Ad Placeholder Image

Telinga Kanan Sakit Sebelah? Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Juni 2026

Penyebab Telinga Sakit Sebelah Kanan, Kenapa Ya?

Telinga Kanan Sakit Sebelah? Ini PenyebabnyaTelinga Kanan Sakit Sebelah? Ini Penyebabnya

DAFTAR ISI


Mengalami masalah pada indera pendengaran tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu keluhan yang paling sering dialami oleh banyak orang dari berbagai kalangan usia adalah nyeri pada telinga, atau dalam istilah medis dikenal dengan otalgia. Otalgia bisa terjadi pada kedua telinga, namun tak jarang keluhan ini hanya berpusat pada satu sisi saja. Kondisi telinga kanan sakit bisa menjadi tanda adanya masalah lokal di dalam saluran telinga, atau justru merupakan nyeri alih (referred pain) dari organ lain di sekitarnya.

Penting untuk memahami bahwa telinga adalah organ dengan struktur anatomi yang cukup kompleks, terdiri dari telinga bagian luar, tengah, dan dalam. Rasa sakit yang muncul secara tiba-tiba di telinga sebelah kanan tidak boleh diabaikan begitu saja. Pasalnya, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, beberapa kondisi yang mendasari nyeri telinga dapat menyebabkan komplikasi serius, mulai dari infeksi yang menyebar, gendang telinga pecah, hingga penurunan atau kehilangan pendengaran secara permanen.

Oleh karena itu, mengetahui akar penyebab dari rasa sakit tersebut adalah langkah krusial sebelum melakukan tindakan pengobatan. Apakah rasa sakit itu terasa berdenyut, tajam seperti tertusuk, atau disertai rasa penuh di dalam telinga? Setiap karakteristik nyeri bisa merujuk pada kondisi medis yang berbeda. Terkadang, solusinya bisa dilakukan dengan perawatan sederhana di rumah menggunakan obat-obatan yang aman, namun di lain waktu, intervensi medis profesional sangat dibutuhkan.

Nah, mau tahu apa saja penyebab utama dan bagaimana cara mengatasi keluhan nyeri pada telinga sebelah kanan secara aman dan efektif? Berikut ulasannya secara lengkap!

Penyebab Utama Telinga Kanan Sakit

Rasa sakit pada telinga sebelah kanan bisa berasal dari telinga itu sendiri (otalgia primer) atau berasal dari organ lain yang penjalaran sarafnya terhubung ke telinga (otalgia sekunder). Berikut adalah beberapa penyebab paling umum yang sering memicu keluhan ini:

1. Otitis Media (Infeksi Telinga Tengah)

Otitis media adalah infeksi yang terjadi pada ruang di belakang gendang telinga, yang berisi tulang-tulang pendengaran kecil. Kondisi ini sering kali dipicu oleh batuk, pilek, flu, atau alergi yang menyebabkan penumpukan lendir dan pembengkakan pada saluran eustachius (saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan tenggorokan belakang). Ketika saluran ini tersumbat, cairan akan menumpuk di telinga tengah dan menjadi tempat ideal bagi bakteri atau virus untuk berkembang biak. Hal ini menyebabkan tekanan kuat pada gendang telinga yang memicu rasa sakit berdenyut yang hebat pada telinga kanan.

2. Otitis Eksterna (Infeksi Telinga Luar atau Swimmer’s Ear)

Berbeda dengan otitis media, otitis eksterna menyerang saluran yang membentang dari lubang telinga hingga gendang telinga. Kondisi ini sering disebut “swimmer’s ear” karena sering terjadi setelah berenang, di mana air yang terperangkap di saluran telinga menciptakan lingkungan lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri atau jamur. Selain karena air, otitis eksterna juga sangat sering dipicu oleh kebiasaan mengorek telinga menggunakan cotton bud, jepit rambut, atau jari. Gesekan benda-benda tersebut dapat melukai lapisan kulit saluran telinga yang tipis, sehingga memicu peradangan, kemerahan, dan rasa sakit yang tajam pada telinga kanan, terutama saat daun telinga ditarik atau ditekan.

3. Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen Prop)

Kotoran telinga (serumen) sebenarnya diproduksi oleh tubuh secara alami untuk melindungi saluran telinga dari debu, kotoran, dan bakteri. Namun, pada beberapa kasus, produksi kotoran telinga bisa berlebihan atau secara tidak sengaja terdorong lebih dalam ke arah gendang telinga karena kebiasaan membersihkan telinga yang salah. Kotoran yang menumpuk dan mengeras (serumen prop) dapat menyumbat saluran telinga secara total, menimbulkan rasa penuh, penurunan pendengaran, dan rasa sakit pada telinga sebelah kanan.

4. Barotrauma Telinga

Pernahkah kamu merasakan sakit telinga saat pesawat sedang lepas landas atau mendarat? Kondisi ini disebut barotrauma. Barotrauma terjadi akibat adanya perubahan tekanan udara yang drastis secara tiba-tiba di luar telinga, sementara tekanan di dalam telinga tengah tidak dapat menyesuaikan diri dengan cepat. Selain saat bepergian dengan pesawat, kondisi yang menyebabkan trauma tekanan ini juga sering dialami oleh penyelam (scuba diving) atau saat berkendara di daerah pegunungan yang tinggi.

5. Gangguan Sendi Rahang (TMJ Syndrome)

Temporomandibular Joint (TMJ) adalah sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak, letaknya persis di depan telinga. Gangguan pada sendi rahang akibat kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur (bruxism), radang sendi, atau cedera rahang dapat memicu rasa sakit yang menjalar langsung ke telinga kanan. Nyeri akibat masalah TMJ biasanya semakin terasa parah saat mengunyah makanan keras, menguap, atau berbicara terlalu lama.

6. Sakit Gigi dan Masalah Mulut Lainnya

Karena gigi dan telinga berbagi jalur saraf yang sama (saraf trigeminal), masalah pada area mulut sering kali dirasakan sebagai sakit telinga. Gigi berlubang parah (karies dentis), abses gigi (infeksi bernanah pada akar gigi), atau pertumbuhan gigi bungsu yang terpendam (impaksi gigi) di sisi kanan mulut sangat mungkin memicu nyeri alih yang tajam dan menusuk hingga ke dalam telinga kanan.

Faktor Pemicu Telinga Kanan Sakit yang Sering Tidak Disadari
  1. Penggunaan Earphone Terlalu Lama: Menggunakan earphone atau headphone dengan volume keras dalam durasi panjang dapat memberikan trauma akustik dan tekanan fisik pada liang telinga.
  2. Alergi Musiman: Rhinitis alergi dapat memicu pembengkakan hidung yang berdampak langsung pada penyumbatan saluran eustachius telinga.
  3. Kebiasaan Mengorek Telinga: Mendorong cotton bud terlalu dalam justru memadatkan kotoran telinga dan berisiko melukai gendang telinga.

Gejala Penyerta yang Perlu Diwaspadai

Sakit pada telinga jarang datang sendirian. Untuk membantu mengidentifikasi akar penyebabnya, perhatikan gejala lain yang mungkin muncul bersamaan dengan rasa nyeri di telinga kanan. Beberapa gejala penyerta yang umum meliputi:

  • Demam: Menandakan adanya infeksi bakteri atau virus yang aktif, terutama pada kasus otitis media.
  • Keluarnya Cairan (Otorrhea): Cairan bening, kuning bernanah, atau bahkan bercampur darah yang keluar dari telinga kanan bisa menandakan infeksi parah atau gendang telinga yang robek.
  • Penurunan Pendengaran Telinga Kanan: Suara terdengar teredam, yang biasanya disebabkan oleh adanya penghalang (kotoran keras) atau penumpukan cairan di belakang gendang telinga.
  • Telinga Berdenging (Tinnitus): Sensasi mendengar suara berdengung atau siulan di telinga kanan tanpa adanya sumber suara eksternal.
  • Pusing atau Vertigo: Karena telinga bagian dalam juga berfungsi sebagai pusat keseimbangan tubuh, infeksi atau peradangan di area ini dapat memicu sensasi berputar atau hilangnya keseimbangan.

Cara Mengatasi Telinga Sakit di Rumah

Untuk kasus nyeri telinga kanan yang sifatnya ringan dan tidak disertai gejala serius seperti pendarahan atau demam tinggi, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan di rumah. Tujuannya adalah untuk meredakan nyeri dan memberikan kenyamanan sementara:

1. Kompres Hangat atau Dingin

Suhu hangat dapat membantu melancarkan aliran darah dan merelaksasi otot-otot di sekitar telinga dan rahang, sementara suhu dingin dapat mengurangi pembengkakan dan mengebaskan area yang sakit. Kamu bisa menggunakan handuk yang direndam air hangat atau kompres es yang dibalut kain tipis. Tempelkan pada area telinga kanan selama 15-20 menit. Hindari paparan suhu ekstrem secara langsung pada kulit.

2. Konsumsi Obat Pereda Nyeri Bebas (OTC)

Jika nyeri terasa sangat mengganggu aktivitas, kamu bisa beli obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen. Obat ini sangat efektif untuk memblokir sinyal rasa sakit dan meredakan peradangan ringan. Paracetamol bekerja dengan cara menurunkan produksi prostaglandin di otak yang mengatur rasa sakit dan suhu tubuh, sehingga aman digunakan sebagai penurun demam sekaligus pereda nyeri. Namun, perhatikan selalu aturan pakai pada kemasan dan pastikan kamu tidak memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat tersebut. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

3. Atur Posisi Tidur

Jika telinga kananmu sakit, hindari tidur dengan posisi miring ke kanan. Tidur menghadap ke kiri dapat membantu mengurangi tekanan berlebih pada telinga yang sedang bermasalah. Selain itu, kamu juga bisa menyangga kepala dengan dua buah bantal agar posisinya lebih tinggi dari tubuh. Hal ini membantu drainase (aliran) cairan di saluran eustachius menjadi lebih lancar, sehingga mengurangi rasa penuh dan nyeri.

4. Latihan Rahang dan Mengunyah

Jika rasa sakit dipicu oleh perubahan tekanan udara (barotrauma) setelah naik pesawat terbang, cobalah untuk mengunyah permen karet, menguap lebar-lebar, atau menelan ludah secara berkala. Gerakan otot rahang ini akan memaksa saluran eustachius terbuka, sehingga udara bisa masuk dan menyeimbangkan kembali tekanan di telinga tengah.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski sebagian besar kasus sakit telinga bisa mereda dengan sendirinya atau melalui perawatan rumahan, ada beberapa kondisi red flags (tanda bahaya) di mana kamu wajib segera mencari pertolongan medis profesional. Jangan tunda ke dokter jika kamu mengalami gejala berikut:

  • Rasa sakit di telinga kanan terasa sangat hebat dan tak tertahankan.
  • Nyeri tidak kunjung membaik setelah 48 jam meski sudah minum obat pereda nyeri.
  • Keluar darah segar atau nanah berbau busuk dari dalam liang telinga kanan.
  • Disertai demam tinggi di atas 39°C.
  • Pembengkakan hebat hingga kemerahan di area belakang telinga (bisa menjadi tanda mastoiditis, komplikasi infeksi telinga tengah ke tulang tengkorak).
  • Sakit telinga disertai kaku leher, kebingungan mental, atau sakit kepala yang sangat ekstrem.

Studi Terkait Infeksi Telinga dan Otalgia

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi komprehensif yang menjelaskan bahwa sekitar 80% anak-anak akan mengalami setidaknya satu episode otitis media sebelum usia 3 tahun, yang sering kali ditandai dengan otalgia akut. Studi ini juga menyoroti pentingnya diagnosis banding untuk otalgia sekunder pada pasien dewasa, di mana 50% keluhan nyeri telinga pada orang dewasa sebenarnya berasal dari gangguan sendi temporomandibular (TMJ) atau infeksi gigi.

Temuan medis tersebut menegaskan bahwa pendekatan dalam mengatasi sakit telinga harus sangat berhati-hati. Pemberian antibiotik atau obat tetes telinga yang tidak rasional tanpa diagnosis yang jelas justru berisiko menimbulkan resistensi kuman atau merusak struktur telinga jika gendang telinga ternyata sudah mengalami perforasi (robek).

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Earache.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Ear Pain.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Ear and Hearing Care.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Otalgia: Diagnosis and Management.
American Academy of Family Physicians. Diakses pada 2024. Evaluation of Ear Pain in Adults.

FAQ

1. Kenapa telinga kanan sakit saat menelan?

Sakit pada telinga kanan saat menelan sering kali merupakan nyeri alih (referred pain) dari infeksi tenggorokan, seperti radang amandel (tonsilitis) atau faringitis. Selain itu, menelan menggerakkan otot-otot di sekitar saluran eustachius. Jika saluran tersebut sedang meradang, gerakan menelan akan memicu gesekan yang terasa sakit hingga ke dalam telinga.

2. Apakah aman menggunakan obat tetes telinga bebas tanpa resep?

Penggunaan obat tetes telinga yang dijual bebas harus sangat berhati-hati. Obat tetes telinga tidak boleh digunakan sama sekali jika kamu mencurigai gendang telinga sedang robek (biasanya ditandai dengan keluarnya cairan bernanah atau darah). Cairan obat yang masuk melewati gendang telinga robek dapat merusak telinga bagian dalam secara permanen.

3. Bagaimana cara membedakan sakit telinga akibat infeksi dengan penumpukan kotoran?

Sakit akibat infeksi (otitis media/eksterna) biasanya disertai gejala peradangan seperti demam, kemerahan, telinga terasa panas, dan rasa berdenyut hebat. Sedangkan sakit akibat penumpukan kotoran telinga (serumen prop) cenderung terasa tumpul, disertai rasa penuh, gatal, telinga berdenging (tinnitus), dan penurunan pendengaran yang tidak disertai demam.

4. Bolehkah menggunakan bawang putih atau minyak zaitun hangat untuk telinga yang sakit?

Meski banyak mitos pengobatan tradisional yang menyarankan penggunaan tetesan bawang putih atau minyak hangat ke dalam telinga, praktik medis modern sangat tidak menyarankan hal tersebut. Memasukkan zat asing yang tidak steril ke dalam saluran telinga berisiko tinggi memicu infeksi sekunder, jamur, atau merusak keutuhan gendang telinga.