Ad Placeholder Image

Telinga Kiri Bergemuruh? Tenang, Ini 7 Penyebabnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Telinga Kiri Bergemuruh: Penyebab dan Cara Mengatasi

Telinga Kiri Bergemuruh? Tenang, Ini 7 Penyebabnya!Telinga Kiri Bergemuruh? Tenang, Ini 7 Penyebabnya!

Mengatasi Telinga Kiri Bergemuruh: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganan

Mengalami sensasi telinga bergemuruh sebelah kiri atau dikenal sebagai tinnitus, dapat menjadi pengalaman yang mengganggu. Kondisi ini bukanlah suara eksternal, melainkan persepsi suara yang berasal dari dalam telinga. Fenomena telinga kiri bergemuruh bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti dengungan, desiran, atau siulan, dan dapat memengaruhi kualitas hidup.

Penting untuk memahami bahwa telinga bergemuruh adalah gejala, bukan penyakit itu sendiri. Berbagai faktor, mulai dari penumpukan kotoran telinga hingga kondisi medis yang lebih kompleks, dapat menjadi pemicunya. Mengenali penyebab dan gejalanya adalah langkah awal untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Apa Itu Telinga Bergemuruh?

Telinga bergemuruh, atau tinnitus, adalah kondisi ketika seseorang merasakan adanya suara di salah satu atau kedua telinga, atau di kepala, tanpa adanya sumber suara eksternal. Suara yang dipersepsikan ini bisa bervariasi, mulai dari dengungan rendah hingga desingan tinggi. Sensasi telinga kiri bergemuruh mengindikasikan bahwa gangguan tersebut terlokalisasi pada telinga bagian kiri.

Tinnitus dapat bersifat sementara atau kronis. Jika berlangsung lebih dari enam bulan, kondisi ini dianggap kronis. Meskipun seringkali tidak berbahaya, tinnitus yang persisten dapat memengaruhi konsentrasi, tidur, dan kesejahteraan emosional.

Gejala Telinga Bergemuruh

Gejala utama telinga bergemuruh adalah persepsi suara yang tidak berasal dari lingkungan luar. Suara ini hanya didengar oleh individu yang mengalaminya. Beberapa karakteristik suara yang mungkin dirasakan meliputi:

  • Dengungan.
  • Desiran.
  • Berdenging atau berdengung.
  • Mendesir seperti suara angin.
  • Suara klik atau detak.

Intensitas dan jenis suara bisa berbeda-beda pada setiap orang. Sensasi bergemuruh ini bisa terjadi terus-menerus, hilang timbul, atau hanya terasa pada telinga kiri saja.

Penyebab Telinga Kiri Bergemuruh

Telinga kiri bergemuruh bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Kondisi ini seringkali berkaitan dengan gangguan pada telinga dalam, saluran pendengaran, atau pembuluh darah yang menyebabkan otak menerima sinyal suara yang salah. Beberapa penyebab umum meliputi:

Kotoran Telinga Menumpuk (Serumen Prop)

Penumpukan kotoran telinga yang berlebihan dapat menyumbat saluran telinga. Sumbatan ini bisa memicu tekanan pada gendang telinga atau mengganggu transmisi suara, sehingga menyebabkan sensasi bergemuruh.

Infeksi Telinga

Infeksi pada telinga tengah (otitis media) atau telinga luar (otitis eksterna) dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Hal ini bisa memengaruhi struktur telinga dan memicu tinnitus, seringkali disertai nyeri dan gangguan pendengaran.

Paparan Suara Keras

Terlalu sering atau terlalu lama terpapar suara bising, seperti dari konser, mesin berat, atau penggunaan headphone dengan volume tinggi, dapat merusak sel-sel rambut halus di telinga bagian dalam yang bertanggung jawab untuk pendengaran. Kerusakan ini bisa memicu telinga bergemuruh.

Cedera Telinga atau Kepala

Trauma fisik pada telinga atau kepala dapat menyebabkan kerusakan pada struktur telinga, saraf pendengaran, atau pembuluh darah. Cedera ini berpotensi memicu timbulnya sensasi telinga bergemuruh.

Penyakit Meniere

Penyakit Meniere adalah gangguan pada telinga bagian dalam yang memengaruhi keseimbangan dan pendengaran. Kondisi ini ditandai dengan serangan vertigo, gangguan pendengaran, rasa penuh di telinga, dan tinnitus.

Stres dan Kecemasan

Meskipun bukan penyebab langsung, stres dan kecemasan dapat memperburuk atau memicu munculnya telinga bergemuruh. Kondisi psikologis ini dapat meningkatkan persepsi terhadap suara internal.

Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Tekanan darah tinggi dapat memengaruhi aliran darah di pembuluh darah dekat telinga. Perubahan aliran ini terkadang dapat menghasilkan suara yang dipersepsikan sebagai bergemuruh atau berdenyut.

Efek Samping Obat-obatan Tertentu

Beberapa jenis obat memiliki efek samping ototoksik, yaitu merusak telinga. Contohnya termasuk antibiotik tertentu, aspirin dosis tinggi, obat diuretik, dan antidepresan. Obat-obatan ini dapat memicu atau memperburuk tinnitus.

Kapan Harus Segera Memeriksakan ke Dokter?

Meskipun telinga bergemuruh seringkali tidak berbahaya, pemeriksaan medis diperlukan jika kondisi ini:

  • Terjadi secara tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas.
  • Hanya terjadi pada satu telinga, seperti telinga kiri bergemuruh.
  • Disertai dengan gejala lain seperti pusing (vertigo), nyeri telinga, gangguan pendengaran, atau mati rasa.
  • Mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari.
  • Tidak membaik setelah beberapa hari.

Konsultasi dengan dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT) akan membantu menentukan penyebab pasti dan penanganan yang tepat.

Pengobatan Telinga Bergemuruh

Pengobatan untuk telinga bergemuruh sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa pendekatan penanganan meliputi:

  • Pembersihan Kotoran Telinga: Jika penyebabnya adalah penumpukan serumen, dokter akan membersihkannya secara aman.
  • Obat-obatan: Untuk infeksi telinga, antibiotik mungkin diresepkan. Jika terkait dengan kondisi medis lain seperti hipertensi, penanganan kondisi tersebut akan membantu mengurangi tinnitus.
  • Terapi Suara: Menggunakan alat bantu dengar atau perangkat penghasil suara putih (white noise machine) dapat membantu mengalihkan perhatian dari suara bergemuruh.
  • Konseling: Terapi kognitif perilaku (CBT) atau terapi retraining tinnitus (TRT) dapat membantu individu mengatasi dampak psikologis dari tinnitus.
  • Manajemen Kondisi Medis: Pengelolaan penyakit seperti hipertensi atau gangguan tiroid akan menjadi bagian penting dari penanganan.

Pencegahan Telinga Bergemuruh

Beberapa langkah pencegahan dapat membantu mengurangi risiko telinga bergemuruh:

  • Lindungi Telinga dari Suara Keras: Gunakan pelindung telinga seperti earplug atau earmuff saat berada di lingkungan bising.
  • Jaga Kebersihan Telinga: Hindari membersihkan telinga dengan cotton bud yang dapat mendorong kotoran lebih dalam. Biarkan dokter membersihkan kotoran telinga yang menumpuk.
  • Kelola Stres: Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga.
  • Batasi Kafein dan Alkohol: Konsumsi berlebihan dapat memperburuk tinnitus pada beberapa orang.
  • Pantau Kondisi Medis: Kontrol tekanan darah dan penyakit kronis lainnya secara teratur.
  • Jaga Telinga Tetap Kering: Hindari air masuk terlalu sering ke dalam telinga, terutama setelah berenang, untuk mencegah infeksi.

Rekomendasi Halodoc

Jika mengalami sensasi telinga kiri bergemuruh yang persisten atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis THT. Melalui aplikasi Halodoc, dapat membuat janji temu dengan dokter, melakukan konsultasi online, atau membeli obat dan vitamin yang diresepkan dengan mudah. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup.