Bening?

Tuberkulosis kelenjar getah bening atau limfadenitis TB adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi menyaring zat berbahaya dari tubuh. Ketika bakteri TB menginfeksi kelenjar ini, biasanya akan menyebabkan pembengkakan.

Kelenjar getah bening yang paling sering terinfeksi adalah di leher, ketiak, atau selangkangan. Namun, infeksi juga dapat terjadi di kelenjar getah bening di dalam tubuh, seperti di dada atau perut, yang mungkin tidak mudah terlihat atau teraba.

TB Kelenjar Apakah Berbahaya? Risiko dan Komplikasi

TB kelenjar dapat sangat berbahaya jika tidak diobati dengan benar dan tuntas. Berikut adalah beberapa risiko dan komplikasi yang bisa terjadi:

  • Penyebaran Infeksi ke Organ Lain
  • Bakteri TB yang bersarang di kelenjar getah bening dapat menyebar melalui aliran darah ke organ-organ vital lainnya. Ini termasuk paru-paru (menyebabkan TB paru), tulang (TB tulang), otak (meningitis TB), ginjal, atau organ pencernaan. Penyebaran ini dapat menimbulkan kondisi yang jauh lebih serius dan sulit diobati.
  • Pembentukan Abses
  • Kelenjar yang terinfeksi dapat membentuk abses, yaitu kantung berisi nanah. Abses ini bisa sangat nyeri, bengkak, dan memerlukan tindakan drainase (pengeluaran nanah) untuk mengatasinya.
  • Pembentukan Fistula
  • Jika abses tidak ditangani, kadang-kadang dapat pecah dan membentuk fistula, yaitu saluran abnormal yang menghubungkan kelenjar yang terinfeksi ke permukaan kulit atau organ lain. Fistula ini dapat terus mengeluarkan cairan atau nanah dan menjadi pintu masuk infeksi sekunder.
  • Sepsis
  • Pada kasus yang parah dan tanpa penanganan, infeksi TB kelenjar dapat menyebar ke seluruh tubuh dan memicu sepsis. Sepsis adalah respons imun tubuh yang berlebihan terhadap infeksi yang dapat menyebabkan kerusakan organ, syok, dan bahkan berpotensi mengancam nyawa.
  • Kematian
  • Dalam skenario terburuk, terutama jika komplikasi serius seperti meningitis TB atau sepsis terjadi tanpa penanganan medis yang adekuat, TB kelenjar memiliki potensi mematikan.

Gejala TB Kelenjar Getah Bening

Gejala TB kelenjar mungkin tidak selalu jelas pada awalnya dan bisa berkembang secara bertahap. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening, paling sering di leher, yang tidak nyeri atau sedikit nyeri.
  • Demam ringan yang berlangsung lama, terutama pada sore atau malam hari.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Keringat dingin di malam hari.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Lemas dan kelelahan.

Jika pembengkakan kelenjar getah bening terjadi di dalam tubuh, gejala dapat bervariasi tergantung lokasi, seperti nyeri perut jika di kelenjar perut.

Pengobatan TB Kelenjar Getah Bening

Pengobatan TB kelenjar sama dengan pengobatan TB paru, yaitu menggunakan kombinasi obat anti-tuberkulosis (OAT). Durasi pengobatan minimal adalah 6 bulan, namun dapat diperpanjang menjadi 9-12 bulan tergantung kondisi pasien dan respons terhadap terapi. Penting sekali untuk menghabiskan seluruh dosis obat sesuai anjuran dokter, meskipun gejala sudah membaik.

Tidak menyelesaikan pengobatan dapat menyebabkan bakteri TB menjadi kebal obat atau resisten. Kondisi resistensi obat ini membuat pengobatan selanjutnya jauh lebih sulit, lebih lama, dan memerlukan jenis obat yang berbeda dengan efek samping yang lebih berat.

Pencegahan TB Kelenjar Getah Bening

Pencegahan TB kelenjar sama dengan pencegahan TB pada umumnya, yaitu:

  • Menerima vaksinasi BCG pada anak-anak.
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
  • Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Menghindari kontak dekat dengan individu yang terdiagnosis TB aktif dan belum menjalani pengobatan.
  • Meningkatkan ventilasi di rumah dan tempat kerja.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis

TB kelenjar adalah kondisi serius yang membutuhkan perhatian medis segera dan pengobatan yang tuntas. Mengabaikan TB kelenjar dapat berakibat fatal karena potensi penyebaran infeksi dan komplikasi berbahaya. Jika mengalami gejala yang mengarah pada TB kelenjar atau memiliki kontak dengan pasien TB, sangat penting untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kunjungan ke dokter akan membantu dalam diagnosis akurat dan penentuan rencana pengobatan yang tepat. Patuhi jadwal minum obat dan selesaikan terapi sesuai anjuran untuk mencegah resistensi obat dan memastikan kesembuhan. Dapatkan informasi dan konsultasi medis terpercaya melalui Halodoc untuk penanganan TB kelenjar yang optimal.