Ad Placeholder Image

Telinga Bernanah Tak Boleh Disepelekan, Ini Penanganannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Maret 2026

Telinga Bernanah? Ini Penyebab dan Solusi Mudahnya

Telinga Bernanah Tak Boleh Disepelekan, Ini PenanganannyaTelinga Bernanah Tak Boleh Disepelekan, Ini Penanganannya

Telinga Bernanah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Telinga bernanah adalah kondisi medis yang umum terjadi, ditandai dengan keluarnya cairan kental, seringkali berbau, dari liang telinga. Kondisi ini bukan penyakit tersendiri, melainkan gejala dari masalah kesehatan yang mendasarinya. Kebanyakan kasus telinga bernanah disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pada telinga.

Memahami penyebab dan gejala telinga bernanah sangat penting untuk penanganan yang tepat dan cepat. Penanganan yang salah atau terlambat dapat memicu komplikasi serius pada pendengaran dan kesehatan secara keseluruhan. Artikel ini akan membahas secara detail mengenai telinga bernanah.

Apa Itu Telinga Bernanah?

Telinga bernanah, atau dalam istilah medis disebut otorrhea, adalah keluarnya cairan purulen (nanah) dari telinga. Nanah ini merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi atau peradangan. Cairan dapat bervariasi dalam warna, dari putih, kuning, hingga kehijauan, dan seringkali memiliki bau tidak sedap.

Kondisi ini dapat memengaruhi siapa saja, dari anak-anak hingga dewasa, meskipun lebih sering terjadi pada anak-anak. Penting untuk tidak mengabaikan telinga bernanah karena dapat menjadi indikasi adanya masalah yang membutuhkan perhatian medis segera.

Gejala Telinga Bernanah yang Perlu Diwaspadai

Selain keluarnya nanah, telinga bernanah sering disertai dengan berbagai gejala lain yang mengindikasikan adanya infeksi atau masalah pada telinga. Mengidentifikasi gejala-gejala ini membantu dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Beberapa gejala umum telinga bernanah meliputi:

  • Keluarnya cairan dari telinga yang berbau tidak sedap.
  • Nyeri pada telinga yang terasa berdenyut atau tajam.
  • Penurunan kemampuan pendengaran secara signifikan.
  • Sensasi penuh atau tersumbat pada telinga yang terinfeksi.
  • Demam, terutama jika infeksi sudah menyebar.
  • Gatal pada saluran telinga.
  • Kemerahan dan bengkak di sekitar telinga.

Jika mengalami beberapa gejala di atas, terutama jika disertai demam tinggi atau nyeri hebat, disarankan untuk segera mencari pertolongan medis.

Penyebab Umum Telinga Bernanah

Telinga bernanah dapat disebabkan oleh beberapa kondisi yang berbeda, sebagian besar berkaitan dengan infeksi pada telinga. Memahami penyebabnya adalah kunci untuk penanganan yang efektif.

Berikut adalah beberapa penyebab utama telinga bernanah:

Otitis Media (Infeksi Telinga Tengah)

Infeksi telinga tengah adalah penyebab paling umum telinga bernanah, terutama pada anak-anak. Kondisi ini sering kali dimulai dari infeksi saluran pernapasan atas seperti pilek atau flu. Bakteri atau virus dari hidung dan tenggorokan dapat menyebar ke telinga tengah melalui tuba Eustachius.

Infeksi menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan atau nanah di belakang gendang telinga. Tekanan yang meningkat akibat nanah ini dapat menyebabkan gendang telinga pecah, sehingga nanah keluar dari telinga.

Otitis Eksterna (Infeksi Telinga Luar)

Otitis eksterna, atau sering disebut “telinga perenang”, adalah infeksi pada saluran telinga luar. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri atau jamur yang berkembang biak di lingkungan lembap. Kelembapan berlebih di telinga, misalnya setelah berenang atau mandi, dapat menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme.

Gejala otitis eksterna meliputi nyeri saat menarik daun telinga, gatal, kemerahan, dan kadang disertai keluarnya cairan bening atau nanah. Kondisi ini juga bisa dipicu oleh penggunaan cotton bud yang terlalu dalam atau benda asing lainnya.

Gendang Telinga Pecah

Gendang telinga yang pecah (perforasi membran timpani) adalah robekan pada jaringan tipis yang memisahkan saluran telinga luar dari telinga tengah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi telinga tengah yang parah dan menyebabkan penumpukan tekanan nanah. Cedera fisik, perubahan tekanan udara ekstrem (barotrauma), atau suara yang sangat keras juga dapat menyebabkan gendang telinga pecah.

Keluarnya nanah setelah gendang telinga pecah seringkali disertai dengan rasa nyeri yang tiba-tiba mereda, namun kemudian timbul cairan. Gendang telinga yang pecah memerlukan perhatian medis untuk memastikan penyembuhan yang tepat dan mencegah infeksi lebih lanjut.

Benda Asing di Telinga

Masuknya benda asing ke dalam telinga, seperti serangga kecil, manik-manik, atau kapas dari cotton bud, juga dapat menyebabkan iritasi dan infeksi. Benda asing ini dapat melukai saluran telinga atau gendang telinga, menciptakan jalan bagi bakteri untuk masuk.

Iritasi atau luka yang terjadi kemudian dapat memicu respons peradangan dan pembentukan nanah. Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak yang gemar memasukkan benda-benda kecil ke dalam telinga.

Penanganan Medis untuk Telinga Bernanah

Penanganan telinga bernanah harus dilakukan oleh dokter, terutama dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT). Diagnosis yang akurat sangat penting untuk menentukan terapi yang tepat berdasarkan penyebabnya.

Dokter akan melakukan pemeriksaan telinga menggunakan otoskop untuk melihat kondisi saluran telinga dan gendang telinga. Terkadang, sampel nanah juga dapat diambil untuk pemeriksaan kultur bakteri guna mengidentifikasi jenis kuman penyebab infeksi.

Berikut adalah beberapa penanganan medis yang mungkin diberikan:

  • Antibiotik: Jika infeksi disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Antibiotik dapat diberikan dalam bentuk tetes telinga untuk infeksi telinga luar atau telinga tengah dengan gendang telinga pecah. Untuk infeksi yang lebih parah atau menyebar, antibiotik oral (tablet) mungkin diperlukan.
  • Obat Antijamur: Apabila penyebabnya adalah infeksi jamur, dokter akan meresepkan obat tetes telinga antijamur.
  • Pembersihan Telinga: Dokter mungkin akan membersihkan saluran telinga dari nanah atau kotoran yang menyumbat. Prosedur ini harus dilakukan oleh profesional medis untuk menghindari cedera lebih lanjut.
  • Pereda Nyeri: Dokter juga dapat merekomendasikan obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen, untuk mengurangi rasa sakit dan demam yang menyertai.
  • Bedah (dalam kasus jarang): Untuk kasus gendang telinga pecah yang tidak sembuh secara alami atau infeksi kronis yang parah, tindakan bedah mungkin diperlukan.

Perawatan Telinga Bernanah di Rumah

Selain penanganan medis, beberapa langkah perawatan di rumah dapat membantu mempercepat penyembuhan dan mengurangi ketidaknyamanan. Perawatan ini harus dilakukan sebagai pendukung, bukan pengganti, konsultasi dengan dokter.

Perawatan yang bisa dilakukan di rumah antara lain:

  • Jaga Telinga Tetap Kering: Hindari membiarkan air masuk ke dalam telinga yang terinfeksi. Gunakan penutup telinga saat mandi atau berenang. Kelembapan dapat memperparah infeksi.
  • Bersihkan Luar Telinga: Gunakan kasa bersih atau kain lembut untuk mengelap nanah yang keluar dari daun telinga. Penting untuk tidak memasukkan cotton bud atau benda lain ke dalam lubang telinga. Tindakan ini justru dapat mendorong kotoran lebih dalam atau melukai telinga.
  • Hindari Mengorek Telinga: Jangan pernah mengorek atau mencoba membersihkan bagian dalam telinga dengan jari, peniti, atau benda tajam lainnya. Hal ini dapat memperburuk kondisi, menyebabkan cedera, atau mendorong infeksi lebih dalam.
  • Konsumsi Pereda Nyeri: Untuk mengurangi nyeri dan demam, konsumsi paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis yang dianjurkan.

Kapan Harus Segera ke Dokter THT?

Meskipun beberapa kasus telinga bernanah bisa ditangani dengan perawatan rumahan, ada situasi di mana penanganan medis segera sangat diperlukan. Mengabaikan gejala ini dapat menyebabkan komplikasi serius.

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi berikut:

  • Nanah keluar terus-menerus selama lebih dari 5 hari.
  • Disertai demam tinggi yang tidak kunjung reda.
  • Nyeri telinga yang sangat parah dan tidak membaik dengan pereda nyeri.
  • Gangguan pendengaran yang menetap atau memburuk.
  • Keluarnya cairan berdarah dari telinga.
  • Gejala lain seperti pusing, mual, muntah, atau kaku leher.
  • Pembengkakan di belakang telinga (area mastoid).

Komplikasi serius seperti penyebaran infeksi ke tulang mastoid (mastoiditis), infeksi menyebar ke otak (meningitis), atau gangguan saraf wajah dapat terjadi jika telinga bernanah tidak ditangani dengan benar.

Pencegahan Telinga Bernanah

Mencegah telinga bernanah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah sederhana dapat mengurangi risiko terjadinya kondisi ini, terutama pada anak-anak.

Berikut adalah tips pencegahan yang dapat diterapkan:

  • Jaga Kebersihan Telinga: Bersihkan telinga bagian luar secara rutin dengan kain bersih. Hindari penggunaan cotton bud untuk membersihkan bagian dalam telinga.
  • Keringkan Telinga dengan Baik: Setelah berenang atau mandi, pastikan telinga kering dengan mengeringkannya menggunakan handuk atau hair dryer dengan suhu rendah dari jarak aman.
  • Hindari Benda Asing: Ingatkan anak-anak untuk tidak memasukkan benda kecil ke dalam telinga.
  • Vaksinasi: Pastikan vaksinasi lengkap, terutama untuk mencegah infeksi saluran pernapasan atas yang sering menjadi pemicu otitis media.
  • Kelola Alergi: Alergi dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan dan telinga, sehingga pengelolaannya dapat membantu mencegah infeksi telinga.
  • Hindari Asap Rokok: Paparan asap rokok meningkatkan risiko infeksi telinga pada anak-anak.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Telinga bernanah adalah gejala yang mengindikasikan adanya masalah kesehatan pada telinga, paling sering infeksi. Deteksi dini dan penanganan yang tepat oleh profesional medis sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Jangan pernah mencoba mendiagnosis atau mengobati sendiri tanpa petunjuk dokter.

Jika mengalami telinga bernanah atau gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter THT. Aplikasi Halodoc dapat membantu mempermudah akses ke dokter THT terpercaya melalui fitur chat, voice/video call, atau membuat janji temu di rumah sakit. Dapatkan informasi kesehatan yang akurat dan berbasis ilmiah hanya di Halodoc.