Ad Placeholder Image

Telinga Sakit dan Berair? Yuk, Cepat ke Dokter!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 Maret 2026

Telinga Sakit dan Berair: Kapan Perlu ke Dokter THT?

Telinga Sakit dan Berair? Yuk, Cepat ke Dokter!Telinga Sakit dan Berair? Yuk, Cepat ke Dokter!

Telinga Sakit dan Berair: Penyebab, Gejala, Serta Langkah Penanganannya

Telinga yang sakit dan mengeluarkan cairan adalah keluhan umum yang sering membuat khawatir. Kondisi ini dapat menandakan berbagai masalah kesehatan, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi yang lebih serius yang memerlukan perhatian medis segera. Memahami penyebab dan cara penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan pendengaran.

Ringkasan Seputar Telinga Sakit dan Berair

Telinga sakit dan berair sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur pada telinga luar (otitis eksterna) atau telinga tengah (otitis media), pecahnya gendang telinga, atau trauma. Gejala yang menyertai bisa berupa demam, gatal, nyeri, dan gangguan pendengaran. Sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) untuk diagnosis akurat dan penanganan yang tepat, seperti pemberian antibiotik atau obat tetes telinga. Penting juga untuk selalu menjaga telinga tetap kering dan menghindari mengorek telinga.

Apa itu Telinga Sakit dan Berair?

Kondisi telinga sakit dan berair mengacu pada sensasi nyeri di area telinga yang disertai dengan keluarnya cairan dari saluran telinga. Cairan ini bisa berupa nanah, lendir, darah, atau cairan bening, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Nyeri dan keluarnya cairan ini adalah tanda bahwa ada masalah di dalam atau di sekitar telinga yang perlu diatasi.

Gejala Telinga Sakit dan Berair yang Perlu Diwaspadai

Selain rasa sakit dan keluarnya cairan, ada beberapa gejala lain yang mungkin menyertai kondisi telinga sakit dan berair. Mengenali gejala ini dapat membantu dalam diagnosis dan penanganan yang lebih cepat.

  • Nyeri telinga, bisa tumpul atau menusuk, dan bisa memburuk saat mengunyah atau menelan.
  • Rasa gatal yang intens di dalam saluran telinga.
  • Demam, terutama jika terjadi infeksi.
  • Gangguan pendengaran atau perasaan telinga penuh.
  • Cairan yang keluar bisa berwarna bening, kekuningan, kehijauan, atau berdarah.
  • Cairan berbau tidak sedap, menandakan infeksi yang lebih parah.
  • Perasaan pusing atau kehilangan keseimbangan dalam beberapa kasus.

Penyebab Umum Telinga Sakit dan Berair

Berbagai faktor dapat memicu telinga sakit dan berair. Sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi, namun ada juga penyebab lain yang tidak kalah penting untuk diketahui.

  • Otitis Eksterna (Infeksi Telinga Luar)

    Infeksi ini dikenal sebagai “swimmer’s ear” atau telinga perenang. Otitis eksterna terjadi ketika air terperangkap di saluran telinga luar setelah berenang atau mandi, menciptakan lingkungan lembap yang ideal untuk pertumbuhan bakteri atau jamur. Gejalanya meliputi nyeri hebat, gatal, dan keluarnya cairan bening, kuning, atau kehijauan.

  • Otitis Media (Infeksi Telinga Tengah)

    Ini adalah infeksi bakteri atau virus pada telinga tengah, seringkali terjadi setelah pilek, flu, atau alergi yang menyebabkan penumpukan cairan. Penumpukan cairan ini menekan gendang telinga, menyebabkan nyeri, demam, dan kadang-kadang gendang telinga dapat pecah, yang kemudian diikuti dengan keluarnya cairan dari telinga.

  • Pecahnya Gendang Telinga

    Gendang telinga yang robek atau pecah dapat disebabkan oleh infeksi parah, perubahan tekanan udara yang ekstrem (barotrauma), cedera langsung pada telinga, atau suara yang sangat keras. Pecahnya gendang telinga memungkinkan cairan dari telinga tengah atau dari luar masuk, menyebabkan nyeri dan keluarnya cairan.

  • Tubotimpanitis (Gangguan Fungsi Tuba Eustachius)

    Tuba Eustachius adalah saluran kecil yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang hidung dan tenggorokan. Gangguan fungsi tuba ini dapat menyebabkan penumpukan cairan di telinga tengah, yang kemudian bisa terinfeksi dan menyebabkan telinga sakit dan berair.

  • Penumpukan Kotoran Telinga Berlebihan

    Meskipun jarang, penumpukan kotoran telinga yang terlalu banyak dan mengeras dapat menyebabkan iritasi, peradangan, dan bahkan infeksi. Hal ini dapat menimbulkan rasa sakit dan terkadang mengeluarkan cairan jika ada upaya untuk mengeluarkannya secara tidak tepat.

Langkah Penanganan Telinga Sakit dan Berair

Penanganan yang tepat sangat penting untuk mengatasi telinga sakit dan berair serta mencegah komplikasi. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan.

  • Segera Berkonsultasi dengan Dokter THT

    Ini adalah langkah paling krusial. Dokter THT dapat menentukan penyebab pasti dari telinga sakit dan berair melalui pemeriksaan fisik dan jika perlu, tes diagnostik lainnya. Penanganan dapat meliputi pemberian antibiotik (oral atau tetes), antijamur, atau obat tetes steroid, tergantung pada penyebabnya. Jangan menunda kunjungan ke dokter, terutama jika cairan berbau tidak sedap atau tidak membaik dalam 1 hingga 3 hari.

  • Jaga Telinga Tetap Kering

    Hindari kemasukan air atau benda asing lainnya ke dalam telinga saat mandi atau berenang. Penggunaan penutup telinga dapat membantu melindungi telinga dari paparan air.

  • Bersihkan Telinga dengan Benar

    Bersihkan hanya bagian luar daun telinga dengan lembut menggunakan kasa steril bersih yang dibasahi air matang. Hindari memasukkan apapun ke dalam liang telinga.

  • Obat Pereda Nyeri

    Untuk meredakan rasa sakit sementara, konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti paracetamol dapat membantu. Selalu ikuti dosis yang dianjurkan.

  • Kompres Hangat

    Menempelkan kompres hangat di area telinga yang sakit dapat membantu mengurangi nyeri dan memberikan kenyamanan.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan

Untuk menghindari memperburuk kondisi atau menyebabkan komplikasi, ada beberapa hal yang harus dihindari.

  • Jangan mengorek telinga atau memasukkan benda apa pun ke dalamnya, termasuk cotton bud, jepit rambut, atau jari, kecuali obat tetes yang diresepkan oleh dokter.
  • Jika diresepkan antibiotik, jangan menghentikan konsumsinya sebelum habis, meskipun gejala sudah membaik. Menghentikan antibiotik terlalu cepat dapat menyebabkan infeksi kambuh dan menjadi lebih resisten.

Pencegahan Telinga Sakit dan Berair

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain.

  • Keringkan telinga dengan lembut setelah mandi atau berenang.
  • Hindari berenang di air yang kotor atau terkontaminasi.
  • Jaga kebersihan pribadi dan hindari berbagi alat pembersih telinga.
  • Atasi pilek atau alergi dengan segera untuk mencegah infeksi menyebar ke telinga.
  • Hindari penggunaan cotton bud atau benda lain untuk membersihkan telinga bagian dalam.

Kapan Harus ke Dokter?

Telinga sakit dan berair bukanlah kondisi yang bisa diabaikan. Jika mengalami gejala ini, sangat disarankan untuk segera mencari bantuan medis dari dokter THT. Penanganan yang tepat tergantung pada penyebabnya, yang bisa berupa infeksi bakteri, virus, atau masalah lain yang memerlukan obat spesifik dan pendekatan medis.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Telinga sakit dan berair adalah tanda adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Mengingat kompleksitas penyebab dan potensi komplikasi yang dapat terjadi, konsultasi dengan dokter THT adalah langkah terbaik dan paling aman. Melalui Halodoc, Anda dapat dengan mudah membuat janji temu dengan dokter spesialis THT terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan rencana pengobatan yang personal. Jangan tunda penanganan, karena kesehatan telinga yang optimal sangat penting untuk kualitas hidup.