Ad Placeholder Image

Telinga Seperti Ada Suara Kresek? Ini Solusi Tepatnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Telinga Ada Suara Kresek? Kenali Sebab dan Cara Atasinya

Telinga Seperti Ada Suara Kresek? Ini Solusi Tepatnya!Telinga Seperti Ada Suara Kresek? Ini Solusi Tepatnya!

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan sensasi aneh di dalam telinga, seolah-olah ada bunyi kertak, klik, atau gemerisik ringan? Kondisi telinga seperti ada suara kresek adalah keluhan yang cukup umum dialami oleh banyak orang. Sensasi ini biasanya muncul ketika kamu sedang mengunyah makanan, menelan ludah, menguap lebar, atau bahkan saat mengubah posisi kepala secara tiba-tiba.

Secara medis, suara kresek atau gemerisik ini sering kali berkaitan erat dengan perubahan tekanan udara di dalam saluran telinga atau adanya pergerakan cairan dan kotoran. Telinga kita memiliki saluran kecil yang disebut tuba Eustachius, yang berfungsi menghubungkan telinga bagian tengah dengan bagian belakang tenggorokan. Saluran ini bertugas mengatur tekanan udara agar seimbang antara bagian dalam telinga dan lingkungan luar. Ketika tuba Eustachius tidak berfungsi secara optimal, di situlah biasanya suara-suara aneh mulai terdengar.

Meskipun pada sebagian besar kasus bunyi kresek ini tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya, kondisi ini tentu bisa sangat mengganggu kenyamanan dan konsentrasi. Apalagi jika suara tersebut terjadi terus-menerus dan disertai dengan gejala lain seperti rasa nyeri, penurunan pendengaran, atau telinga terasa penuh dan tersumbat. Memahami apa yang menjadi pemicunya adalah langkah pertama yang paling penting untuk menentukan penanganan yang tepat.

Nah, jika kamu sedang mengalami kondisi ini dan bingung harus berbuat apa, jangan khawatir. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai penyebab di balik telinga yang berbunyi kresek, serta membagikan langkah-langkah medis maupun perawatan mandiri di rumah yang bisa kamu lakukan. Mari kita simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Penyebab Telinga Seperti Ada Suara Kresek

Suara gemerisik atau kresek di dalam telinga bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah gejala dari kondisi medis tertentu yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa penyebab paling umum mengapa telingamu bisa mengeluarkan suara-suara aneh tersebut:

1. Disfungsi Tuba Eustachius (ETD)

Tuba Eustachius adalah saluran sempit yang menghubungkan telinga tengah dengan nasofaring (bagian atas tenggorokan di belakang hidung). Biasanya, saluran ini dalam keadaan tertutup dan hanya terbuka saat kamu menelan atau menguap untuk menyeimbangkan tekanan udara. Namun, saat kamu sedang flu, pilek, atau mengalami alergi, lendir bisa menumpuk dan peradangan bisa terjadi, sehingga saluran ini tersumbat atau tidak bisa membuka-tutup dengan sempurna. Saat saluran ini mencoba terbuka paksa menembus lendir lengket, hal itulah yang menciptakan bunyi kresek, letupan (pop), atau klik di telinga.

2. Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen Prop)

Kotoran telinga atau serumen sebenarnya diproduksi secara alami oleh tubuh untuk melindungi saluran telinga dari debu, kuman, dan air. Dalam kondisi normal, serumen akan mengering dan rontok keluar dengan sendirinya. Sayangnya, penggunaan cotton bud yang terlalu sering justru bisa mendorong serumen semakin dalam hingga menumpuk dan mengeras di dekat gendang telinga. Ketika serumen yang mengeras ini mengering, ia bisa bergerak dan bergesekan dengan gendang telinga atau rambut-rambut halus di saluran telinga saat rahangmu bergerak, sehingga memicu suara kresek.

3. Infeksi Telinga Tengah (Otitis Media)

Infeksi telinga bagian tengah kerap terjadi setelah seseorang mengalami infeksi saluran pernapasan atas seperti flu atau radang tenggorokan. Bakteri atau virus dapat menyebar melalui tuba Eustachius ke telinga tengah, menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan kental (efusi). Cairan atau nanah yang terperangkap di belakang gendang telinga ini tidak hanya menimbulkan rasa sakit dan demam, tetapi juga menghasilkan suara gemericik atau kresek setiap kali ada perubahan tekanan udara saat menelan.

4. Gangguan Sendi Temporomandibular (TMJ)

Sendi temporomandibular adalah sendi engsel yang menghubungkan tulang rahang dengan tengkorak, terletak persis di depan telinga. Jika seseorang memiliki kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur (bruxism), sering mengunyah di satu sisi, atau mengalami keausan tulang rawan pada sendi tersebut, sendi rahang bisa mengalami disfungsi. Bunyi klik, krek, atau kresek yang berasal dari sendi rahang ini sangat dekat dengan saluran pendengaran, sehingga otak memprosesnya seolah-olah bunyi itu berasal dari dalam telinga.

5. Adanya Benda Asing atau Serangga Kecil

Meski terdengar menakutkan, kadang-kadang suara kresek atau gemerisik yang sangat intens dan terasa bergerak disebabkan oleh masuknya benda asing, rambut, atau bahkan serangga kecil (seperti semut atau nyamuk) ke dalam saluran telinga. Pergerakan serangga yang mengenai gendang telinga (membran timpani) yang sangat sensitif akan menghasilkan suara bising dan gemerisik yang jelas.

Faktor Pemicu Masalah pada Telinga
  1. Perubahan Ketinggian yang Drastis: Lepas landas atau mendarat saat naik pesawat terbang, atau berkendara di pegunungan bisa memicu tekanan mendadak pada tuba Eustachius.
  2. Kebiasaan Mengorek Telinga: Menggunakan jepit rambut, korek api, atau cotton bud meningkatkan risiko impaksi (penyumbatan) kotoran telinga.
  3. Alergi yang Tidak Terkontrol: Rinitis alergi kronis terus-menerus memproduksi lendir yang menyumbat saluran THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan).

Cara Mengatasi Telinga Bunyi Kresek secara Mandiri

Jika kondisi telinga yang berbunyi kresek tidak disertai dengan rasa sakit yang hebat, keluarnya darah, atau hilangnya pendengaran, ada beberapa metode pertolongan pertama yang bisa kamu lakukan secara aman di rumah. Cara-cara ini bertujuan untuk membuka kembali tuba Eustachius atau mengurangi peradangan ringan.

1. Lakukan Manuver Valsalva

Ini adalah teknik sederhana namun sangat efektif untuk menyeimbangkan tekanan di telinga tengah. Caranya: tarik napas dalam-dalam, cubit kedua lubang hidungmu agar tertutup rapat, tutup mulut rapat-rapat, lalu hembuskan napas perlahan melalui hidung seolah-olah kamu sedang membuang ingus. Lakukan secara perlahan dan jangan meniup terlalu keras agar gendang telinga tidak terluka. Jika berhasil, kamu akan mendengar bunyi “pop” ringan yang menandakan tuba Eustachius sudah terbuka.

2. Teknik Toynbee

Mirip dengan Manuver Valsalva, namun kali ini fokus pada gerakan menelan. Cubit kedua hidungmu hingga tertutup rapat, kemudian telan ludah beberapa kali. Gerakan otot-otot di bagian belakang tenggorokan saat menelan sambil menahan napas ini dapat menarik cairan dan udara yang terjebak di telinga tengah menuju saluran hidung, sehingga membebaskan telinga dari tekanan.

3. Menggunakan Kompres Hangat

Rendam handuk kecil dan bersih ke dalam air hangat, peras airnya, lalu tempelkan handuk tersebut pada telinga yang bermasalah. Suhu hangat dari kompres akan membantu melebarkan pembuluh darah, melemaskan otot rahang, serta mengencerkan lendir dan kotoran telinga yang mengeras. Lakukan ini selama 10 hingga 15 menit beberapa kali sehari.

4. Mengunyah Permen Karet atau Menguap

Gerakan rahang yang aktif dan repetitif sangat baik untuk memicu otot-otot di sekitar tuba Eustachius bekerja. Mengunyah permen karet, mengisap permen pelega tenggorokan, atau sengaja menguap lebar dapat membantu memecah gelembung udara dan lendir yang menumpuk, sekaligus mengembalikan sirkulasi udara normal di telinga tengah.

5. Menghirup Uap Hangat (Steam Inhalation)

Jika suara kresek disebabkan oleh hidung tersumbat karena flu atau alergi, terapi uap air bisa menjadi solusi alami. Siapkan semangkuk air panas, posisikan wajahmu di atas mangkuk, lalu tutupi kepala dan mangkuk dengan handuk tebal agar uap tidak keluar. Hirup uap perlahan melalui hidung selama 10 menit. Uap hangat akan masuk ke saluran pernapasan, mengencerkan dahak tebal, dan membuka sumbatan di tuba Eustachius.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Walaupun sering kali bisa diatasi secara mandiri, ada kalanya telinga seperti ada suara kresek merupakan sinyal dari tubuh bahwa kamu memerlukan intervensi medis profesional. Menunda pengobatan pada kondisi infeksi telinga dapat berisiko menyebabkan kerusakan pendengaran permanen atau robeknya gendang telinga. Jangan ragu untuk segera mengunjungi dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) apabila suara kresek tersebut dibarengi dengan gejala-gejala “red flags” berikut ini:

1. Nyeri Telinga Berdenyut yang Intens

Rasa tidak nyaman ringan adalah hal wajar saat telinga tersumbat. Namun, jika rasa sakitnya tajam, berdenyut hebat, dan mengganggu tidur, ini adalah tanda kuat adanya infeksi bakteri akut di telinga tengah (otitis media) atau telinga luar (otitis eksterna).

2. Keluar Cairan, Nanah, atau Darah

Telinga yang sehat tidak seharusnya mengeluarkan cairan kental apalagi yang berbau tidak sedap. Adanya cairan berwarna kuning, hijau, atau bercampur darah menandakan bahwa gendang telinga mungkin telah mengalami perforasi (robek) akibat tekanan nanah yang terlalu tinggi di telinga tengah.

3. Pusing Berputar (Vertigo) dan Gangguan Keseimbangan

Sistem pendengaran sangat erat kaitannya dengan sistem keseimbangan (vestibular) yang juga berada di telinga bagian dalam. Jika suara kresek disertai dengan rasa dunia berputar, mual, dan kamu sulit berdiri seimbang, ini bisa mengindikasikan peradangan yang telah menyebar ke telinga bagian dalam (labirinitis).

4. Penurunan Pendengaran yang Tiba-Tiba

Jika kamu mendadak merasa seperti tuli sebelah, suara orang lain terdengar sangat jauh atau teredam secara signifikan, ini bukan lagi sekadar penumpukan kotoran biasa. Evaluasi medis segera diperlukan untuk memastikan saraf pendengaran tidak mengalami kerusakan.

Studi Terkait

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan sebuah studi medis ekstensif yang membahas prevalensi dan patofisiologi Disfungsi Tuba Eustachius (ETD). Studi tersebut menjelaskan bahwa lebih dari 70% pasien yang mengeluhkan sensasi telinga penuh, suara letupan, dan gemerisik (kresek) di telinga mereka berkaitan erat dengan disfungsi mekanik pada tuba Eustachius akibat infeksi saluran pernapasan dan rinitis alergi.

Temuan ini menegaskan bahwa untuk menyembuhkan suara kresek di telinga, sering kali pengobatan harus difokuskan pada pembersihan saluran napas atas dan mengatasi alergi, bukan hanya mengobati telinga secara topikal. Penggunaan dekongestan hidung, steroid intranasal, dan antihistamin yang diresepkan oleh dokter terbukti signifikan dalam mengurangi gejala pada pasien dewasa.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

FAQ

1. Apakah telinga seperti ada suara kresek tanda bahaya?

Secara umum, keluhan ini bukanlah tanda bahaya atau penyakit yang mengancam nyawa. Ini hanyalah respons fisik akibat ketidakseimbangan tekanan udara atau kotoran yang menumpuk. Namun, menjadi bahaya jika terus dibiarkan tanpa penanganan, terutama jika disertai rasa nyeri hebat, karena bisa berujung pada infeksi kronis dan pecahnya gendang telinga.

2. Berapa lama suara kresek di telinga akan hilang?

Lama penyembuhan sangat bergantung pada penyebab dasarnya. Jika disebabkan oleh flu ringan atau perubahan tekanan di pesawat terbang, suara kresek bisa hilang dalam beberapa jam hingga 1-2 hari setelah mencoba menelan atau menguap. Namun, jika karena penumpukan kotoran keras atau infeksi bakteri, gejalanya tidak akan hilang sampai ditangani oleh dokter, bisa memakan waktu satu minggu atau lebih.

3. Apakah boleh menggunakan obat tetes telinga bebas untuk mengatasi telinga berbunyi kresek?

Jika kamu yakin penyebabnya hanyalah kotoran telinga yang keras dan kamu tidak memiliki riwayat gendang telinga robek, obat tetes telinga yang mengandung pelunak serumen (seperti karbogliserin) boleh digunakan sesuai aturan pakai. Namun, jika kamu merasakan sakit atau demam, hindari memasukkan cairan apa pun sebelum telinga diperiksa secara langsung oleh dokter menggunakan alat otoskop.

4. Bisakah stres memicu telinga seperti ada suara kresek?

Tingkat stres dan kecemasan yang tinggi secara tidak langsung bisa memicu atau memperburuk gejala. Stres sering kali menyebabkan seseorang tanpa sadar menegangkan otot rahang atau menggemeretakkan gigi saat tidur (bruksisme). Kebiasaan inilah yang menekan sendi temporomandibular (TMJ) sehingga menciptakan bunyi kresek atau ketukan yang terasa seperti di dalam telinga.

Merawat kesehatan telinga tidak kalah pentingnya dengan bagian tubuh lainnya. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional jika keluhan telinga seperti ada suara kresek semakin mengganggu produktivitas harianmu. Jaga selalu kebersihan pendengaran, hindari penggunaan cotton bud terlalu dalam, dan kelola alergi dengan baik.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Earwax blockage.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Eustachian Tube Dysfunction.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Eustachian Tube Dysfunction.
American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery. Diakses pada 2024. Earwax and Care.
Healthline. Diakses pada 2024. Why Do My Ears Crackle?