Ad Placeholder Image

Telinga Seperti Dengar Adzan Padahal Tidak Ada?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Kok Telinga Dengar Adzan Padahal Sepi? Mungkin Tinnitus

Telinga Seperti Dengar Adzan Padahal Tidak Ada?Telinga Seperti Dengar Adzan Padahal Tidak Ada?

Mengenal Tinnitus: Ketika Telinga Seperti Mendengar Suara Adzan Tanpa Sumber Luar

Sensasi mendengar suara adzan padahal tidak ada sumber suara eksternal merupakan pengalaman yang mungkin membingungkan. Kondisi ini seringkali mengarah pada dugaan gejala tinnitus, yaitu persepsi suara yang berasal dari dalam telinga atau kepala seseorang. Suara yang dipersepsikan dapat bervariasi, seperti dengung, desis, siulan, atau bahkan nada tertentu, yang bisa muncul secara konstan atau sesekali.

Tinnitus bukanlah penyakit itu sendiri, melainkan sebuah gejala dari kondisi kesehatan yang mendasarinya. Fenomena ini dapat memengaruhi kualitas hidup secara signifikan, sehingga penting untuk memahami penyebab dan penanganannya.

Apa Itu Tinnitus?

Tinnitus adalah kondisi di mana seseorang mendengar suara pada salah satu atau kedua telinga, atau di dalam kepala, tanpa adanya sumber suara dari lingkungan luar. Suara yang didengar bisa bermacam-macam, mulai dari dering, dengungan, gemuruh, desiran, hingga klik. Dalam kasus tertentu, sensasi telinga seperti mendengar suara adzan tanpa sumber eksternal juga merupakan manifestasi dari tinnitus.

Persepsi suara ini bisa berlangsung sebentar atau terus-menerus, dengan intensitas yang bervariasi dari ringan hingga sangat mengganggu. Tinnitus dapat bersifat subjektif, artinya hanya individu yang mengalaminya yang bisa mendengar suara tersebut, atau objektif, di mana suara dapat didengar oleh dokter saat pemeriksaan.

Gejala Tinnitus yang Perlu Diperhatikan

Selain sensasi mendengar suara adzan, tinnitus dapat menunjukkan berbagai gejala lain yang perlu dikenali. Gejala-gejala ini dapat bervariasi pada setiap individu. Pemahaman terhadap spektrum gejala membantu dalam mengenali kondisi ini lebih awal.

  • Mendengar suara dengungan, desisan, siulan, dering, atau klik pada telinga atau kepala.
  • Intensitas suara yang didengar bisa berubah, kadang lebih keras atau lebih pelan.
  • Suara bisa terjadi pada satu telinga saja atau kedua telinga.
  • Terasa lebih jelas pada kondisi lingkungan yang hening, terutama saat malam hari.
  • Dapat disertai dengan gangguan pendengaran, pusing, atau vertigo pada beberapa kasus.

Penyebab Munculnya Sensasi Telinga Berdenging

Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya tinnitus atau telinga berdenging. Penting untuk mengidentifikasi penyebab dasarnya, karena penanganan akan bergantung pada faktor pemicunya. Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Paparan Bising Berlebihan: Sering terpapar suara keras, seperti dari mesin, musik volume tinggi, atau lingkungan kerja bising, dapat merusak sel-sel rambut kecil di koklea (telinga bagian dalam).
  • Cedera Telinga atau Kepala: Trauma fisik pada telinga, kepala, atau leher dapat memengaruhi fungsi pendengaran dan memicu tinnitus.
  • Gangguan Pembuluh Darah: Kondisi seperti aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), tekanan darah tinggi, atau malformasi arteri vena dapat menyebabkan aliran darah menjadi lebih bergejolak dan terdengar di telinga.
  • Perubahan Tulang Telinga: Pengerasan tulang-tulang kecil di telinga tengah (otosklerosis) dapat memengaruhi pendengaran dan menyebabkan tinnitus.
  • Penyakit Meniere: Gangguan telinga bagian dalam ini menyebabkan vertigo, gangguan pendengaran, dan tinnitus.
  • Masalah Sendi Temporomandibular (TMJ): Gangguan pada sendi yang menghubungkan rahang atas dan bawah dapat memengaruhi saraf dan otot di dekat telinga, memicu suara dengung.
  • Efek Samping Obat-obatan: Beberapa jenis obat, seperti antibiotik tertentu, diuretik, antidepresan, atau aspirin dosis tinggi, dapat bersifat ototoksik (merusak telinga) dan menyebabkan tinnitus.
  • Kotoran Telinga Berlebihan: Penumpukan kotoran telinga dapat menyumbat saluran telinga dan mengubah tekanan, memicu sensasi berdenging.
  • Usia Tua: Penurunan pendengaran terkait usia (presbikusis) seringkali disertai dengan tinnitus.

Penanganan dan Pengobatan Tinnitus

Penanganan tinnitus sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) sangat dianjurkan untuk diagnosis yang akurat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, riwayat medis, dan mungkin tes pendengaran.

Beberapa pendekatan penanganan yang mungkin direkomendasikan:

  • Mengatasi Penyebab Utama: Jika tinnitus disebabkan oleh kondisi medis tertentu (misalnya, tekanan darah tinggi, penumpukan kotoran telinga, atau efek samping obat), penanganan akan difokuskan pada kondisi tersebut.
  • Terapi Suara (Sound Therapy): Menggunakan suara eksternal, seperti suara alam atau musik lembut, untuk menutupi atau mengurangi persepsi tinnitus. Alat bantu dengar juga dapat membantu jika ada gangguan pendengaran.
  • Terapi Perilaku Kognitif (CBT): Membantu individu mengubah respons emosional dan pikiran negatif terhadap tinnitus, sehingga lebih mudah mengelolanya.
  • Modifikasi Gaya Hidup: Mengurangi konsumsi kafein, alkohol, dan nikotin, serta mengelola stres, dapat membantu sebagian individu.
  • Obat-obatan: Meskipun tidak ada obat khusus untuk tinnitus, beberapa obat seperti antidepresan atau ansiolitik dapat diresepkan untuk membantu mengatasi gejala terkait seperti depresi atau kecemasan.

Pencegahan Tinnitus yang Efektif

Mencegah tinnitus melibatkan perlindungan terhadap faktor-faktor risiko yang diketahui. Melakukan langkah-langkah pencegahan ini dapat membantu menjaga kesehatan telinga dan mengurangi kemungkinan munculnya sensasi telinga berdenging.

  • Melindungi telinga dari paparan suara keras menggunakan penutup telinga atau earplug, terutama di lingkungan kerja yang bising atau saat menggunakan alat musik/audio dengan volume tinggi.
  • Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah dengan gaya hidup sehat, termasuk diet seimbang dan olahraga teratur.
  • Menghindari penggunaan obat-obatan ototoksik jika tidak diperlukan atau berkonsultasi dengan dokter mengenai alternatifnya.
  • Mengelola stres dengan baik melalui teknik relaksasi, meditasi, atau hobi.
  • Melakukan pemeriksaan pendengaran secara rutin, terutama jika memiliki riwayat paparan bising atau mengalami perubahan pendengaran.

Kapan Harus Konsultasi Dokter untuk Telinga Berdenging?

Jika mengalami sensasi telinga seperti mendengar suara adzan atau suara lain tanpa sumber eksternal yang berlangsung terus-menerus, memburuk, atau disertai gejala lain seperti pusing dan gangguan pendengaran, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis THT. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat akan membantu mengurangi dampak tinnitus dan meningkatkan kualitas hidup. Dokter di Halodoc siap membantu memberikan panduan dan rekomendasi medis yang sesuai.