Ad Placeholder Image

Telinga Bergemuruh Sebelah Kiri Simak Penyebab dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Telinga Bergemuruh Sebelah Kiri Kenali Penyebab dan Solusi

Telinga Bergemuruh Sebelah Kiri Simak Penyebab dan SolusinyaTelinga Bergemuruh Sebelah Kiri Simak Penyebab dan Solusinya

DAFTAR ISI


Telinga terasa bergemuruh, berdengung, atau berdesis secara tiba-tiba tentu bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan kekhawatiran. Kondisi ini dalam dunia medis dikenal dengan istilah tinnitus. Sensasi suara yang muncul bisa bervariasi, mulai dari suara nada tinggi yang melengking hingga suara gemuruh rendah yang menyerupai ombak atau mesin yang bekerja di kejauhan.

Banyak orang menganggap remeh kondisi ini, namun jika dibiarkan tanpa penanganan, telinga yang bergemuruh dapat mengganggu konsentrasi, pola tidur, hingga kesehatan mental pengidapnya. Penting bagi kamu untuk memahami bahwa telinga bergemuruh sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari adanya masalah pada sistem pendengaran atau gangguan kesehatan lainnya dalam tubuh.

Penyebabnya pun beragam, mulai dari hal sederhana seperti penumpukan kotoran telinga hingga kondisi yang lebih kompleks seperti gangguan pada saraf pendengaran atau tekanan darah tinggi. Dengan mengetahui penyebab pastinya, kamu bisa menentukan langkah penanganan yang paling tepat agar kualitas hidup kembali optimal.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai penyebab, gejala, dan cara mengatasi telinga terasa bergemuruh? Berikut ulasannya!

Memahami Kondisi Telinga Bergemuruh

Tinnitus atau telinga bergemuruh adalah persepsi suara tanpa adanya sumber suara eksternal. Suara ini bisa terdengar di salah satu telinga, kedua telinga, atau bahkan terasa di dalam kepala. Suara gemuruh ini sering kali bersifat subjektif, artinya hanya pengidap yang bisa mendengarnya.

Secara fisiologis, fenomena ini terjadi ketika sel-sel rambut halus di telinga dalam mengalami kerusakan atau iritasi. Sel-sel ini bertugas mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik yang kemudian dikirim ke otak. Jika sel-sel ini bermasalah, mereka dapat mengirimkan sinyal listrik “palsu” ke otak, yang kemudian diterjemahkan sebagai suara gemuruh atau dengung.

Penyebab Telinga Terasa Bergemuruh

Ada berbagai faktor yang dapat memicu munculnya sensasi suara gemuruh di telinga. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling umum ditemukan di masyarakat Indonesia:

1. Penumpukan Serumen (Kotoran Telinga)

Kotoran telinga berfungsi untuk melindungi saluran telinga dari debu dan bakteri. Namun, jika produksinya berlebihan dan mengeras, serumen dapat menyumbat saluran telinga. Sumbatan ini tidak hanya menurunkan ketajaman pendengaran, tetapi juga menciptakan sensasi tekanan dan suara bergemuruh di dalam telinga.

2. Paparan Suara Bising dalam Jangka Panjang

Sering mendengarkan musik menggunakan earphone dengan volume tinggi atau bekerja di lingkungan pabrik yang bising dapat merusak saraf pendengaran. Kerusakan ini sering kali diawali dengan gejala tinnitus yang menetap.

3. Infeksi Telinga Tengah (Otitis Media)

Infeksi bakteri atau virus pada telinga tengah sering kali menyebabkan penumpukan cairan. Tekanan dari cairan inilah yang memicu timbulnya suara gemuruh. Biasanya kondisi ini juga disertai dengan rasa nyeri dan demam.

4. Gangguan Tekanan Darah

Tinnitus pulsatile adalah jenis tinnitus di mana suara gemuruh terdengar seirama dengan detak jantung. Hal ini sering dikaitkan dengan masalah sirkulasi darah, seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) atau penyempitan pembuluh darah di sekitar telinga.

5. Faktor Usia (Presbikusis)

Seiring bertambahnya usia, sensitivitas saraf pendengaran akan menurun. Penurunan fungsi organ pendengaran pada lansia sering kali disertai dengan suara berdengung atau bergemuruh yang bersifat kronis.

Tips Menjaga Kesehatan Telinga
  1. Hindari membersihkan telinga dengan cotton bud terlalu dalam karena bisa mendorong kotoran lebih masuk.
  2. Gunakan pelindung telinga jika harus berada di lingkungan yang sangat bising.
  3. Lakukan pemeriksaan telinga secara rutin ke dokter spesialis THT minimal 6 bulan sekali.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Meskipun telinga bergemuruh sering kali hilang dengan sendirinya, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Jika suara gemuruh terjadi setelah cedera kepala, disertai pusing berputar (vertigo), atau keluar cairan dari telinga, jangan menunda untuk mencari bantuan profesional.

Sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc jika keluhan terasa semakin parah atau hanya terjadi pada satu sisi telinga secara terus-menerus. Diagnosis dini sangat penting untuk menyingkirkan kemungkinan adanya tumor pada saraf pendengaran (neuroma akustik) atau penyakit Meniere.

Cara Mengatasi Telinga Bergemuruh secara Mandiri

Untuk kasus ringan, kamu bisa mencoba beberapa langkah berikut di rumah untuk mengurangi gangguan suara tersebut:

1. Terapi Suara (Sound Masking)

Menggunakan suara latar belakang yang menenangkan (seperti suara hujan atau kipas angin) dapat membantu otak untuk mengabaikan suara gemuruh internal. Ini sangat efektif digunakan saat ingin tidur malam.

2. Manajemen Stres

Stres yang tinggi dapat memperburuk persepsi suara tinnitus. Teknik relaksasi, meditasi, atau yoga dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan sehingga suara bergemuruh tidak lagi terlalu mengganggu konsentrasi.

3. Menghindari Pemicu Diet

Beberapa orang melaporkan bahwa konsumsi kafein berlebih, alkohol, dan merokok dapat memperparah kondisi telinga bergemuruh karena pengaruhnya pada aliran darah.

Selain langkah-langkah di atas, pastikan kebutuhan nutrisi harian terpenuhi. Kamu bisa melengkapi kebutuhan vitamin dan beli obat online di Halodoc untuk membantu menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan saraf secara keseluruhan melalui layanan yang tersedia 24 jam.

Studi Mengenai Tinnitus

Frontiers in Neurology menerbitkan studi di tahun 2020 yang menjelaskan bahwa terdapat korelasi kuat antara tingkat keparahan tinnitus dengan kualitas tidur seseorang. Studi tersebut menunjukkan bahwa manajemen stres dan terapi kognitif perilaku secara signifikan dapat menurunkan beban psikologis pada pasien dengan telinga bergemuruh kronis.

Penelitian lain juga menyebutkan bahwa kekurangan vitamin B12 dan zinc dapat menjadi faktor risiko terjadinya tinnitus pada lansia. Oleh karena itu, konsumsi suplemen yang tepat di bawah pengawasan tenaga medis dapat memberikan perbaikan gejala pada beberapa kelompok pasien tertentu.

FAQ

1. Apakah telinga bergemuruh bisa sembuh total?

Tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh kotoran telinga atau infeksi, kondisi ini biasanya sembuh total setelah penyebabnya diatasi. Namun, jika karena kerusakan saraf permanen, penanganan lebih fokus pada manajemen gejala agar tidak mengganggu aktivitas.

2. Mengapa telinga terasa bergemuruh saat sedang hening?

Saat suasana hening, tidak ada suara dari luar yang masuk ke otak, sehingga otak menjadi lebih sensitif terhadap suara internal atau sinyal saraf dari telinga yang sedang bermasalah.

3. Apakah hipertensi bisa menyebabkan telinga bergemuruh?

Ya, tekanan darah tinggi dapat memengaruhi aliran darah di pembuluh darah kecil telinga tengah, yang kemudian memicu sensasi suara berdenyut atau gemuruh yang seirama dengan detak jantung.

4. Apakah membersihkan telinga dengan cotton bud aman?

Tidak disarankan. Penggunaan cotton bud berisiko mendorong kotoran semakin dalam atau bahkan melukai gendang telinga. Sebaiknya gunakan obat tetes pelunak serumen atau pergi ke dokter THT.

Jika keluhan telinga terasa bergemuruh tidak kunjung membaik atau disertai dengan penurunan fungsi pendengaran yang drastis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli medis.

Punya Keluhan Telinga Terasa Bergemuruh? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa tidak nyaman karena telinga terasa bergemuruh yang mengganggu aktivitas sehari-hari? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Tinnitus: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Tinnitus (Ringing in the Ears).
Healthline. Diakses pada 2026. What Causes Roaring in Ears and How Is It Treated?.
NCBI – Frontiers in Neurology. Diakses pada 2026. The Impact of Tinnitus on Sleep Quality.