
Telinga Berdengung Seperti Kemasukan Air Kiri, Redakan Cepat
Cara Atasi Telinga Berdengung Seperti Kemasukan Air Sebelah Kiri

Mengapa Telinga Berdengung Seperti Kemasukan Air Sebelah Kiri? Pahami Penyebab dan Penanganannya
Sensasi telinga berdengung seperti kemasukan air sebelah kiri dapat terasa sangat mengganggu, memengaruhi kenyamanan dan kadang pendengaran. Kondisi ini seringkali disertai perasaan penuh atau mampet di telinga.
Meskipun seringkali bersifat sementara, penting untuk memahami penyebab di baliknya agar penanganan yang tepat dapat diberikan. Beberapa faktor seperti air yang terperangkap, penumpukan kotoran telinga, atau bahkan infeksi bisa menjadi pemicunya.
Apa Itu Sensasi Telinga Berdengung Seperti Kemasukan Air?
Sensasi telinga berdengung seperti kemasukan air sebelah kiri adalah kondisi ketika telinga terasa penuh, seolah ada cairan di dalamnya, disertai suara berdengung atau bergema. Fenomena ini sering disalahartikan sebagai tinitus, namun lebih spesifik mengacu pada perasaan tersumbat yang diiringi dengungan.
Perasaan tidak nyaman ini bisa memengaruhi kualitas pendengaran sementara dan menimbulkan kekhawatiran jika tidak segera menghilang. Memahami gejala dan penyebabnya adalah langkah awal untuk penanganan yang efektif.
Penyebab Umum Telinga Berdengung Seperti Kemasukan Air Sebelah Kiri
Ada beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan telinga terasa berdengung dan mampet seperti kemasukan air di telinga bagian kiri. Pemahaman akan penyebab ini penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
- Air Terperangkap
- Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen)
- Infeksi Saluran Pernapasan (Pilek atau Sinusitis)
- Sumbatan Saluran Eustachius Akibat Alergi
Ini adalah penyebab paling umum. Air dapat masuk ke saluran telinga saat berenang, mandi, atau keramas. Jika air terperangkap dan tidak dapat keluar, dapat menimbulkan sensasi telinga penuh dan berdengung.
Serumen adalah zat alami yang melindungi telinga. Namun, penumpukan berlebihan, terutama jika mendorong kotoran lebih dalam menggunakan cotton bud, dapat menyumbat saluran telinga. Sumbatan ini bisa menyebabkan telinga terasa penuh, berdengung, dan bahkan nyeri.
Infeksi seperti pilek atau sinusitis dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan atas, termasuk tabung Eustachius. Tabung Eustachius adalah saluran yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang tenggorokan, berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara di telinga. Sumbatan atau disfungsi tabung ini akibat infeksi dapat menimbulkan sensasi telinga mampet dan berdengung.
Reaksi alergi dapat memicu pembengkakan pada lapisan lendir saluran pernapasan, termasuk tabung Eustachius. Pembengkakan ini dapat menyebabkan sumbatan, membuat tekanan di telinga tengah tidak seimbang, sehingga menimbulkan perasaan telinga penuh dan dengungan.
Cara Mengatasi Telinga Berdengung karena Air Terperangkap Secara Mandiri
Jika sensasi telinga berdengung seperti kemasukan air sebelah kiri baru terjadi dan diduga kuat akibat air terperangkap, beberapa langkah awal dapat dicoba di rumah.
- Miringkan Kepala
- Goyangkan Daun Telinga
- Gunakan Pengering Rambut
Cobalah memiringkan kepala ke samping kiri, sejajar dengan bahu, kemudian tarik daun telinga secara perlahan. Gravitasi dapat membantu mengeluarkan air yang terperangkap.
Sambil memiringkan kepala, goyangkan daun telinga atau cuping telinga secara lembut. Gerakan ini dapat menciptakan getaran yang membantu air bergerak keluar.
Atur pengering rambut pada suhu terendah dan jauhkan sekitar 30 cm dari telinga. Arahkan udara hangat ke saluran telinga selama beberapa detik. Panas dan aliran udara dapat membantu mengeringkan atau menguapkan air.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter THT?
Meskipun beberapa kasus sensasi telinga berdengung seperti kemasukan air sebelah kiri dapat hilang dengan penanganan mandiri, ada kondisi yang memerlukan perhatian medis. Segera konsultasi ke dokter THT jika:
- Tidak membaik dalam 1-2 hari setelah mencoba penanganan mandiri.
- Disertai nyeri pada telinga yang semakin parah.
- Terdapat cairan yang keluar dari telinga, seperti nanah atau darah.
- Mengalami demam yang tinggi.
- Pendengaran terasa menurun secara signifikan.
- Ada riwayat infeksi telinga berulang.
Gejala-gejala ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi telinga (otitis media), gendang telinga pecah, atau kondisi medis lain yang memerlukan diagnosis dan penanganan profesional.
Pencegahan Agar Telinga Tidak Sering Kemasukan Air
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko telinga kemasukan air atau mengalami masalah serupa:
- Gunakan penutup telinga atau earplug saat berenang atau mandi.
- Keringkan telinga dengan handuk bersih setelah beraktivitas di air.
- Hindari penggunaan cotton bud terlalu dalam ke saluran telinga, karena dapat mendorong kotoran lebih dalam dan melukai gendang telinga.
- Atasi alergi atau infeksi saluran pernapasan dengan segera untuk mencegah komplikasi pada telinga.
- Lakukan pembersihan telinga secara teratur oleh profesional jika memiliki masalah penumpukan kotoran telinga yang kronis.
Kesimpulan
Sensasi telinga berdengung seperti kemasukan air sebelah kiri merupakan keluhan umum yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari air terperangkap, penumpukan kotoran telinga, hingga infeksi atau alergi. Penanganan mandiri efektif untuk kasus ringan, namun kewaspadaan terhadap gejala yang memburuk sangat diperlukan.
Jika keluhan tidak membaik dalam dua hari, disertai nyeri, demam, atau keluarnya cairan, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter THT. Halodoc menyediakan layanan konsultasi medis yang praktis dan terpercaya dengan dokter spesialis THT. Dapatkan diagnosis akurat dan rencana perawatan yang tepat melalui aplikasi Halodoc untuk kesehatan telinga yang optimal.


