Telinga Kanan Berdenging Jam 7-8 Malam: Mitos atau Medis?

Telinga Kanan Berdenging Jam 7-8 Malam: Mitos atau Fakta Medis?
Denging di telinga kanan pada jam-jam tertentu, seperti pukul 7 hingga 8 malam, seringkali memicu pertanyaan dan kekhawatiran. Dalam kepercayaan primbon Jawa, telinga kanan berdenging di waktu tersebut kerap dianggap sebagai pertanda keberuntungan besar yang akan datang. Namun, perspektif medis menawarkan penjelasan yang jauh berbeda, mengidentifikasi kondisi ini sebagai gejala yang dikenal sebagai tinnitus, yang memerlukan perhatian jika terjadi secara berulang atau mengganggu.
Apa Itu Tinnitus (Denging di Telinga)?
Tinnitus adalah persepsi suara di telinga yang tidak berasal dari sumber eksternal. Suara ini dapat berupa dengungan, desisan, dering, atau siulan, dan dapat terjadi di salah satu telinga atau keduanya. Sensasi telinga berdenging dapat bersifat sementara atau kronis, serta dapat bervariasi intensitasnya. Kondisi ini bukan penyakit, melainkan gejala dari suatu masalah kesehatan yang mendasari.
Penyebab Telinga Kanan Berdenging Jam 7-8 Malam
Meskipun primbon Jawa mengaitkan telinga kanan berdenging jam 7-8 malam dengan keberuntungan, dunia medis memiliki penjelasan rasional. Beberapa faktor penyebab denging di telinga ini seringkali terasa lebih intens di malam hari karena lingkungan yang lebih tenang. Berikut beberapa penyebab medis yang paling umum:
- Stres dan Kecemasan: Ini adalah penyebab paling umum. Stres dapat memicu atau memperburuk tinnitus, dan seringkali lebih terasa di malam hari ketika seseorang cenderung lebih rileks atau sedang beristirahat, sehingga denging menjadi lebih dominan.
- Kelelahan: Kondisi tubuh yang sangat lelah dapat meningkatkan sensitivitas terhadap suara internal, termasuk denging. Ini sering terjadi setelah seharian beraktivitas dan tubuh mulai memasuki fase istirahat.
- Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen): Serumen yang terlalu banyak atau mengeras dapat menyumbat saluran telinga dan menyebabkan denging. Tekanan atau pergeseran serumen ini dapat menjadi lebih terasa pada posisi tertentu saat berbaring.
- Gangguan Sinus: Peradangan atau infeksi pada sinus dapat menyebabkan tekanan di area telinga dan memicu denging. Kondisi ini bisa memburuk di malam hari akibat perubahan posisi tidur atau hidung tersumbat.
- Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi): Perubahan tekanan darah dapat mempengaruhi aliran darah di telinga dan memicu tinnitus. Meskipun tidak selalu terasa spesifik pada jam tertentu, kondisi ini dapat menyebabkan denging yang lebih persisten.
- Efek Samping Obat-obatan: Beberapa jenis obat, seperti antibiotik tertentu, diuretik, dan antidepresan, memiliki efek samping ototoxic yang dapat menyebabkan atau memperburuk denging di telinga.
- Paparan Suara Keras: Kerusakan sel-sel rambut kecil di telinga bagian dalam akibat paparan suara keras dapat memicu tinnitus. Dengingan mungkin baru terasa beberapa jam setelah paparan.
- Gangguan Sendi Temporomandibular (TMJ): Masalah pada sendi yang menghubungkan rahang atas dan bawah dapat memengaruhi saraf dan otot di sekitar telinga, menyebabkan denging atau nyeri.
Gejala Tinnitus yang Perlu Diwaspadai
Selain suara berdenging itu sendiri, beberapa gejala lain dapat menyertai tinnitus. Gejala ini bisa menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Perhatikan jika muncul keluhan seperti pusing, sakit kepala, nyeri telinga, gangguan pendengaran, atau sensasi telinga penuh. Denging yang bersifat pulsatif (mengikuti detak jantung) juga memerlukan evaluasi medis segera.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Jika telinga kanan berdenging jam 7-8 malam terjadi sesekali dan hilang dengan sendirinya, mungkin tidak perlu terlalu khawatir. Namun, jika denging terjadi secara sering, persisten, mengganggu tidur atau konsentrasi, disertai nyeri, pusing, atau kehilangan pendengaran, segera konsultasikan ke dokter. Penanganan dini penting untuk mencegah komplikasi dan mencari tahu penyebab pasti.
Penanganan dan Pengelolaan Tinnitus
Penanganan tinnitus bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi pemicu denging. Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan meliputi:
- Mengatasi Penyebab Utama: Jika disebabkan oleh kotoran telinga, dokter dapat membersihkannya. Jika terkait dengan tekanan darah tinggi, pengelolaan tekanan darah akan menjadi prioritas.
- Manajemen Stres: Teknik relaksasi, meditasi, yoga, atau terapi kognitif perilaku dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan, yang sering menjadi pemicu telinga berdenging.
- Terapi Suara: Menggunakan alat bantu dengar atau generator suara yang menghasilkan suara latar rendah dapat membantu mengalihkan perhatian dari denging.
- Perubahan Gaya Hidup: Mengurangi asupan kafein, alkohol, dan nikotin dapat membantu beberapa orang. Cukup istirahat juga sangat penting.
- Penggunaan Obat-obatan: Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat untuk mengurangi gejala yang menyertai, seperti kecemasan atau masalah tidur. Misalnya, jika denging disebabkan oleh infeksi yang disertai demam atau nyeri, obat seperti Praxion Suspensi 60 ml yang mengandung paracetamol dapat digunakan untuk meredakan demam dan nyeri. Namun, Praxion tidak ditujukan untuk mengobati tinnitus secara langsung.
- Melindungi Pendengaran: Hindari paparan suara keras dan gunakan pelindung telinga jika berada di lingkungan bising.
Pencegahan Tinnitus yang Efektif
Pencegahan adalah kunci untuk menghindari telinga berdenging yang mengganggu. Beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Kelola stres dengan baik melalui aktivitas relaksasi.
- Lindungi telinga dari suara bising berlebihan.
- Jaga kebersihan telinga secara teratur, namun hindari membersihkan terlalu dalam.
- Periksakan kesehatan secara rutin, terutama jika memiliki kondisi seperti tekanan darah tinggi.
- Istirahat yang cukup untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.
Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc
Telinga kanan berdenging jam 7-8 malam mungkin memiliki tafsir primbon, namun secara medis, ini adalah gejala tinnitus yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Prioritaskan kesehatan dengan tidak mengabaikan gejala yang sering terjadi. Jika mengalami telinga berdenging yang persisten, mengganggu, atau disertai gejala lain, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui Halodoc, pemeriksaan dan konsultasi medis yang tepat dapat dilakukan untuk menemukan penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang akurat demi kesehatan pendengaran yang optimal.



