TBC Kulit Apakah Menular? Yuk, Pahami Cara Sebenarnya

TBC Kulit Apakah Menular? Pahami Penjelasan Medisnya
Tuberkulosis kulit, atau sering disebut skrofuloderma, adalah bentuk infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang kulit. Pertanyaan umum yang muncul adalah apakah kondisi ini dapat menular. Penting untuk memahami bahwa TBC kulit memang bisa menular, namun penularannya sangat jarang terjadi dan tidak melalui sentuhan biasa.
Penularan TBC kulit umumnya diakibatkan oleh penyebaran bakteri dari infeksi TBC paru aktif di dalam tubuh seseorang. Bakteri tersebut berpindah dari paru-paru ke kelenjar getah bening, kemudian menyebar hingga ke kulit. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui luka terbuka, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh yang lemah.
Apa Itu TBC Kulit (Skrofuloderma)?
TBC kulit atau skrofuloderma merupakan salah satu manifestasi ekstrapulmoner dari penyakit tuberkulosis. Kondisi ini terjadi ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis menginfeksi jaringan kulit. Infeksi ini seringkali merupakan hasil dari penyebaran bakteri dari organ lain yang terinfeksi TBC di dalam tubuh.
Lesi pada kulit dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk, mulai dari benjolan hingga luka bernanah. Skrofuloderma biasanya terjadi ketika kelenjar getah bening yang terinfeksi TBC pecah dan menyebar ke permukaan kulit.
Penularan TBC Kulit: Menjawab Keraguan
Sebagaimana telah disebutkan, TBC kulit memiliki potensi penularan, tetapi dengan mekanisme yang berbeda dan frekuensi yang jauh lebih rendah dibandingkan TBC paru. TBC paru adalah jenis TBC yang paling menular, yaitu melalui udara (droplet) saat penderita batuk atau bersin.
Penularan TBC kulit tidak terjadi secara langsung melalui kontak kulit biasa. Seseorang yang bersentuhan dengan lesi TBC kulit tidak akan langsung tertular. Risiko penularan sangat minimal dalam konteks interaksi sosial sehari-hari.
Bagaimana TBC Kulit (Skrofuloderma) Bisa Menular?
Terdapat beberapa mekanisme spesifik yang memungkinkan penularan TBC kulit, meskipun jarang terjadi:
- Penyebaran dari TBC Paru Aktif: Ini adalah cara penularan yang paling umum untuk TBC kulit. Bakteri Mycobacterium tuberculosis dari infeksi TBC paru yang aktif dapat menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik. Bakteri ini kemudian menginfeksi kelenjar getah bening, dan jika infeksi berlanjut, dapat menembus kulit.
- Melalui Luka Terbuka: Jika seseorang dengan luka terbuka pada kulitnya terpapar langsung bakteri TBC dari sumber lain yang terinfeksi aktif, ada kemungkinan bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh. Ini lebih mungkin terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
- Reaktivasi Infeksi Lama: Dalam beberapa kasus, TBC kulit bisa muncul dari bakteri TBC yang sudah lama tidak aktif di dalam tubuh, kemudian menjadi aktif kembali. Ini bukan penularan dari luar, melainkan reaktivasi infeksi internal.
Gejala TBC Kulit yang Perlu Diwaspadai
Gejala TBC kulit dapat bervariasi tergantung pada jenis dan lokasi infeksinya. Pada skrofuloderma, gejala yang umum meliputi:
- Benjolan atau massa di bawah kulit yang terasa kenyal atau keras.
- Benjolan tersebut dapat membesar dan membentuk luka yang mengeluarkan nanah atau cairan kental.
- Luka dapat menjadi ulseratif (berlubang) dengan tepi yang tidak rata.
- Jaringan parut yang tidak biasa setelah penyembuhan luka.
- Gejala sistemik seperti demam ringan, penurunan berat badan, dan kelelahan juga dapat menyertai.
Penyebab Utama TBC Kulit
Penyebab utama TBC kulit adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru terlebih dahulu, menyebabkan TBC paru. Ketika TBC paru tidak diobati atau tidak terkontrol, bakteri dapat menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk kulit.
Faktor risiko lain termasuk sistem kekebalan tubuh yang lemah, riwayat kontak erat dengan penderita TBC paru aktif, dan kondisi malnutrisi. Kondisi imunosupresif, seperti HIV/AIDS atau penggunaan obat imunosupresan, juga meningkatkan risiko.
Diagnosis TBC Kulit
Diagnosis TBC kulit memerlukan pemeriksaan medis yang cermat. Dokter biasanya akan melakukan beberapa prosedur:
- Pemeriksaan fisik untuk melihat lesi kulit.
- Biopsi kulit, yaitu pengambilan sampel jaringan kulit untuk diperiksa di bawah mikroskop.
- Pemeriksaan bakteriologis dari sampel jaringan untuk mengidentifikasi bakteri Mycobacterium tuberculosis.
- Tes lain seperti tes Mantoux (uji tuberkulin) atau IGRA (Interferon-Gamma Release Assay) dapat dilakukan untuk mendeteksi paparan TBC.
- Pemeriksaan pencitraan seperti rontgen dada mungkin diperlukan untuk mencari bukti TBC paru.
Pengobatan TBC Kulit
Pengobatan TBC kulit serupa dengan pengobatan TBC pada umumnya, yaitu dengan regimen obat antituberkulosis (OAT). Terapi ini melibatkan kombinasi beberapa jenis antibiotik yang harus diminum secara teratur dalam jangka waktu tertentu, biasanya 6 hingga 12 bulan.
Kepatuhan terhadap jadwal dan dosis obat sangat penting untuk memastikan penyembuhan total dan mencegah kekambuhan atau resistensi obat. Pengobatan harus di bawah pengawasan dokter spesialis.
Pencegahan TBC Kulit
Pencegahan TBC kulit erat kaitannya dengan pencegahan TBC secara keseluruhan:
- Vaksinasi BCG pada bayi dapat membantu melindungi dari bentuk TBC yang parah.
- Diagnosis dan pengobatan TBC paru aktif secara dini untuk mencegah penyebaran bakteri ke organ lain.
- Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
- Meningkatkan daya tahan tubuh dengan gizi seimbang dan gaya hidup sehat.
- Menghindari kontak dekat dengan penderita TBC paru aktif yang belum diobati.
Kesimpulan: Konsultasi dengan Halodoc
Meskipun TBC kulit jarang menular melalui sentuhan biasa, pemahaman tentang cara penularannya dan gejala yang mungkin muncul sangat penting. Jika seseorang mengalami gejala yang dicurigai sebagai TBC kulit atau memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Melalui platform Halodoc, seseorang dapat dengan mudah melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit atau spesialis paru. Dokter akan memberikan informasi akurat, membantu diagnosis, dan merencanakan pengobatan yang tepat sesuai kondisi medis.



