Ad Placeholder Image

Teknik Dasar Bola Voli: Servis, Passing, Smash, Block

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Teknik Dasar Bola Voli: Servis, Passing, Smash, Block

Teknik Dasar Bola Voli: Servis, Passing, Smash, BlockTeknik Dasar Bola Voli: Servis, Passing, Smash, Block

DAFTAR ISI


Bola voli adalah salah satu olahraga paling populer di Indonesia, mulai dari tingkat sekolah hingga profesional. Dalam olahraga ini, terdapat berbagai teknik dasar yang harus dikuasai, dan salah satu yang paling fundamental adalah servis. Servis bukan sekadar cara memulai permainan, melainkan juga serangan pertama yang bisa menentukan jalannya ralli. Dalam teknik voli, servis bawah disebut sebagai salah satu teknik yang paling mudah dipelajari oleh pemula.

Meskipun servis bawah sering dianggap sebagai teknik dasar, melakukannya dengan benar memerlukan koordinasi tubuh yang baik, kekuatan otot lengan, dan konsentrasi. Kesalahan dalam teknik servis bawah tidak hanya menyebabkan kegagalan dalam menyeberangkan bola ke area lawan, tetapi juga berisiko menimbulkan cedera pada sendi bahu atau otot lengan jika otot tidak dalam kondisi siap.

Memahami biomekanika di balik servis bawah sangat penting bagi kamu yang ingin meningkatkan kebugaran fisik melalui olahraga voli. Dengan teknik yang tepat, olahraga ini dapat memberikan manfaat kardiovaskular yang luar biasa, melatih kekuatan otot inti (core), dan meningkatkan fleksibilitas tubuh secara keseluruhan. Namun, sebagai pemain, kamu juga harus waspada terhadap risiko kelelahan otot atau nyeri setelah berolahraga.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai teknik servis bawah, manfaatnya bagi tubuh, serta bagaimana menjaga kesehatan fisik agar tetap prima saat bermain voli? Berikut ulasannya!

Mengenal Servis Bawah Bola Voli

Dalam permainan bola voli, servis bawah disebut juga dengan istilah underhand serve. Ini adalah teknik servis di mana pemain memukul bola dengan tangan yang diayunkan dari bawah pinggang. Teknik ini sangat direkomendasikan untuk pemula karena tingkat kontrolnya yang lebih tinggi dibandingkan servis atas (overhand serve) atau jump serve.

Secara anatomis, servis bawah melibatkan gerakan ayunan lengan yang memanfaatkan momentum dari bahu (muskulus deltoideus) dan otot lengan bawah. Karena bolanya cenderung melambung lebih tinggi dan bergerak lebih lambat, servis ini lebih mudah diterima oleh lawan, namun bagi penyaji, ini adalah cara yang paling aman untuk memastikan bola masuk ke area lapangan lawan tanpa banyak kesalahan teknis.

Teknik Melakukan Servis Bawah yang Benar

Untuk menghindari cedera dan mendapatkan hasil pukulan yang maksimal, berikut adalah langkah-langkah melakukan servis bawah:

  1. Posisi Berdiri: Berdiri dengan salah satu kaki di depan (biasanya kaki kiri bagi pemain tangan kanan) dan lutut sedikit ditekuk untuk menjaga keseimbangan.
  2. Memegang Bola: Pegang bola dengan tangan kiri di depan tubuh, kira-kira setinggi pinggang.
  3. Ayunan Tangan: Ayunkan tangan kanan ke belakang secara lurus. Pastikan tangan dalam posisi mengepal atau telapak tangan terbuka menghadap ke depan (tergantung kenyamanan).
  4. Perkenaan Bola: Saat tangan kanan diayunkan ke depan, lepaskan bola sedikit (jangan dilempar terlalu tinggi) dan pukul bola tepat di bagian bawah tengah agar bola melambung melewati net.
  5. Gerakan Lanjutan: Setelah memukul, biarkan tangan tetap mengayun ke depan dan langkahkan kaki belakang ke dalam lapangan untuk bersiap dalam posisi bertahan.
Tips Mencegah Nyeri Otot Setelah Voli
  1. Lakukan pemanasan dinamis minimal 10 menit sebelum mulai bermain.
  2. Pastikan hidrasi tubuh terjaga dengan minum air putih yang cukup.
  3. Gunakan teknik pukulan yang benar untuk menghindari tekanan berlebih pada pergelangan tangan.

Manfaat Kesehatan Bermain Bola Voli

Bermain voli secara rutin, termasuk berlatih servis bawah, memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental:

1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Voli adalah olahraga aerobik yang meningkatkan denyut jantung. Aktivitas ini membantu sirkulasi darah lebih lancar, memperkuat otot jantung, dan membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Gerakan cepat dalam voli menuntut metabolisme yang tinggi sehingga efektif membakar kalori.

2. Melatih Koordinasi Mata dan Tangan

Melakukan servis bawah mengharuskan mata fokus pada bola dan tangan bergerak tepat waktu. Latihan ini secara tidak langsung melatih sistem saraf motorik dan meningkatkan ketangkasan otak dalam memproses informasi visual menjadi gerakan tubuh.

3. Memperkuat Otot Atas dan Bawah

Meskipun servis bawah berfokus pada lengan, posisi kaki yang ditekuk dan gerakan eksplosif saat bermain akan melatih otot paha, bokong, dan betis. Kekuatan otot inti juga sangat terlatih karena keseimbangan sangat dibutuhkan saat memukul bola.

Risiko Cedera dan Pencegahannya

Meskipun menyehatkan, olahraga voli memiliki risiko cedera jika dilakukan dengan teknik yang salah atau tanpa pemanasan. Cedera yang paling sering terjadi adalah cedera bahu (rotator cuff injury) dan nyeri pada pergelangan tangan akibat benturan bola yang keras.

Jika kamu merasakan nyeri otot ringan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, seperti salep pereda nyeri otot atau koyo untuk membantu meredakan gejala secara mandiri di rumah.

Kapan Harus ke Dokter?

Kamu tidak boleh mengabaikan rasa sakit yang menetap lebih dari 3 hari atau jika terjadi pembengkakan hebat pada area sendi. Cedera olahraga yang tidak ditangani dengan benar bisa berkembang menjadi kronis dan mengganggu mobilitas harian kamu.

Sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja apabila kamu mengalami gejala seperti mati rasa pada lengan, bunyi “pop” saat terjadi benturan, atau ketidakmampuan untuk menggerakkan sendi bahu secara penuh.

Studi Mengenai Aktivitas Fisik dan Kesehatan Sendi

The Journal of Sports Science & Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa latihan teknik dasar dalam olahraga voli secara repetitif, jika dilakukan dengan postur yang salah, dapat meningkatkan risiko mikrotrauma pada tendon bahu. Namun, studi tersebut juga menegaskan bahwa pemain yang rutin melakukan latihan penguatan otot lengan (resistance training) memiliki risiko cedera 40% lebih rendah.

Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya fokus pada teknik bermain, tetapi juga pada nutrisi pendukung sendi seperti kalsium, vitamin D, dan kolagen yang dapat membantu integritas struktur otot dan tulang tetap kuat selama beraktivitas berat.

Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Jika kamu sering berolahraga, pastikan kondisi fisikmu selalu dalam pantauan profesional. Jangan memaksakan diri jika tubuh sudah memberikan sinyal kelelahan.

Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung performa olahragamu dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan setelah Berolahraga tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan setelah rutin berlatih voli, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Council on Exercise (ACE). Diakses pada 2026. Health Benefits of Volleyball.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Pentingnya Aktivitas Fisik untuk Kesehatan Jantung.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Rotator Cuff Injury: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Proper Techniques for Sports Injury Prevention.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan servis bawah dalam voli?

Servis bawah adalah teknik memukul bola dengan tangan diayunkan dari bawah pinggang. Teknik ini biasanya menjadi teknik pertama yang dipelajari pemula karena lebih mudah dikontrol.

2. Apakah servis bawah berisiko menyebabkan cedera bahu?

Ya, jika dilakukan dengan ayunan yang terlalu menyentak atau tanpa pemanasan, otot deltoid dan tendon bahu bisa mengalami strain. Gunakan teknik ayunan yang halus dan bertahap.

3. Bagaimana cara mengatasi pergelangan tangan yang merah setelah servis?

Kondisi ini umum terjadi karena benturan bola. Kamu bisa melakukan kompres dingin (RICE) dan memastikan posisi perkenaan bola tepat di bagian lengan bawah yang berdaging, bukan di tulang pergelangan tangan.

4. Bolehkah servis bawah digunakan dalam pertandingan resmi?

Boleh saja, namun dalam level profesional jarang dilakukan karena bola hasil servis bawah lebih mudah diprediksi dan diserang kembali oleh lawan (receive mudah).