
Telinga Kanan Berdenging Malam: Arti Jam Menurut Primbon
Telinga kanan berdenging dan terasa nyeri? Kamu bisa atasi dengan obat sakit telinga yang bisa didapatkan di Halodoc.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Telinga Berdenging (Tinnitus)?
- Penyebab Utama Telinga Berdenging
- Gejala Penyerta yang Harus Diwaspadai
- Cara Mengatasi Telinga Berdenging di Rumah
- Studi Terkait Tinnitus
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Referensi
- FAQ
Pernahkah kamu tiba-tiba mendengar suara “ngiiiing” yang melengking di dalam telinga padahal lingkungan sekitarmu sedang hening? Kondisi ini sangat umum terjadi dan hampir semua orang pernah mengalaminya setidaknya sekali seumur hidup. Dalam dunia medis, kondisi telinga berdenging, mendengung, atau berdesis ini dikenal dengan istilah tinnitus.
Banyak masyarakat yang mengaitkan kondisi ini dengan mitos atau firasat tertentu. Padahal, dari kacamata medis, telinga berdenging bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah gejala dari kondisi kesehatan lain yang mendasarinya. Mulai dari hal sepele seperti penumpukan kotoran telinga, hingga masalah yang lebih serius seperti gangguan saraf pendengaran.
Meskipun sering kali hilang dengan sendirinya dalam beberapa detik atau menit, tinnitus yang berlangsung terus-menerus bisa sangat mengganggu kualitas hidup. Bayangkan saja, suara bising yang tak kunjung reda ini bisa membuat penderitanya sulit tidur, sulit berkonsentrasi saat bekerja, hingga memicu stres kronis dan gangguan kecemasan.
Jika kamu sering bertanya-tanya telinga berdenging artinya apa dan apakah kondisi ini membahayakan, kamu berada di artikel yang tepat. Mari kita bedah tuntas fakta medis di balik telinga berdenging, apa saja penyebabnya, dan bagaimana cara tepat untuk mengatasinya!
Apa Itu Telinga Berdenging (Tinnitus)?
Tinnitus adalah sensasi pendengaran berupa suara berdenging, berdengung, berdesis, atau bergemuruh di salah satu atau kedua telinga, yang tidak berasal dari sumber suara eksternal. Artinya, hanya kamu yang bisa mendengar suara tersebut.
Secara umum, tinnitus dibagi menjadi dua jenis utama:
- Tinnitus Subjektif: Ini adalah jenis yang paling umum. Suara berdenging hanya bisa didengar oleh kamu sendiri. Penyebabnya biasanya berkaitan dengan masalah pada telinga luar, tengah, atau dalam, serta gangguan pada saraf pendengaran (saraf auditori) atau bagian otak yang menerjemahkan sinyal suara.
- Tinnitus Objektif: Jenis ini sangat langka. Dokter yang memeriksa telingamu mungkin bisa mendengar suara tersebut jika menggunakan stetoskop. Biasanya, tinnitus objektif disebabkan oleh gangguan pembuluh darah (vaskular), kontraksi otot di sekitar telinga, atau kelainan tulang telinga bagian dalam.
Penyebab Utama Telinga Berdenging
Sebagai apoteker dan tenaga kesehatan, saya sering mendapati pasien yang mengeluhkan telinga berdenging tanpa tahu apa pemicunya. Berikut adalah beberapa penyebab medis yang paling sering melatarbelakangi kondisi ini:
1. Paparan Suara Keras (Trauma Akustik)
Ini adalah penyebab paling sering pada kalangan dewasa muda. Mendengarkan musik lewat earphone dengan volume maksimal, berada di konser musik, atau bekerja di lingkungan bising (seperti pabrik atau konstruksi) tanpa pelindung telinga dapat merusak sel-sel rambut halus di dalam koklea (rumah siput) telinga bagian dalam. Kerusakan sel rambut inilah yang mengirimkan sinyal listrik acak ke otak, yang kemudian diterjemahkan sebagai suara dengingan.
2. Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen Prop)
Kotoran telinga (serumen) sebenarnya berfungsi melindungi saluran telinga dengan memerangkap debu dan memperlambat pertumbuhan bakteri. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, kotoran ini bisa mengeras dan menyumbat saluran telinga. Sumbatan ini mengubah cara gelombang suara merambat dan menyebabkan iritasi pada gendang telinga, memicu sensasi berdenging.
3. Faktor Usia (Presbikusis)
Seiring bertambahnya usia, biasanya mulai usia 60 tahun ke atas, sensitivitas saraf pendengaran secara alami akan menurun. Penurunan fungsi pendengaran terkait usia ini sering kali disertai dengan gejala tinnitus yang menetap.
4. Efek Samping Obat-obatan (Ototoksisitas)
Beberapa jenis obat memiliki sifat ototoksik, artinya dapat meracuni atau merusak telinga bagian dalam jika digunakan dalam dosis tinggi atau jangka waktu lama. Contoh obat-obatan ini meliputi:
- Aspirin dalam dosis yang sangat tinggi.
- Beberapa jenis antibiotik (seperti polymyxin B, erythromycin, vancomycin, neomycin).
- Obat diuretik tertentu.
- Obat-obatan kemoterapi.
Biasanya, dengingan akan berkurang atau hilang setelah penggunaan obat dihentikan. Namun, pastikan kamu selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menghentikan pengobatan yang sedang berjalan.
5. Infeksi Telinga dan Sinus
Infeksi pada telinga tengah (otitis media) atau infeksi sinus dapat menyebabkan penumpukan cairan di belakang gendang telinga. Tekanan cairan ini bisa memengaruhi kemampuan mendengar dan memicu bunyi berdenging sementara hingga infeksi tersebut sembuh.
Tips Mencegah Telinga Berdenging (Tinnitus)
- Gunakan Aturan 60/60: Saat menggunakan earphone, atur volume maksimal di angka 60% dan dengarkan tidak lebih dari 60 menit berturut-turut.
- Gunakan Pelindung Telinga: Pakai earplug atau penutup telinga jika kamu berada di lingkungan yang sangat bising.
- Jaga Kesehatan Kardiovaskular: Rutin berolahraga dan makan makanan bergizi untuk menjaga pembuluh darah tetap sehat, yang berdampak langsung pada aliran darah ke telinga.
- Jangan Korek Telinga: Hindari menggunakan cotton bud atau jepit rambut untuk membersihkan telinga bagian dalam, karena bisa mendorong kotoran semakin dalam.
Gejala Penyerta yang Harus Diwaspadai
Sebagian besar telinga berdenging tidak berbahaya. Namun, kamu harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika dengingan tersebut disertai dengan gejala-gejala “Red Flags” berikut ini:
- Pusing berputar atau vertigo: Bisa menjadi indikasi penyakit Meniere atau gangguan neurologis.
- Kehilangan pendengaran mendadak: Terutama jika terjadi secara tiba-tiba di salah satu telinga.
- Keluarnya cairan atau nanah dari telinga: Menandakan adanya infeksi aktif atau gendang telinga robek.
- Denging yang seirama dengan detak jantung (Tinnitus Pulsatil): Kondisi ini sering kali berkaitan dengan masalah pembuluh darah di sekitar telinga atau leher, seperti tekanan darah tinggi atau aneurisma.
Cara Mengatasi Telinga Berdenging di Rumah
Jika kamu sudah diperiksa oleh dokter dan dipastikan tidak ada kondisi medis yang serius, ada beberapa langkah mandiri dan perubahan gaya hidup yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi gangguan telinga berdenging:
1. Terapi Suara (White Noise)
Karena tinnitus sering kali terasa lebih kencang di lingkungan yang sunyi, menambahkan “suara latar” bisa sangat membantu, terutama saat hendak tidur. Kamu bisa menyalakan kipas angin, menggunakan aplikasi suara rintik hujan, atau mesin white noise untuk menyamarkan bunyi dengingan dari dalam telingamu.
2. Kelola Stres dan Kecemasan
Stres yang berlebihan dapat memperburuk tinnitus. Hormon stres membuat sistem saraf menjadi lebih reaktif, sehingga otak lebih peka terhadap suara berdenging. Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan dalam dapat membantu menenangkan saraf.
3. Kurangi Asupan Kafein dan Nikotin
Kafein (dalam kopi, teh, minuman berenergi) dan nikotin (dalam rokok) dapat merangsang sistem saraf pusat dan memengaruhi aliran darah. Bagi sebagian orang, membatasi konsumsi kedua zat ini terbukti secara signifikan mengurangi intensitas tinnitus.
Untuk mendukung kesehatan saraf pendengaran, pastikan kebutuhan vitamin harianmu terpenuhi. Vitamin B kompleks, khususnya B12, sangat baik untuk pemeliharaan fungsi saraf. Kamu bisa beli suplemen kesehatan dan vitamin dengan mudah melalui aplikasi Halodoc tanpa harus keluar rumah.
Studi Terkait Tinnitus
JAMA Otolaryngology–Head & Neck Surgery menerbitkan sebuah studi komprehensif yang menjelaskan bahwa sekitar 1 dari 10 orang dewasa di seluruh dunia mengalami tinnitus. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana terapi kognitif perilaku (CBT) dapat menjadi salah satu pengobatan paling efektif bukan untuk menghilangkan suara, melainkan melatih otak untuk mengabaikan suara tersebut.
Studi ini menegaskan bahwa penanganan tinnitus membutuhkan pendekatan holistik. Tidak hanya mengobati telinganya secara fisik, tetapi juga mengelola respons psikologis pasien terhadap suara berdenging yang terus-menerus muncul, agar kualitas tidur dan produktivitas tidak terganggu.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Tinnitus – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Tinnitus: Ringing in the Ears, Causes & Treatment.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Deafness and hearing loss.
National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD). Diakses pada 2024. Tinnitus.
FAQ
1. Telinga berdenging artinya pertanda apa secara medis?
Secara medis, telinga berdenging (tinnitus) bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari masalah mendasar pada sistem pendengaran. Hal ini bisa berarti ada kerusakan sel rambut di koklea akibat suara keras, penumpukan kotoran telinga, efek samping obat, atau penurunan fungsi pendengaran karena usia.
2. Apakah telinga berdenging bisa sembuh total dengan sendirinya?
Jika penyebabnya bersifat sementara, seperti sehabis menonton konser yang bising, penumpukan kotoran, atau efek obat-obatan sementara, tinnitus bisa hilang sepenuhnya dengan sendirinya. Namun, jika disebabkan oleh kerusakan saraf permanen atau faktor usia yang sudah lanjut, dengingan tersebut mungkin akan menetap dan membutuhkan terapi pengelolaan suara.
3. Kapan saya harus periksa ke dokter jika telinga berdenging?
Kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter spesialis THT jika telinga berdenging terjadi hanya pada satu sisi, disertai rasa pusing berputar (vertigo), terjadi penurunan atau kehilangan pendengaran secara tiba-tiba, bunyi seirama dengan detak jantung, atau keluar cairan/nanah dari lubang telinga.
4. Apakah stres dan kecemasan bisa bikin telinga makin berdenging?
Ya, sangat bisa. Stres, kelelahan fisik yang ekstrem, dan gangguan kecemasan dapat membuat sistem saraf pusat menjadi hipersensitif. Hal ini menyebabkan otak memberikan fokus lebih pada suara-suara internal, sehingga dengingan di telinga akan terasa jauh lebih kencang dan lebih mengganggu dari biasanya.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis THT via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis THT terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.


