Ad Placeholder Image

Telur Bebek Mentah: Manfaat dan Risiko, Wajib Tahu!

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Telur bebek mentah memang mengandung nutrisi yang bermanfaat, tetapi risiko kesehatan terkait dengan konsumsinya tidak dapat diabaikan.

Telur Bebek Mentah: Manfaat dan Risiko, Wajib Tahu!Telur Bebek Mentah: Manfaat dan Risiko, Wajib Tahu!

DAFTAR ISI


Telur itik atau yang sering juga disebut telur bebek merupakan salah satu bahan makanan hewani yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Biasanya, telur ini diolah menjadi hidangan ikonik seperti telur asin, bahan dasar martabak, atau bahkan kerap dicampur dalam kondisi mentah ke dalam jamu tradisional, seperti STMJ (Susu Telur Madu Jahe), yang dipercaya ampuh untuk mendongkrak stamina tubuh.

Secara fisik, telur ini mudah dikenali dari ukurannya yang cenderung lebih besar dan cangkangnya yang berwarna sedikit kebiruan atau kehijauan, membedakannya dari telur ayam pada umumnya. Di balik rasanya yang lebih gurih, legit, dan teksturnya yang sangat creamy, makanan ini ternyata menyimpan segudang nutrisi penting yang bermanfaat bagi fungsi organ tubuh, mulai dari kesehatan otak hingga pembentukan massa otot.

Namun, di tengah popularitasnya, sangat penting bagi kamu untuk memahami cara konsumsi yang tepat dan aman. Kebiasaan mengonsumsi telur itik mentah atau setengah matang, meskipun sering dianggap berkhasiat secara turun-temurun, ternyata menyimpan risiko kesehatan tertentu jika tidak ditangani dengan standar kebersihan yang baik. Bakteri patogen bisa saja masuk dan menyebabkan masalah pada saluran pencernaan.

Oleh karena itu, menjaga keseimbangan nutrisi harian sangatlah krusial. Jika asupan nutrisi dari makanan utuh dirasa belum mencukupi, kamu bisa menambahkannya dengan mengonsumsi suplemen dan multivitamin yang aman. Lantas, apa saja sebenarnya profil nutrisi, manfaat, serta risiko di balik telur unggas air yang satu ini? Berikut ulasan lengkap yang perlu kamu tahu!

Kandungan Nutrisi Telur Itik

Sebelum membahas manfaatnya, penting untuk mengetahui apa saja nutrisi yang terkandung di dalamnya. Jika dibandingkan dengan telur ayam, telur itik memiliki ukuran kuning telur yang lebih besar, yang berarti konsentrasi lemak sehat dan vitaminnya juga lebih padat. Dalam satu butir (sekitar 70 gram), telur ini mengandung kalori sekitar 130 kkal, protein sebesar 9 gram, dan lemak sehat sebesar 9,6 gram.

Selain makronutrien tersebut, telur ini sangat kaya akan mikronutrien penting. Ia merupakan sumber Vitamin B12 yang luar biasa, di mana satu butirnya bisa memenuhi lebih dari 60% kebutuhan harian tubuh. Vitamin B12 sangat vital untuk fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah. Selain itu, terdapat kandungan Selenium yang tinggi (memenuhi sekitar 50% kebutuhan harian), yang berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Tidak ketinggalan, bahan makanan ini juga mengandung Kolin, Vitamin A, Zat Besi, dan Riboflavin (Vitamin B2). Kolin merupakan nutrisi esensial yang sangat dibutuhkan oleh otak untuk memproduksi neurotransmitter, sedangkan Vitamin A sangat baik untuk menjaga kesehatan mata dan memperkuat sistem imun tubuh kamu.

Manfaat Kesehatan Telur Itik

1. Meningkatkan Fungsi Kognitif dan Kesehatan Otak

Kandungan kolin yang sangat tinggi dalam kuning telur itik menjadikannya makanan yang sangat baik untuk otak. Kolin membantu tubuh memproduksi asetilkolin, yakni zat kimia otak yang berperan penting dalam memori, mood, dan fungsi kecerdasan lainnya. Asupan kolin yang cukup juga dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan neurodegeneratif di usia tua.

2. Menjaga Kesehatan Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid membutuhkan mineral selenium untuk dapat berfungsi dengan baik dalam memproduksi hormon metabolisme. Konsumsi telur ini dapat membantu memenuhi kebutuhan selenium harian kamu secara signifikan, sehingga membantu mencegah gangguan tiroid dan mendukung laju metabolisme tubuh yang sehat dan stabil.

3. Mendukung Pembentukan dan Pemulihan Otot

Dengan kandungan protein sebesar 9 gram per butir, telur ini menawarkan profil asam amino esensial yang lengkap. Ini berarti protein yang terkandung di dalamnya sangat mudah diserap dan digunakan oleh tubuh untuk memperbaiki jaringan yang rusak, membangun massa otot setelah berolahraga, serta menjaga kekuatan struktur fisik tubuh secara keseluruhan.

Tips Aman Mengonsumsi Telur Itik di Rumah
  1. Selalu cuci cangkang telur dengan air mengalir sebelum memecahkannya untuk membuang kotoran yang menempel.
  2. Masak telur hingga bagian putih dan kuningnya benar-benar padat untuk memastikan bakteri patogen mati sepenuhnya.
  3. Simpan telur di dalam kulkas pada suhu di bawah 4 derajat Celcius untuk menjaga kesegarannya dan menghambat pertumbuhan bakteri.

Risiko dan Efek Samping Konsumsi Mentah

1. Risiko Infeksi Bakteri Salmonella

Salah satu bahaya terbesar dari mengonsumsi telur dalam keadaan mentah atau setengah matang, termasuk untuk campuran jamu, adalah risiko infeksi bakteri Salmonella Enteritidis. Bakteri ini bisa berada di luar cangkang maupun di bagian dalam telur. Infeksi ini dapat memicu keracunan makanan dengan gejala seperti kram perut parah, diare, mual, muntah, dan demam tinggi.

Kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah sangat dilarang mengonsumsinya secara mentah. Jika kamu mengalami demam tidak turun dan muntah terus-menerus setelah mengonsumsi makanan mentah, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam agar segera mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.

2. Kandungan Kolesterol yang Sangat Tinggi

Meski padat nutrisi, kamu harus bijak mengatur porsinya. Satu butir telur itik bisa mengandung lebih dari 600 miligram kolesterol, jumlah ini dua kali lipat lebih banyak dibandingkan telur ayam, dan melebihi anjuran batas kolesterol harian bagi penderita penyakit jantung. Oleh karena itu, bagi kamu yang memiliki riwayat dislipidemia (kolesterol tinggi) atau penyakit kardiovaskular, sebaiknya batasi konsumsinya dan perbanyak pengolahan dengan cara direbus ketimbang digoreng.

Studi Mengenai Telur Itik

Journal of Agricultural and Food Chemistry menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa telur bebek memiliki profil bioaktif peptida yang bertindak sebagai antioksidan alami yang lebih tinggi dibandingkan jenis telur unggas lainnya.

Studi laboratorium tersebut menemukan bahwa peptida yang diisolasi dari putih telur bebek dapat membantu mengurangi stres oksidatif di dalam tubuh. Namun demikian, para peneliti tetap menekankan bahwa proses pemanasan yang cukup (pemasakan) tidak menghilangkan manfaat peptida ini, justru membuatnya jauh lebih aman dikonsumsi manusia dengan menghilangkan risiko patogen bawaan makanan.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
USDA FoodData Central. Diakses pada 2026. Duck egg, whole, fresh, raw.
Journal of Agricultural and Food Chemistry. Diakses pada 2026. Antioxidant Peptides from Duck Egg White.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Food safety and Salmonella.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Gizi Seimbang dan Keamanan Pangan.

FAQ

1. Apakah telur itik kolesterolnya tinggi?

Ya, sangat tinggi. Satu butirnya bisa mengandung sekitar 600 miligram kolesterol. Jika kamu memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung, disarankan untuk membatasi konsumsinya dan berkonsultasi dengan dokter gizi terkait porsi aman harianmu.

2. Bolehkah makan telur itik mentah untuk campuran jamu?

Secara medis, mengonsumsi telur mentah sangat tidak disarankan karena tingginya risiko kontaminasi bakteri Salmonella. Bakteri ini bisa menyebabkan keracunan makanan yang parah. Sebaiknya, telur dimasak hingga matang sempurna untuk memastikan keamanan sistem pencernaan kamu.

3. Apa bedanya nutrisi telur ayam dan telur itik?

Telur itik memiliki ukuran yang lebih besar dan kuning telur yang lebih padat. Oleh karena itu, ia mengandung kalori, lemak, protein, Vitamin B12, dan kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan telur ayam biasa. Rasanya juga cenderung lebih gurih dan creamy.

4. Berapa batas aman makan telur itik sehari bagi orang sehat?

Bagi orang dewasa yang sehat tanpa riwayat penyakit jantung atau kolesterol, mengonsumsi 1 butir per hari umumnya masih dianggap aman, asalkan diseimbangkan dengan asupan serat dari sayur dan buah, serta tidak diolah dengan cara digoreng menggunakan banyak minyak.